
MALAM Telah cepat berlalu dan pagi hari kini telah tiba. ibu Susi sudah bangun sejak tadi pagi dan ia sudah berpakaian seragam kerja nya. ia kini sedang sarapan diruangan meja makan nya dan kemudian ia menyuruh pembantu rumah nya membangunkan Karina untuk sarapan pagi.
"Non Karina banguuun..., Non Karina banguuun,..." ucap pembantu itu sembari mengetuk pintu kamar Karina. Karina yang ternyata sudah bangun sejak subuh tadi itu masih dalam keadaan tertidur memakai mukena nya di atas sajadah nya. ia sebelum nya memang melaksanakan shalat subuh dahulu dan setelah berdoa ia tertidur lagi karena masing mengantuk.
Pembantu rumah itu yang mencoba membuka pintu kamar Karina pun terpaksa kembali lagi ke hadapan majikan nya, karena tetap tak mendapat jawaban dari dalam dan pintu tersebut masih seprti nya masih terkunci dari dalam.
"permisi ibu, non Karina seperti nya masih tertidur didalam kamar nya. saya sudah memanggil nya tadi, tapi tak ada jawaban. pintu nya pun terkunci dari dalam, bu."
"oh yasudah kalau begitu, nanti bibi katakan kepada Karina kalau ia sudah bangun. ibu pergi berangkat kerja dulu dan bicarakan juga kepada Rehan, bahwa ia nanti harus mengantar Karina ke tempat tujuan nya."
"baik ibu." ujar pembantu itu dengan sopan dan kini ibu Susi sudah pergi berangkat bekerja sebagai seorang ketua polisi wanita berpangkat Bripda.
Dirumah nya paman Wahyu, ibu nya Karina sudah bangun juga sejak subuh tadi. ia kini sedang duduk menonton televisi di ruangan televisi rumah nya paman Wahyu sendirian, ia sedang mencari-cari berita tentang anak nya. tetapi lama nya ia mencari, tetap saja tak kunjung muncul berita tentang anak nya. kemudian muncul paman Wahyu yang baru saja selesai mandi dan ia berkata,
"kak sarapan pagi dulu, ibu nya Wulan sudah buat sarapan buat kakak."
"iya sebentar dik. nanti kakak kesana." ujar ibu nya Karina dan paman Wahyu hanya mengangguk saja sembari berlalu masuk ke dalam kamar nya.
Seperti biasa pagi itu Rehan baru selesai lari pagi keliling komplek perumahan. rutinitas tersebut selalu ia lakukan jika pagi hari telah tiba dan kini ia sudah memasuki gerbang rumah nya. ketika gerbang rumah nya dibuka oleh pak satpam rumah tersebut, mobil ibu nya keluar rumah dan berpas-pasan dengan Rehan.
"Rehan, nanti jangan lupa antar Karina Pergi Ke tempat Tujuan Karina ya." ujar seruan ibu nya di dalam mobil yang kaca nya terbuka.
"iya mama." ujar Rehan dan kini mobil ibu nya sudah berlalu dari hadapan nya.
Rehan masuk ke dalam rumah nya dan pergi ke dalam kamar nya. ketika ia akan naik ke tangga lantai dua tempat kamar nya berada, ia berpas-pasan dengan Karina yang baru keluar dari dalam kamar nya. keadaan Karina hanya memakai anduk saja dan membuat Rehan segera menutup mata nya.
__ADS_1
"aaaa...!" teriak Karina karena ia malu diri nya dilihat oleh Rehan dan Rehan segera berkata.
"cepat sana kau pergi ke kamar mandi!" tegas Rehan dan membuat Karina segera pergi tanpa permisi lagi. setelah Karina pergi, Rehan mengusap-usap dada nya sembari berkata.
"putih sekali kulit tubuh anak itu! duh bikin jantungan saja anak itu!" ujar batin Rehan dan ia segera pergi ke lantai dua dan masuk dalam kamar nya.
Karina yang sudah pergi ke dapur dan masuk ke dalam kamar mandi pun segera membatin.
"gila! kekar sekali badan anak mama itu! pasti dia rajin olahraga! terbukti dari keringat yang membasahi baju ketat nya itu!" ucap Karina pelan dan ia segera bergegas mandi pagi. Rehan pun segera mandi pagi juga dan ia mandi dikamar mandi yang ada di dalam kamar nya, ketika ia mandi pikiran nya selalu membayang kecantikan Karina dan lekuk tubuh nya yang lumayan langsing. ia pun sempat membandingkan nya dengan pacar nya,
"aku rasa lekuk tubuh Nikita kalah langsing dengan si anak kampung itu! soal buah dada pun lebih besar si anak kampung itu, hmmm mungkin itu hanya pengaruh kandungan nya saja kali kalau besar juga." ujar batin nya Rehan disela mandi nya dan ia segera cepat menyelesaikan mandi nya.
Agak lama Karina mandi, Rehan sudah selesai berpakaian rapi dan sesuai janji nya kepada ibu nya, hari itu Rehan akan mengantar Karina pergi ke tempat Rangga berada. kini Rehan sedang sarapan pagi dan kemudian ia melihat sekilas Karina melintas didepan nya dan masih memakai anduk yang menutupi badan nya.
"hei anak kampung! lama sekali kau mandi nya hah!? aku sudah sejak tadi menunggu mu tahu!" sentak Rehan sedikit kesal dan Karina menatap nya sembari berkata membalas nya.
"dasar anak kampung tak tahu diri!" sentak Rehan dan ia segera menghabiskan makanan sarapan pagi nya.
Karina buru-buru memakai pakaian dan berdandan, karena ia ingat hari itu ia akan diantar pergi ke tempat Rangga berada. setelah berdandan, Karina segera keluar kamar menuju Rehan berada.
"aku cari-cari ternyata kau ada disini, anak mama." ucap Karina meledek Rehan dan Rehan tak menjawab nya. ia berada di ruangan tengah rumah nya dan ia sedang memegang bingkai poto keluarga, lalu Karina mendekati nya dan bertanya.
"kau sedang apa??? apakah itu ayahmu???" tanya Karina yang sudah melihat bingkai poto yang dipegang Rehan.
Rehan hanya menghembuskan napas nya saja, lalu ia menaruh bingkai poto itu di atas meja. kemudian ia berkata,
__ADS_1
"ya dia memang ayah ku. tapi dia sudah tiada,..."
"tiada? maksud mu ayah mu sudah meninggal dunia?" Rehan hanya mengangguk dan kemudian Karina berkata,
"nasib mu tak jauh beda dengan diri ku ya, hehehe" ucap Karina sengaja bergurau agar suasana ditempat itu tak senggang dan kaku.
"maksudmu???" tanya Rehan tak mengerti dan Karina menjelaskan nya.
"ayahku telah pergi meninggalkan ku ketika aku masih dalam kandungan, menurut cerita ibu ku ayahku adalah seorang pebisnis yang selalu pergi ke luar kota."
"jadi ayah mu itu masih hidup atau sudah meninggal sebenar nya???" tanya Rehan penasaran,
"entahlah, aku tak tahu akan soal itu. mungkin sudah meninggal atau masih hidup. soal nya ibu ku sudah bercerai dengan ayah ku ketika aku masih dalam kandungan."
"oh jadi begitu cerita nya, hmm kasihan sekali dirimu. tapi lebih kasihan lagi akan calon anak mu nanti, apakah laki-laki yang bernama Rangga itu akan bertanggung jawab???" Karina menunduk dan mengusap perut buncit nya sembari berkata.
"itu yang aku takutkan, tapi jika ia menolak dan mengelak dari tanggung jawab, aku akan melaporkan nya kepada ibu mu karena aku punya banyak bukti untuk melaporkan Rangga ke penjara!"
"ya ada baik nya kau laporkan saja nanti biar si Rangga itu jera dan mau bertanggung jawab."
"iya terima kasih kau sudah mau menolong ku, anak mama." ucap Karina memandang Rehan dengan senyuman manis dan membuat Rehan menggeragap seraya berkata.
"kalau ibu ku tak menyuruhku, mana mau aku mengantarkan mu."
"ah masa?" tanya Karina bertanya dan membuat Rehan menjawab nya dengan alasan.
__ADS_1
"sudah ayo pergi! sebentar lagi siang!" Karina hanya mengangguk saja dan kini mereka pergi ke luar rumah dan masuk ke dalam mobil nya Rehan.