
"SUDAH Kamu tak perlu memikirkan hal seperti itu nak. kamu sudah ibu anggap sebagai anak ibu sendiri." ujar ibu Susi dan membuat Karina menatap Rehan dan Rehan pun menatap nya. pancaran Cinta Pada Pandangan Pertama dari kedua nya membuat hati sanubari mereka bergetar dan tanpa sadar mereka saling tatap agak lama, ibu Susi yang sejak tadi berbicara sendirian, segera menegur mereka.
"kalian berdua kenapa??? kok saling tatap begitu???"
"eh tidak kok bu..." ujar Karina segera menunduk malu dan Rehan pun menatap ibu nya dan berkata,
"apakah mama yakin akan mengangkat anak ini menjadi anak mama???"
"kenapa kamu bertanya begitu sayang???" tanya ibu Susi heran dan Rehan menjawab nya dengan alasan.
"nanti Nikita kalau datang kemari bagaimana ma? pasti dia akan menganggap anak ini adalah...." ucapan Rehan terhenti dan ia menatap Karina yang baru selesai makan.
"teruskan saja ucapan mu itu. aku tak akan tersinggung kok." ujar Karina datar dan Rehan meneruskan ucapan nya lagi.
"sudah tak perlu di bahas lagi soal itu."
"yasudah." ujar Karina cuek saja dan ibu Susi lalu bertanya kepada Rehan.
"besok kamu sibuk tidak sayang???"
"besok aku mau istirahat dulu ma, memang nya ada apa mama???" Ibu Susi menatap Karina dan kemudian menjawab pertanyaan anak nya.
"bisa tidak kamu antar Karina ke tempat yang mau ia tuju. ia ada keperluan untuk pergi ke tempat yang ia tuju itu."
"tempat apa itu???" tanya Rehan penasaran dan Karina lalu disuruh ibu Susi untuk menjelaskan niat awal nya.
__ADS_1
Awal nya ia ragu dan malu kepada Rehan akan diri nya yang sedang hamil diluar nikah, tetapi apa daya dirinya telah terjebak disituasi atas ulah nya sendiri. maka mau tak mau ia harus menjelaskan nya.
"aku sebenar nya ingin pergi ke sebuah gedung bernama 'Studio Paramita Chanel TV' tetapi gara-gara aku pergi nya larut malam, aku malah dibawa ke lain arah oleh ojek yang aku sewa. mereka ternyata ingin membawa ku ke sebuah kampung untuk diperkosa, untung para warga mendengar teriakan ku. jadi aku masih bisa selamat dan barang kewanitaan ku belum sempat terjamah oleh mereka."
"lalu siapa yang menghamili mu sebenarnya??? langsung ke inti nya saja!" ucap Rehan memotong cerita Karina dan ibu Susi hanya diam saja tak berkomentar.
"inti nya aku ingin pergi ke gedung itu untuk menemui laki-laki yang telah menghamiliku."
"siapa nama lelaki itu dan sedang apa dia disana???" tanya Rehan penasaran dan Karina menjawab nya.
"nama nya Rangga Pangestu dan ia adalah seorang artis atau aktor perfilman."
"seperti nya aku pernah mendengar nama nya, terus mengapa sampai kau dan dia bisa berhubungan sampai sebegitu nya???" Karina menatap ibu Susi dan ibu Susi hanya mengangguk mengiyakan.
"dulu, mungkin empat bulan yang lalu. ada orang-orang dari kota datang ke kampung tempat ku tinggal. orang-orang kota itu ternyata akan melakukan syuting film yang akan disiarkan ditelevisi, tetapi mereka hanya sebulan saja tinggal disana. setelah itu mereka pamit lagi ke kota dikarenakan syuting nya harus pindah ke lokasi lain."
"apakah para orang-orang itu tak izin dulu kepada kepala desa kampung mu nak???" tanya ibu Susi.
"mereka sudah meminta izin sebelum nya, jadi mereka bebas melakukan syuting dikampung ku karena suasana nya yang masih asri dengan persawahan dan sungai-sungai berair jernih." lalu Rehan cepat berkata tanya,
"lalu bagaimana awal nya kau mengenal si Rangga itu???"
"awal nya para kru orang-orang dari kota itu menyewa tempat tinggal untuk sementara, tetapi warga dikampung ku tak ada yang mau memberikan tumpangan walapun dibayar mahal. kebetulan rumahku adalah salah satu rumah yang lumayan luas dan banyak kamar kosong nya. maka mau tak mau aku bersama ibu ku menerima tamu tersebut dan tentu nya dibayar uang sewa tempat juga. disitulah aku awal mulai mengenal Rangga dan kian hari kami semakin dekat dan kemudian kami berniat sembunyi-sembunyi berpacaran. tanpa aku sadari ternyata ibu ku pun sudah tahu bahwa aku telah menjalin hubungan sepasang kekasih dengan Rangga, tetapi ia tak tahu bahwa anak nya ini sudah berbadan dua. aku sangat berdosa sekali kepada ibu ku, karena sudah berbulan-bulan aku diam dengan kandungan ku ini." ujar Karina menunduk sedih dan Rehan serta ibu nya ikut merasakan kesedihan yang di alam Karina juga.
Lalu Karina meneruskan ucapan nya lagi tanpa diminta,
__ADS_1
"berhari-hari aku menunggu kedatangan Rehan yang sudah mengikat janji sumpah dengan ku bahwa ia akan kembali ke kampung ku setelah masa syuting nya selesai. ia berjanji akan mempersunting ku sebelum masa kandungan ku membesar, tetapi sudah hampir lima bulan lama nya ia tak kunjung datang dan aku semakin malu akan tetangga rumah ku jika aku diketahui sudah hamil diluar nikah. daripada aku dan ibu ku menanggung malu, ibu menyuruhku untuk tinggal dirumah paman ku untuk sementara waktu. disana aku tinggal baru sehari semalam dan aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan Rangga, tetapi aku melihat nya didalam berita televisi ia sedang diwawancarai bersama wanita lain..hixhixhix." Karina akhir nya menangis tak tertahankan lagi dan Ibu Susi lalu bangun memeluk Karina yang masih duduk dikursi meja makan nya.
Rehan pun ikut sedih juga dan ia sangat prihatin akan cerita Karina barusan, tanpa sadar air mata nya jatuh juga dan ia segera mengusap nya.
"mengapa aku ikut menangis juga? apakah aku mulai mempunyai rasa kasihan terhadap anak malang itu???" ujar batin Rehan dan ia pun segera minum air dan berkata,
"mama aku ke kamar dulu ya, ada sesuatu yang harus aku kerjakan, mama tenangkan dulu saja anak ini."
"iya sayang." jawab ibu nya mengangguk dan Rehan pun pergi ke dalam kamar nya.
Karina sudah ditenangkan oleh ibu Susi, kemudian ibu Susi menyuruh Karina untuk istirahat tidur dikamar nya karena malam telah semakin larut dan Karina pun menuruti nya. di dalam rumah nya paman Wahyu dan bibi Mega, setelah mereka selesai makan malam bersama. mereka lanjut berbincang diruangan tamu ruman tersebut, kemudian ibu nya Karina membaca isi pesan yang ditulis Karina sebelum ia kabur dari rumah tersebut. pesan tersebut sebelum nya memang sengaja disimpan untuk kemudian diberitahukan kepada ibu nya Karina dan saat itulah pesan tersebut diberikan oleh paman Wahyu.
Air mata ibu Ajeng segera di usap tatkala ia selesai membaca isi pesan singkat tersebut. paman Wahyu yang kini hanya berdua saja dengan ibu nya Karina, segera berkata.
"bagaimana kak?"
"kita harus segera mencari nya dan membawa nya pulang! besok kita pergi ke gedung tempat Rangga yang bekerja sebagai artis itu!"
"jadi tak perlu kita cari Karina dahulu kak???"
"kita mau cari kemana dik? sekarang pun kita tak tahu dimana sekarang Karina berada!? satu-satu nya jalan adalah mendatangi tempat kerja si Rangga itu! bukankah kamu sudah tahu tempat nya dik???"
"ya kak. yasudah kalau begitu kita besok pergi kesana. sekarang kakak tidur dikamar nya Karina saja, jangan tidur disofa ini takutnya nanti kakak masuk angin"
"iya dik." ujar ibu nya Karina dan ia pun pergi ke kamar bekas Karina tidur untuk tidur disana. sedangkan paman wahyu pergi ke kamar nya, yang dimana disana istri dan anak nya sudah menunggu nya.
__ADS_1