DEMI CINTA

DEMI CINTA
NANA


__ADS_3

Nana.


Hari ini Nana tampak tak bersemangat hingga ia hanya berdiam diri melihat teman-temanya bermain voli.


"Bro ayo ikut main,daripada lu bengong mulu"teriak Iwan menghampiri Nana yang sedang terdiam.


Nana berjalan gontai ia bahkan tidak menggunakan kaos olahraga,untuk ikut main kelapangan,jeritan suara cewek -cewek cantik menyoraki Nana yang masuk lapangan untuk bermain voli.


"Nana nana"teriakan semua penonton juga ceers.


Nana tampak tak menghiraukan sahutan para penonton.


Saat sedang panasnya Nana bermain, bola keluar lapangan dan menghampiri seorang gadis yang sedang duduk di bangku halaman, ia tampak tidak sedang menonton ke lapangan melainkan asik dengan pikiranya sendiri.


Nana menghampiri gadis itu,ia penasaran kenapa gadis itu tidak sigap melempar bolanya ke arahnya,karna biasanya para gaddis selalu berharap bola menghampironya bahkan terlempar bola juga tidak masalah,karna dengan cara itu para gadis bisa melihat dengan dekat para pemainya.


Nana mengerutkan dahinya,ia tak percaya gadis itu tak menghiraukanya , Hingga Nana menghampirinya dan bertanya.


Tapi gadis itu malah semakin Diam.


"ada apa dengan gadis ini kenapa dia tak menghiraukanku apa dia wanita?batin Nana.


"Apa kamu tidak apa-apa?tanya Nana.


"Tidak kok"ucapnya.


Nana berbalik mengambil bola dan kembali kelapangan,tapi ia berhenti dan berbalik kembali bahkann bertanya lagi.


"Hei siapa namamu?"teriak Nana.


"Aku Maria"ucap nya.


Nana tersenyum mengangguk,ia berjalan kembali untuk kali pertama ia mengajak berkenalan dengan wanita.


Bahkan Nana sendiri yang memulainya.


"Hei bro kenapa??tanya Iwan.


"Apa seluruh sekolah mengenaliku?tanya Nana.


"Kau gila ya tentu saja semua gadis bahkan menyebut namamu pangeran mereka"teriak Iwan.


Nana terdiam ia memikirkan gadis tadi yang ia temui.


"Lalu kenapa Maria tidak mengenaliku,,apa dia berpura-pura?" batin Nana


Nana bahkan tidak fokus lagi pada permainan,ia malah duduk dan memperhatikan gadis yang bernama Maria yang sedang berbincang dengan gadis lain.


"Bro knp berenti lu cape? tanya Iwan.


"Aku lelah kalian saja lanjutkan" jawab Nana.


Hari ini Nana terpikir dengan gadis yang tadi,ia tampak gadis biasa saja, Tapi Nana terbayang ketidak tahuan gadis tadi tentangnya.


Nana masuk ke kelasnya ia bahkan tidak bersemangat untuk belajar.


Nana berjalan dari kantin, ia melihat gadis kemarin yang ia lihat, yang bernama Maria.


Nana mengikuti langkah mereka, ia bahkan memperhatikan Maria yang pergi memisah dengan teman -temanya.


Kini gadis itu sedang duduk di belakang sekolah,ia duduk dengan membuka bekal yang ia bawa.


Nana menghampirinya dan mencoba menggodanya, karna Nana pikir semua gadis akan senang bila di dekatinya.


Tapi lain dengan Maria, dia bahkan berani berteriak pada Nana.


Dan Maria tampak cuek padanya.


Semakin Nana mencoba menggodanya, Maria malah semakin kesal.


Tersirat sesuatu di hati Nana tentang gadis bernama Maria itu,ia bahkan sangat penasaran dengan gadis itu.


Saat jam pulang sekolah Nana mencoba menghampiri kelas Maria, ia tampak maju mundur untuk menunggunya atau tidak hingga akhirnya ia so cool dengan berdiri bersandar ti tiang kelas.


Maria melihatnya dan Nana tersenyum pada Maria,tapi Maria malah melewatinya tanpa menghiraukan Nana.


"Hah cewek ini bahkan tidak menyapaku,dan sekarang aku di tinggal"gumam Nana.


Nana mencoba mengikuti Maria, hingga Gadis itu berhenti dan berbalik arah padanya.


Gadis itu menengadah menganggukan kepalanya tanda bertanya.


"Dia bahkan tidak menjerit ataupun berteriak saat melihatku"gumam Nana.


"Dasar bodoh" ucapan itu yang terngiang di benak Nana ia malah tersenyum mengingat geramnya gadis itu.


"Hahaha dia bahkan membuatku gila, dia selalu bilang aku bodoh, juga tidak menghiraukanku,selalu pergi tanpa pamit,dan sekarang dia jadi temanku, haha aku bahkan tidak punya teman cewek, sepertinya aku benar-benar gila."ucap Nana berjalan karna Maria sudah jauh dari pandanganya.


Hari ini Nana datang pagi sekali hanya untuk bertemu gadis tomboy yang super galak.


"Sepertinya pagi ini aku gila lagi,sedang apa aku disini, apa aku berharap gadis itu memandangku,tidak sekarangkan kita berteman"batin Nana.


Nana melihat Maria dan temanya datang, ia tersenyum mencoba yang terbaik,tapi Maria malah menginjak kakinya,hingga membuatnya meringis.


Nana tersenyum melihat Maria yang tampaknya sudah mau bersahabat denganya.


"bagiku itu sudah cukup dia sangat manis ternyata jika berbicara terus"batin Nana.


Jam istirahat Nana menunggu di belakang sekolah seperti biasa,ia berharap Maria akan datang tapi ternyata tidak sama sekali.


Nana tampak sedih dan ia mencoba menyusuri kelas dan ternyata ia melihat Maria sedang menundukan kepalanya di meja.


Nana mencoba menarik rambut bergelombang gadis itu,Tapi Maria tidak juga melihatnya, hingga


Nana menarik rambutnya lebih kencang.


Akhirnya Maria menjerit dan kesal, ia melihat ke arah Nana.


Dan lagi-lagi gadis itu memanggilnya bodoh,tapi Nana menyukainya.


Nana dan Maria ke belakang sekolah bersama mereka makan dan minum bersama.


Nana semakin nyaman dengan keterbukaan dan tulusnya Maria .


ia bahkan tidak semunafik gadis lain yang mencari perhatian Nana.

__ADS_1


Hingga beberapa hari saja Maria sudah bisa senyaman itu bagi Nana.


Hari ini Nana mencari Maria yang tak kunjung datang juga,ia tampak tak bertenaga tidak melihat gadis itu.


Nana berjalan mengelilingi ruang kelas untuk mencapai kelas Maria, tapi dia tidak ada di kelasnya.


"Apa dia tidak sekolah ya"gumam Nana.


Nana terdiam di bangku depan taman ia melihat ke sekeliling mencari gadiss yang ia ingin lihat,tapi dapat bertemu juga.


Saat Nana terdiam dengan pikiranya sendiri,ia mendengar teriakan teman-teman sekolah nya yang sedang bermain bola voli,teman Nana memanggilnya.


Nana tidak menghiraukan teriakan temanya dari tadi,ia fokus mencari ke setiap sudut berharap melihat Maria.


Saat Nana sudah menyerah untuk tidak mencarinya lagi, ia mendengar teriakan Maria yang membuatnya berdiri dari duduknya.


Nana berjalan menghampiri kerumunan yang melihat permainan voli putri,ia membulatkan kedua matanya terkejut,tidak lama dari itu ia tersenyum sampai membuat para gadis menjerit memanggil namanya dan mendesak di kerumunanya.


"Dia bahkan bisa bermain voli? sangat keren "gumam Nana.


Nana seperti hidup kembali setelah ia jatuh tak berdaya.


Melihat Maria rambutnya yang di kuncir kuda,kulit putihnya tersorot matahari,membuat Nana tersenyum dan mengatakan bahwa gadis itu keren.


Nana di hampiri oleh teman-temanya, ia tak menghiraukan ocehan teman-temanya,pandangan Nana tidak berhenti melihat aktivitas Maria.


Ekspresinya berubah-ubah Kadang ia tersenyum,cemas dan gemas,melihat permainan di lapangan.


Karna matahari sudah trik permainan voli antar kelas Maria di berhentikan.


Nana melihat Maria yang dan duduk di bawah pohon,ia membeli air minum dan menghampiri Maria.


"Nih"ucap Nana memberikan botol air.


"Tidak usah nanti di bilang ciuman lagi"Cetus Maria.


"Hahaaha ini masih di segel"ucap Nana.


Nana melihat keringat yang bercucuran di kulit putih Maria, ia memberikan sapu tanganya.


"Untuk apa?tanya Maria.


"Usap keringat baumu itu."jelas Nana.


"Kenapa gadis ini tidak histeris saat aku mendekatinya ya"?batin Nana.


Nana dan Maria berbincang-bincang kesana kemari,Nana semakin mengagumi Maria yang polos ceria ini.


Hari ini janjian latihan di lapangan.


Nana bersiap-siap ia mengenakan parfum yang wangi agar tidak tercium bau keringat.


"Kenapa pake acara seperti ini sih,kaya mau ketemu pacar aja"gumam Nana ia tersenyum.


"Pacar juga gak apa-apa"ucap Ayah Nana.


"Apa sih yah gak lah"ucap Nana.


Nana kini sudah ada di lapangan ia melakukan pemanasan,sambil clingak clinguk ia mencari Maria dan ternyata dia belum datang.


"Apa dia tidak datang ya ?gumam Nana.


Saat pandanganya melihat ke arah pelatih yang sedang memarahi seseorang,Nana menghampirinya.


Dan ternyata Maria yang sedang di marahi oleh pelatih karnna telat.


Nana mencoba mengalihkan pembicaraan dan kini Maria tidak di marahi lagi.


Maria yang tersenyum ia berterima kasih pada Nana.


Nana bersemangat latihan bahkan beradu main dengan team putri.


Nana bersemangat sekali saat bersama Maria.


"Ada kamu aku jadi bertenaga seperti ini"batin Nana.


Mereka sudah beristirahat di bawah pohon bersama.


Nana dan Maria berbincang bercanda bahkan Nana selalu menjahili Maria.


Gadis itu berpamitan pada Nana dan berterimakasih.


Nana yang melihatnya terdiam dan tersenyum.


"Aku tidak tau kalo gadis itu sangat unik dan manis"gumam Nana.


Nana kembali ke rumah, sepanjang jalan ia selalu memikirkan Maria yang aktip dan manis.


"Rasanya pengen aku ke rumahnya, tapi kata temanya tidak pernah ada yang berani ke rumahny,ada apa ya"?ucap Nana membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Pagi ini Nana seperti biasa ia menungggu Maria di gerbang depan, ia dengan wajah sumringah,berdiri di pintu gerbang.


Tidak lama Maria datang dengan temanya,ia melihat Maria dan tersenyum menyapa..


"Hai girls?sapa Nana.


"Hmm,, kamu disini?"tanya Maria.


Nana mengangguk ia melihat tangan Maria yang di bunngkus oleh sapu tangan yanng Nana berikan padanya.


"Kamu kenapa?ucap Nana meraih tangan Maria.


"Tidak apa-apa hanya kena air panas saja"jelas Maria.


"Apa sudah di obati?tanya Nana cemas.


"Hmmmm"ucap Maria.


Maria melengos pergi melewati Nana yang cemas.


"Huh gadis ini tidak bisa jaga diri"gumam Nana.


Maria yang mau ke kantin,tanganya di tarikk oleh Nana dan membawanya ke belakang sekolah.


Mereka duduk Nana meraih tangan Maria yang di bungkus sapu tangan.

__ADS_1


"Astaga ini tangan sampai mereh matang begini apa yang dia lakukan"Batin Nana.


Nana mengolesi tangan Maria dengan salep yang ia beli di toko tadi.


"Apa sakit?tanya Nana.


Maria menggelengkan kepalanya.


Nana menekanya,ia ingin tau apa benar tidak sakit atau dia menahanya.


"Uuuhhhm"ringis Maria.


"Sakit?tanya Nana.


"Hmmm"Maria mengangguk cemberut.


Nana mengolesnya lembut perlahan, ia melihat mulut cemberutnya Maria yang lucu.


"Dia sangat manis"batin Nana.


"Nanti olesi lagi ya agar cepat reda"ucap Nana memberikan obatnnya.


Maria mengangguk dan tersenyum.


"Astaga dia sangat manis saat menurut begini"Batin Nana.


"Lalu bagaimana latihanya?tanya Nana.


"Aku tidak tau sakit"ucap Maria memajukan bibirnya.


"Gila bisa gila gw liat dia semanis ini"batin Nana.


"Kenapa bisa sampai kena air panas sih?tanya Nana.


"Kemarin waktu pulang latihan aku tidak sengaja terjongkok dan malah memasukan tanganku ke panci berisi air panas"jelas Maria.


"Dasar bodoh"ucap Nana.


"Kamu yang bodoh"tangkis Maria.


"Kamu yang bodoh"ucap Nana.


"Kamu"Maria


"Kamu"Nana


"Kamu"Maria


"kamu emang bodoh"ejek Nana.


"Kam"ucapan Maria terhenti saat Nana menutup mulut Maria dengan jari tanganya.


Maria membulatkan kedua matanya, ia terdiam dan mengangguk.


Saat Maria mengangguk terdiam, Nana mencium bibir Maria satu kecupan tipis.


Maria terkejut dengan tingkah Nana, wajahnya memerah ia hanya terdiam saat kecupan Nana yang singkat,ia melihat Nana tersenyum.


Maria berdiri dan hendak pergi ia terhenti dan berbalik.


"Terimakasih"ucap Maria.


Nana yang mendengar dan melihat Maria berlalu pergi,ia tersadar dengan apa yang ia lakukan.


"Ciuman pertamaku?ucap Nana.


Nana tersenyum mengingat apa yang dia lakukan,ia sangat bahagia.


"Baiklah besok aku lakukan saja"gumam Nana.


"Bibirnya kenyal juga manis"gumam Nana tersenyum.


Hari ini hati Nana sangat bahagia, ia tidak hentinya memikirkan wajah Maria yang memerah tadi, senyumanya yang manis polos, juga ciuman pertamanya,Nana yakin bahwa itu juga ciuman pertama Maria.


Karna reaksi Maria yang terkejut dan langsung menghindar.


"Mungkin dia akan merespon jika dia sudah pernah melakukanya kan?batinNana.


Saat pulang sekolah Nana melihat Maria,Yang juga melihat ke arah Nana.


"Mau pulang,aku antar ya?ucap Nana.


"Tidak usah "cetus Maria.


"Kenapa??tanya Nana.


"Tidak apa-apa kami duluan ya daah"teriak Maria berlari meninggalkan Nana ia sempat tersenyum.


"Ada apa denganya apa dia marah?gumam Nana.


Nana melangkah berbalik ke arah berlawanan dengan arah rumah Maria.


"Mungkin besok aku coba mengatakanya saja biar gak kaya gini"ucap Nana ia berlalu pulang.


Pagi ini Nana terbangun kesiangan, ia tidak bisa tidur tadi malam karna memikirkan kejadian ia mencium Maria kemarin.


Nana berlari tapi di balik larinya ia tak hentinya tersenyum,apalagi mengingat ia akan mengutarakan perasaanya pada Maria hari ini.


Untuk pertama kali Nana tidak berdiri di gerbang lagi menunggu Maria karna ia kesiangan,Nana bergegas masuk ke kelasnya disana sudah ramai teman-temanya menyorakinya.


"Heii broww tambah keren aja lu" teriak Iwan pada Nana.


Nana yang masih bingung dengan tingkah teman-temanya,Nana duduk di kursinya dan sudah ada amplop berpita pink di mejanya.


"Huuh surat cinta broowww"teriak Iwan dan teman-temanya.


"Dari siapa?tanya Nana.


"Mana ku tau lu buka lah"ucap Iwan.


Nana kebingungan ia membuka amplop tersebut dan membaca isi surat itu dan melihat pengirimnya.


"Maria"Batin Nana.


"Wooyyy Maria namanya Maria bro" teriak Iwan teman-temanya bersorak .

__ADS_1


Nana terkejut dengan sorakan teman-temanya,ia masih bingung dengan isi surat ini.


"Apa iya Maria memberiku surat ini? Batin Nana.


__ADS_2