DEMI CINTA

DEMI CINTA
KISAH HIDUP RANGGA SUDAH BERAKHIR


__ADS_3

MOBIL Rehan kini sudah sampai didepan rumah nya paman Karina. pada saat itu Karina beserta keluarga paman nya sudah bersiap juga untuk pergi menuju kantor polisi tempat Rangga ditahan.


"kebetulan sekali kamu datang tepat waktu sayang." ujar Karina yang kini sedang memeluk Rehan karena ia sudah sangat rindu sekali kepada nya.


"iya sayang." ujar Rehan, lalu ia bersalaman kepada ibu nya Karina dan kedua orang tua Wulan.


Pada saat itu Rehan segera mengajak Karina dan keluarga nya untuk segera bergegas pergi ke kantor polisi. ibu nya Karina ikut didalam mobil paman Wahyu dan istri serta anak nya dan Karina berada didalam mobil Rehan. kini mereka sudah berjalan menuju kantor polisi tempat Rangga ditahan. disamping itu, Nikita dan keluarga nya pun sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi tempat Rangga ditahan. mereka berada di dalam mobil nya Piko dan didalam mobil itu mereka berbincang-bincang.


"jadi laki-laki yang telah mengecewakan mu itu kini sudah ditangkap sekarang sayang???" tanya Piko kepada Nikita yang duduk dikursi depan samping nya, sedangkan kedua orang tua Nikita duduk dibelakang.


"iya sayang, aku sudah tak sabar ingin memarahi nya! jika aku ingat dulu tentang ucapan rayuan nya yang manis itu, aku merasakan diriku ini adalah wanita bodoh yang mudah dipengaruhi oleh rayuan gombal seperti itu."


"benarkah? jadi kau suka pada nya karena dia jago menggombal???"


"bukan karena itu,..." ucap Nikita tak jadi meneruskan ucapan nya karena ia teringat akan Rehan yang sudah ia duakan demi Rangga.


"bukan karena apa sayang???" tanya Piko penasaran dan Nikita menjadi gugup dibuat nya. kedua orang tua Nikita yang sejak tadi mendengarkan obrolan kedua nya segera berkata menengahi,


"mungkin karena Rangga itu adalah orang tipe nya Nikita, Piko. jadi wajar saja ia mudah terpedaya rayuan nya itu." ujar ayah nya Nikita dan ibu nya Nikita pun membenarkan.


"oh jadi begitu,..." ujar Piko manggut-manggut mempercayai ucapan kedua orang tua Nikita. saat itu Nikita hanya berkata membenarkan nya juga dan dalam hati ia mrmbatin,


"untung ada ibu dan ayah yang mengerti akan masalah ku dengan Rangga dan Rehan, jadi kedua orang tua ku pun membelaku." setelah membatin begitu Piko berkata lagi.


"kemana lagi arah yang kita tuju? di depan ada jalan persimpangan." lalu Nikita pun menunjukan arah menuju kantor polisi tempat Rangga ditahan dan kini mobil tersebut sudah melaju ke kantor polisi itu.

__ADS_1


Disisi lain nya, pak produser nya Rangga yang masih ada kaitan nya dengan Rangga pun segera mendatangi apartemen nya Usman. disana ia bertemu dengan Usman dan pacar nya,


"pak produser ada apa?" tanya Usman dan pak produser pun menjawab nya.


"ayo ikut dengan bapak ke kantor polisi."


"kita mau di apakan pak???" tanya pacar Usman kaget dan takut, lalu pak produser segera menjawab nya.


"kalian berdua tak akan di apa-apakan, kalian berdua hanya ikut menemani bapak ke kantor polisi karena Rangga sekarang sudah ditangkap." mendengar ucapan pak produser tersebut, Usman dan pacar nya saling tatap. kemudian pak produser menambahkan ucapan nya lagi,


"pak polisi menyuruh bapak untuk mengajak orang yang pernah dekat dengan Rangga, hanya untuk dimintai kesaksian atas kasus Rangga yang nanti akan dilakukan didalam sidang pengadilan."


"oh begitu, baiklah kalau begitu pak. kami siap-siap dulu." ujar Usman dan pak produser pun menunggu Usman dan pacar nya itu bersiap-siap berganti pakaian. setelah mereka selesai, mereka bertiga segera pergi ke kantor polisi tempat Rangga ditahan memakai mobil nya pak produser.


"maksud ibu bagaimana???" pertanyaan Randi tersebut segera dijawab oleh sosok yang merasuki Rangga.


"sebenar nya ibu tak tega untuk membunuh anak sendiri, tetapi setelah ibu pikir-pikir ternyata Rangga begitu tega menelantarkan ibu yang sudah gila dan sakit-sakitan kala itu. maka ibu memutuskan untuk menarik nyawa Rangga dari raga nya agar Rangga bisa menemani ibu di alam gaib ini." ucapan teraebut membuat pak Samsudin berkata,


"apakah ibu tak menyalahi kodrat untuk membunuh anak sendiri dengan cara seperti itu...???" pertanyaan pak Samsudin segera dijawab oleh sosok yang merasuki Rangga.


"apa bapak pikir orang yang belum siap mati lalu besok nya ia mati karena terlindas kereta, apakah itu nama nya tak menyalahi kodrat juga...???" pak Samsudin terdiam mendengar ucapan tersebut dan kemudian ia paksakan menjawab nya.


"terserah ibu saja kalau begitu, saya hanya memberi pengarahan saja. jika hal itu membuat ibu senang, lakukanlah." ucapan pak Samsudin tadi segera dijawab oleh Randi.


"jadi sosok ibu ku yang merasuki Rangga ini akan mengambil jiwa nya pak?"

__ADS_1


"benar mas,.." jawab pak Samsudin dan membuat Randi menjadi lemas mendengar nya.


Ibu Susi yang mendengar obrolan tersebut pun berkata,


"jadi kalau begitu, kasus ini akan ditutup dan kasus ini tak akan sampai ke pengadilan Karena tersangka dianggap telah meninggal dunia."


"lebih baik begitu..." ujar sosok yang merasuki Rangga, lalu ia lanjut berkata lagi.


"daripada anak ku ini dihukum mati atau dipenjara seumur hidup atas kelakuan nya itu. lebih baik aku ringankan penderitaan nya didunia dan biar anak durhaka ku merasakan sakit nya siksa kubur seperti yang pernah aku alami." ucapan tersebut membuat mereka yang ada di situ merinding.


Kemudian Randi pun berkata bernada sedih.


"baiklah jika itu keputusan ibu, Randi tak mau membantah nya. Randi sudah mengiklaskan kepergian ibu dan juga Rangga."


"terima kasih nak, ibu bangga punya anak seperti mu." lalu sosok itu berkata lagi,


"jika nanti Rangga sudah tiada, ibu mohon kuburkan jasad Rangga didekat makam ibu yang berada di pemakaman umum kampung kebon kopi. disanalah ibu disemayamkan dan carilah nama 'Ibu Maesaroh Binti Asiah'."


"baik ibu Randi akan menepati permohonan ibu itu." lalu seketika itu juga badan Rangga mengejang dan suara serak terdengar dari mulut Rangga.


Randi dan orang yang ada disitu dibuat kaget dengan Rangga yang tiba-tiba seperti itu dan kedua tangan Rangga seakan mencekik leher nya sendiri. Randi sudah menjauhi Rangga yang seperti ayam disembelih itu dan pecah tangis mulai terdengar dari Randi setelah tubuh Rangga terdiam untuk selama-lama nya. ibu Susi pun tak kuasa menahan tangis nya dan para anak buah nya pun ikut menangis juga karena mereka merasakan kesedihan dengan apa yanh mereka lihat itu. pak Samsudin yang bisa melihat hal gaib pun melihat arwah ibu nya Rangga keluar dari tubuh Rangga beserta arwah Rangga juga. kedua arwah itu terbang melesat ke atas bersamaan dengan jatuh nya Randi dilantai karena ia tak kuat menahan tubuh nya untuk berdiri. apa yang Randi lihat itu akan menjadi kisah tragis dan memilukan di dalam hidup nya Randi tentang ibu kandung nya dan adik nya yang bernama Rangga itu. kini semua Kisah tentang Hidup Rangga Sudah Berakhir dengan akhir kisah yang sangat buruk karena telah dibunuh oleh ibu kandung nya sendiri yang telah mati akibat ditelantarkan oleh Rangga sendiri hingga meninggal nya penuh dengan penyesalan.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2