DEMI CINTA

DEMI CINTA
CERITA TENTANG MASA LALU KARINA


__ADS_3

DI PERJALANAN, Mereka sesekali berbincang-bincang membahas perasaan hati mereka secara terbuka.


"sebenar nya umur mu berapa sayang?" tanya Rehan.


"umurku baru dua puluh empat tahun. kalau kamu berapa sayang???" tanya Karina balik bertanya.


"umur ku baru saja dua puluh lima tahun. umut kita hanya beda satu tahun saja." jawab Rehan.


"aku pikir umur mu sudah tiga puluh tahun."


"enak saja! mengapa kamu punya perkiraan seperti itu? apa wajah ku ini sudah tua?" tanya Rehan tak terima diri nya di sangka sudah tua.


"hehehe, bukan begitu. aku menyangka umur mu tiga puluh tahun karena aku pikir sikap mu yang dewasa itu. karena semakin tua umur seseorang, maka makin dewasa sikap dan pola pikir nya."


"ya memang. tapi ada juga yang dewasa tapi sikap nya kekanak-kanakan."


"siapa itu?" tanya Karina dan Rehan hanya angkat bahu seraya menjawab nya.


"mungkin si bajingan Rangga itu, karena sikap nya yang kekanak-kanakan walaupun rupa nya sudah tua begitu."


"ya aku setuju dengan ucapan mu sayang." ucap Karina, lalu Rehan menatap Karina dengan lekat-lekat. Karina lalu menatap Rehan dan ia langsung membuang muka ke depan karena malu.


"jangan menatap ku seperti itu!"


"memang nya kenapa sayang?" tanya Rehan berkata menggoda, dan Karina menjawab nya.

__ADS_1


"tak ada!" jawab nya ketus, lalu Rehan tertawa pelan dan berkata.


"kau lucu dan cantik."


"ah gombal!" ketus Karina dan Rehan lalu bertanya lagi.


"sebenar nya, apa yang kamu suka dari ku?" Karina tersentak kaget ditanya seperti itu oleh Rehan.


Wajah Karina menunduk malu dan Rehan masih menunggu jawaban dari Karina.


"aku menyukai mu karena aku kagum akan dirimu yang mau menjadikan ku sebagai kekasih mu, walaupun keadaan ku sudah tak perawan lagi. aku pikir, kehidupan ku akan hancur setelah Rangga tak mau bertanggung jawab dan aku juga berpikir, mana mungkin ada lelaki yang mau menikahi ku dalam posisi ku yang seperti ini."


"tapi bukti nya???" tanya Rehan lagi.


"ternyata masih ada orang baik seperti mu yang mau bertanggung jawab atas janin ku ini dan mau tak mau aku harus menerima cinta mu ini."


"aku tak pernah terpaksa dalam mencintai seseorang. aku adalah orang yang mudah jatuh cinta terhadap seseorang lelaki jika lelaki itu baik terhadapku, perhatian dan sayang kepada ku. tak peduli lelaki itu miskin, kaya, jelek, tampan ataupun cacat. yang aku inginkan adalah cinta yang tulus dan setia menjalani hidup dengan ku. mau menerima kekurangan ku dan keluarga ku adalah itu sudah cukup bagi ku untuk menerima seorang pendamping di hidup ku." Rehan yang mendengar ucapan Karina itu hanya terkagum-kagum mendengar nya.


Lalu Rehan bertanya tentang Karina yang bisa-bisa nya mau menerima cinta nya Rangga dan rela memberikan keperawanan nya. Karina pun menjawab nya tanpa ada alasan yang ia tutup-tutupi,


"aku tertarik akan ketampanan Rangga sebagai seorang artis, tak ada yang aku senangi selain kebaikan nya dan kesopan nya terhadap ibu ku. disitulah aku mulai tertarik dengan Rangga dan diam-diam aku mengangumi nya. ternyata, Rangga juga memiliki perasaan yang sama seperti ku. kala itu Rangga datang menemui ku ketika aku sedang berada dikamar, kala itu rumah sedang dalam keadaan sepi."


"lalu???" tanya Rehan mulai penasaran.


"Rangga lalu menyatakan cinta nya kepada ku dan aku pun menerima nya tanpa memikirkan bagaimana nanti ke depan nya jika hubungan kami ini dilarang oleh ibu ku. maka Rangga pun berkata ia akan datang kembali untuk mengawiniku setelah syuting nya selesai dan aku pun akhir nya percaya akan ucapan nya. didalam kamar ku, aku dan dirinya melakukan hubungan badan dan awal nya aku takut dan menolak ajakan tersebut. tetapi Rangga tetap membujuk ku dan alhasil aku hanya bisa pasrah akan tuntutan nya itu."

__ADS_1


"setelah itu???" tanya Rehan lagi makin penasaran.


"ya pokok nya begitu. setelah itu aku dan Rangga hanya biasa saja ketika berada di keramaian atau ketika sedang ada kru nya dan ibu ku. setelah kepergian Rangga dan kru nya dikampung ku, aku hanya bisa memendam rindu tak menentu dan harus kepada siapa aku menyalurkan hasrat rindu ini. aku tetap berpendirian kukuh akan janji Rangga terhadap ku sampai hari berganti bulan berlalu, aku tetap sabar menanti nya. dan dimasa kandungan ku yang semakin membesar ini, aku tak bisa tinggal diam dan aku berniat akan nekat mencari nya ke kota. tetapi hal tersebut tak jadi aku lakukan karena aku kasihan kepada ibu ku jika aku meninggalkan nya sendirian dirumah, ia akan khawatir dan bisa-bisa jatuh sakit. akhir nya aku harus jujur tentang apa yang sudah terjadi kepada ku selama ini kepada ibu ku." ucap Karina dan tak sadar air mata nya sudah menetes membasahi pipi nya.


Rehan yang sebenar nya ikut merasakan kesedihan dari Karina pun segera merubah topik pembicaraan agar Karina tak berlarut-larut dalam kesedihan.


"sudah tak perlu ditangisi lagi sayang, kejadian masa lalu mu itu hanya akan menjadi aib dimasa depan mu. cukup orang-orang terdekat mu saja yang tahu hal ini." Karina hanya menganguk saja sembari mengusap air mata nya.


Setelah agak lama mereka saling bungkam, Rehan bertanya lagi.


"apa aku boleh bertanya lagi kepada mu sayang?"


"silahkan sayang, aku akan menjawab semua pertanyaan mu." ujar Karina mulai tersenyum kembali. Rehan pun senang melihat nya dan ia lalu mengusap rambut panjang Karina dengan lembut seraya berkata.


"apa kau bisa menceritakan tentang masa lalu mu? maksud ku ketika kau kecil sampai sekarang?"


"apa iti nanti tidak akan kelamaan sayang?" tanya Karina bingung.


"hahaha, tak perlu sedetail yang kau pikirkan. cukup inti nya saja atau hal-hal yang terpenting saja."


"hmm baiklah. aku terlahir sebagai seorang anak tunggal dan aku tak mempunyai sodara kandung. aku di besarkan oleh ibu ku dirumah ku yang ada di kampung. sejak kecil sampai sebesar sekarang, aku hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar saja. karena keterbatasan biaya, aku dimasukan ke dalam pesantren oleh ibu ku. tak lama aku belajar agama dipesantren, aku dirumahkan lagi karena aku sudah tak betah tinggal dipesantren." ujar Karina dan Rehan bertanya lagi.


"apa sebelum nya kau pernah mempunyai kekasih sebelum Rangga???"


"tak ada, aku selalu dilarang oleh ibu ku untuk tidak dekat-dekat dengan pemuda kampung ku oleh ibu ku. padahal banyak di antara mereka yang tertarik ingin menikahi ku, tetapi ibu selalu menolak tawaran tersebut. entah aku tak paham alasan ibu menolak nya." Karina menghentikan ucapan nya Karena mobil yang dikemudian Rehan sudah berhenti di parkiran pusat perbelanjaan.

__ADS_1


"terima kasih kau sudah mau menceritakan Cerita Tentang Masa Lalu mu Karina. nanti aku akan membahas cerita masa lalu ku setelah kita pulang dari tempat ini."


"baiklah sayang." ujar Karina mengerti akan maksud Rehan barusan.


__ADS_2