DEMI CINTA

DEMI CINTA
UCAPAN PENUH ARTI


__ADS_3

REHAN Pun menjelaskan kepada Karina maksud dari obrolan yang akan mereka rundingkan itu.


"begini sayang, kau pun tahu sendiri bahwa Dewi adalah perempuan yang mencoba ingin mendekati ku. aku sadar diri bahwa aku sudah memiliki mu dan tak mungkin juga aku memberi hatiku untuk Dewi."


"terus...???" tanya Karina dan Rehan melanjutkan ucapan nya.


"aku ingin menjodohkan Dewi dengan Doni, maka dari itu aku minta saran dari mu sayang."


"mengapa harus minta saran kepada ku sayang???" tanya Karina heran dan Doni pun segera berkata menyela.


"begini mbak Karina, Dewi itu seorang perempuan dan sama seperti mbak Karina ini. jadi bagaimana pendapat mbak Karina ini tentang perasaan wanita yang awal nya tak menyukai seseorang yang baru ia kenali, bisa sampai menyukai seseorang yang awal nya tak disukai nya itu setelah mengenal nya dengan dekat. sebenar nya Dewi itu adalah perempuan yang sebenar nya sedang aku incar dab bos Rehan lah yang merekomendasikan nya kepada ku agar aku mencoba mengenal Dewi dan kalau perlu bisa menjadikan nya menjadi seorang istri." lalu Rehan pun menimpali ucapan Doni.


"betul apa yang dikatakan mas Doni ini sayang, daripada Dewi selalu mengincarku dan mencoba mendekati ku. lebih baik aku jodohkan kepada mas Doni yang belum laku-laku ini, apa menurut mu rencana ku ini akan berhasil atau gagal sayang???"


"tergantung." ujar Karina datar dan tatapan mata nya mulai serius menatap hidangan yang di sajikan untuk tamu.


Doni dan Rehan menatap Karina karena mereka tak mengerti apa yang dikatakab nya itu, Karina yang merasa ditatap seperti itu oleh kedua laki-laki itu mulai berkata lagi.


"menurut pandangan ku sebagai seorang perempuan, perasaan wanita itu ribet dan sukar sekali ditebak. seperti contoh, hmm..." Karina berguman dan merenung sejenak. lalu ia menatap Rehan dan bertanya,

__ADS_1


"tak apa kan aku menceritakan perasaan pribadi ku kepada mu dulu, kepada mas Doni sayang???"


"silahkan saja sayang, tapi jangan bicara yang aneh-aneh loh." ujar Rehan mewanti-wanti dan Karina pun paham maksud Rehan itu.


Lalu Karina pun memulai cerita soal perasaan pribadi nya itu.


"dulu, ketika awal aku bertemu dengan Rehan. aku tak memiliki perasaan cinta atau suka terhadap nya mas Doni. malah pertemuan pertama kami seperti anjing yang bertemu dengan kucing, yang jika bertemu selalu saja bertengkar. pahamkan maksud perkataan ku ini mas Doni???" Doni mengangguk tanda memahami ucapan Karina dan Rehan pun membenarkan ucapan Karina itu bahwa ketika ia pertama kali bertemu dengan Karina dirumah tersebut, ia habis dipukuli oleh Karina memakai bantal sofa dan sampai diteriaki maling segala oleh Karina.


Doni yang mendengar penjelasan tersebut dari Rehan pun semakin tertarik mendengar nya. setelah Rehan menjelaskan awal pertemuan Karina dan diri nya pada saat yang telah lalu, Karina pun meneruskan ucapan nya lagi.


"menurut pandangan pribadi ku, sebenar nya cinta itu tumbuh bukan dari mata turun ke hati mas Doni, tetapi melainkan dari mulai perkenalan, pengertian dan perhatian. ketika awal aku bertemu dengan Rehan dirumah ini, aku tak menaruh rasa cinta dan suka sedikit pun terhadap nya. malah aku merasa sebal jika menatap nya dan setiap kali kalau kami sedang berpas-pasan bertemu, pasti ada saja perang mulut ribut-ribut kecil dan membuat mama nya Rehan segera menengahi keributan kami itu. tetapi lambat laun seiring aku mengenal Rehan lebih jauh lagi, tentang siapa Rehan ini dan bagaimana watak serta sikap nya. perlahan perasaan suka dan cinta itu tumbuh tanpa aku sadari sebelum nya. walaupun saat itu aku tak berani mengungkapkan nya langsung kepada calon suami ku ini. ternyata bukan aku saja yang merasakan hal itu, Rehan pun merasakan nya juga. benarkan sayang???" Rehan mengangguk dan Doni pun manggut-manggut mendengar curhatan Karina tentang perasaan nya yang dulu terhadap Rehan ketika mereka pertama kali baru saja bertemu.


"setelah aku mengenal siapa Rehan lebih dalam lagi, akhir nya aku jatuh cinta kepada nya walaupun untuk mendapatkan cinta nya Rehan itu tak mudah. pasti ada saja masalah yang mencoba membuat ku benci terhadap Rehan. tetapi setelah aku pikir-pikir, setiap permasalahan itu pasti ada solusi nya untuk diselesaikan. aku pernah berniat untuk bertindak semau diriku ketika masalah itu datang merenggut kebahagian ku dengan Rehan. tetapi akhir nya aku yang menyesal karena tak memikirkan akibat buruk nya terhadap diriku ini. maka dari itu, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab dan selalu menepati janji nya. seorang laki-laki yang memiliki jiwa dan pendirian seperti itu, pasti akan membuat wanita yang tak mencintai nya bakal luluh dan jatuh cinta." lalu Rehan menimpali,


"dan sekarang sudah terbukti, kau lihat kami Don. apa yang dikatakan calon istri ku ini?"


"ya aku percaya akan kisah cerita cinta kalian berdua dan aku sangat kagum sekali mendengar nya. tetapi apakah hal itu akan berlaku bagi ku dan juga Dewi??? aku mengenal nya pun baru lewat pandangan mata saja dan belum bisa dekat seperti kalian berdua ini." ucapan Doni itu segera disela oleh Rehan.


"kau tak perlu bingung akan soal itu, aku sudah menyuruh Lucy untuk membicarakan hal ini juga kepada Dewi. aku pun mengatakan kepada Lucy, agar ia menyampaikan ucapan ku kepada Dewi untuk tidak mengejar-ngejar ku lagi. aku juga katakan bahwa calon istri ku ini galak dan kalau sudah marah pasti dia bakal dimakan nya."

__ADS_1


"hust! bicara apa sih kamu sayang!?" tanya Karina mulai marah.


"maaf sayang, aku hanya bercanda berkata begitu hanya untuk menakut-nakuti Dewi saja."


"ya tapi kan tak perlu mengancam dengan memakan nya, memang nya ku kanibal yang doyan memakan daging manusia!?"


"iya maaf sayang ku, sudah jangan marah melulu. nanti cantik nya pudar loh." goda Rehan dan membuat Karina bersikap biasa saja tak merespon nya.


Doni yang melihat Karina dan Rehan itu pun segera bertanya,


"lalu apakah rencana mu ini akan berhasil bos???"


"semoga saja, oh iya aku baru ingat!" ujar Rehan menatap Doni dengan kaget dan membuat Karina penasaran.


"apa yang kamu ingat sayang???" Rehan pun menatap Karina dan Doni bergantian seraya berkata.


"seperti nya rencana ini akan berhasil jika kita memakai uang." Karina dan Doni menatap heran kepada Rehan dan Rehan pun belum melanjutkan ucapan nya karena ia minum air teh yang ada dimeja yang sebelum nya sudah disediakan itu.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2