DEMI CINTA

DEMI CINTA
SEPASANG BAJU PENGANTIN


__ADS_3

REHAN Kini sudah pulang ke rumah nya dan waktu itu waktu sudah berganti malam sekitaran jam tujuh malam. Rehan melihat mobil ibu nya sudah terparkir dihalaman rumah itu dan ia membatin,


"tumben mama jam segini sudah pulang?" kini Rehan pun segera masuk untuk menemui ibu nya. setelah Rehan masuk ke dalam rumah nya, ia mendapati ibu nya sedang berada didalam ruangan tamu bersama para pembantu rumah tersebut. terlihat ibu nya Rehan sedang duduk di lantai beralaskan permadani, ia bersama para pembantu rumah tersebut sedang memilih dan memilah sepasang baju pernikahan yang jumlah nya lumayan banyak.


Model nya bagus-bagus dan terlihat kelihatan mewah serta bahan nya terlihat mahal. Rehan mendekati ibu nya dan ibu nya menyadari bahwa anak sewata wayang nya sudah pulang,


"tumben kamu pulang malam sayang? habis dari mana memang nya???" lalu Rehan duduk didekat ibu nya seraya menjawab.


"Rehan habis mengantarkan surat undangan ke kantor pos, setelah itu pergi ke rumah nya Nikita untuk memberikan surat undangan pernikahan kepada Nikita dan keluarga nya." ibu Susi menatap anak nya sejenak seraya bertanya,


"lalu apa reaksi mereka akan kedatangan mu yang memberikan surat undangan pernikahan itu nak?"


"Nikita dan ibu nya kaget awal nya, kami hanya mengobrol sebentar dan setelah itu Rehan pamit karena tak mau berlama-lama disana ma."


"hmm begitu, lalu ayah nya Nikita memang nya tak ada dirumah?"


"ada seperti nya mama, tadi Rehan melihat mobil nya Piko dan terlihat juga banyak sandal dirumah tersebut. seperti nya keluarga Nikita dan keluarga nya Piko sedang berada dirumah itu, entah mereka sedang mengobrolkan apa." ibu Susi manggut-manggut mendengar ucapan Rehan, kemudian Rehan segera bertanya.


"mama sebenar nya sedang apa sih? ini pakaian pengantin darimana ada sebanyak ini???" tanya Rehan penasaran akan apa yang sejak tadi dilakukan oleh ibu nya dan para pembantu rumah itu.


"oh ini adalah baju pengantin bekas mama dan mendiang papa mu dulu, nak. masih bagus-bagus kan? mama pikir daripada menyewa baju pengantin..., mending pakai yang ada saja. lagi pula baju-baju pengantin ini masih bagus-bagus kok sayang." Rehan kemudian melihat-lihat baju pengantin berpasangan itu dan mencari-cari yang menurut nya cocok bagi nya.

__ADS_1


"silahkan kamu pilih sendiri sayang, kalau menurut mu tak ada yang cocok. nanti mama akan carikan baju pengantin yang cocok untuk mu dan Karina."


"tak perlu mama, semua baju pengantin ini bagus semua. Rehan suka terhadap warna dan bahan nya, lagi pula ini adalah baju pengantin bekas mama dan mendiang papa waktu menikah dulu. tak ada salah nya kan Rehan memakai semua baju pengantin ini nanti mama?" ibu Susi tersenyum menatap anak nya seraya berkata.


"tak ada salah nya kok sayang, lalu kamu mau pakai yang mana? tak mungkin kan kamu mau pakai semua baju pengantin ini???" Rehan lalu menatap ke arah Sepasang Baju Pengantin yang menurut nya cocok untuk ia pakai bersama Karina.


Lalu Rehan pun memilih tiga pasang baju pengantin yang masih bagus itu dan ibu Susi pun kemudian menyuruh pembantu rumah nya untuk menggosok baju pengantin tersebut dan sekalian membereskan lagi baju pengantin yang tak akan digunakan itu. setelah ibu Susi menyuruh semua pembantu nya itu, Rehan pun pamit dulu kepada ibu nya untuk berganti pakaian dan ibu nya akan menunggu nya diruangan meja makan untuk melakukan makan malam bersama. disatu sisi Karina sedang berbincang dengan teman-teman sebaya nya diteras rumah nya itu, teman sebaya Karina yang diantara nya sudah ada yang menikah dan ada juga yang masih gadis. mereka sedang berunding dengan Karina untuk nanti mereka menjadi penyambut tamu undangan diacara pernikahan Karina dan Rehan.


Sedangkan ibu nya Karina sedang mengobrol dengan beberapa ibu-ibu warga kampung itu dan diantara nya ada bibi Mega yang sudah datang bersama paman Wahyu dan anak nya ketika sore tadi. mereka sedang membahas pembuatan kue dan masakan yang nanti akan dihidangkan diprasmanan. semua bahan makanan yang akan diolah sudah tersedia semua karena ibu Susi yang sudah mengirimkan semua bahan nya melalui mobil-mobil losbak ke rumah tersebut. malam jum'at itu semua aktivitas pembuatan tenda dan atribut acara pernikahan semua nya sudah selesai dikerjakan dan hanya tinggal menunggu akad pernikahan nya nanti.


Rehan sudah berganti pakaian dan kini ia sedang duduk diruangan meja makan bersama ibu nya. seperti biasa disela makan malam mereka pun berbincang,


"apa mental kamu sudah siap jika nanti pas akad pernikahan mu dengan Karina sudah dimulai nak???"


"baguslah kalau begitu, lalu setelah kalian sudah resmi menikah nanti, kalian akan pergi bulan madu kemana?" pertanyaan tersebut membuat Rehan terkejut sejenak dan ibu nya bertanya,


"mengapa kamu terkejut nak?"


"tak apa kok mama, Rehan hanya kaget saja akan pertanyaan mama tadi." ibu Susi hanya tertawa pelan saja terhadap anak nya yang sedikit malu itu, kemudian Rehan berkata lagi.


"Rehan awal nya berniat ingin mengajak Karina liburan ke luar negeri bu."

__ADS_1


"ke luar negeri?" tanya ibu nya Rehan dan Rehan mengangguk seraya bertanya.


"apakah ibu keberatan?"


"bukan soal keberatan nak, mama hanya takut saja terjadi apa-apa kepada kalian disana."


"tak akan terjadi apa-apa kok mama." ujar Rehan lagi dan ibu nya Rehan pun berkata,


"nak..., yang nama nya hari apes tak ada dikalender. apalagi sepasang pengantin yang baru saja menikah, sangat dilarang untuk pergi jauh-jauh sebelum masa pernikahan nya itu genap tiga bulan."


"masa sih mama? mama tahu darimana akan soal itu?" tanya Rehan penasaran.


Ibu Susi pun menatap anak nya yang sesekali makan itu dengan pandangan serius,


"asal kamu tahu nak, mama dulu nya adalah orang kampung yang tinggal diperkampungan pelosok. jadi mama tahu soal itu dari adat dikampung mama, karena dulu sudah banyak kejadian naas yang pernah menimpa sepasang pengantin yang baru menikah."


"wah ngeri juga kalau begitu mama. lalu apakah Rehan dan Karina nanti tak boleh pergi jauh-jauh selain ke rumah ini dan rumah nya Karina???"


"kalau soal itu tak apa-apa sayang, asal kamu selalu hati-hati."


"baiklah mama kalau begitu, Rehan sudah memutuskan untuk bulan madu dikampung nya Karina saja. lagi pula suasana dikampung Karina masih bagus dan asri pemandangan nya."

__ADS_1


"kalau begitu mama setuju nak, buat apa pergi jauh-jauh sedangkan yang dekat saja lebih bagus suasana nya." ujar ibu Susi lagi dan membuat Rehan kini membulatkan tekad nya untuk tidak akan membawa Karina bulan madu ke luar negeri. kini Mereka lanjut makan malam lagi dan setelah selesai, mereka masing-masing lanjut tidur dan esok pagi nya mereka berdua akan pergi ke kampung nya Karina untuk mengurus acara pernikahan Rehan dan Karina nanti.


__ADS_2