
NIKITA Kini sudah berada di dalam kamar nya setelah ia ditenangkan oleh ayah dan ibu nya. awal nya Nikita ingin menggugurkan kandungan nya, tetapi ayah dan ibu nya menolak dan berkata akan marah besar jika Nikita nekat melakukan nya. kini Nikita berbaring diranjang nya dan berkali-kali ia menghubungi Rangga, tetap tak ada jawaban sama sekali. puluhan SMS ia kirim kepada Rangga, tetap sama sekali tak ada balasan.
Hingga akhir nya Nikita pun menyerah untuk menghubungi Rangga lagi. disamping itu, ia menyesal sudah menduakan Rehan demi Rangga. Rehan adalah sosok laki-laki yang selama berpacaran dengan nya selalu menjaga kehormatan dan kesucian kewanitaan nya. Nikita menyesal telah terpedaya rayuan Rangga yang ingin mempersunting nya dan akhir nya ia menyesali kebodohan nya itu.
Air Mata Penyesalan yang dialami Nikita adalah murni kesalahan nya sendiri. andaikan ia tetap mencintai Rehan dan setia menjadi kekasih Rehan, mungkin hidup nya akan senang sekarang. tetapi kesenangan itu sekarang sudah menjadi milik seorang gadis desa yang bernama Karina. sepintas Nikita ingin meminta maaf kepada Rehan dan ingin menjalin kasih lagi dengan Rehan. ia hanya berpikir bahwa Rehan pasti akan memaafkan nya dan mau berbalikan lagi dengan nya. rencana tersebut akan Nikita lakukan besok hari nya dengan mendatangi rumah Rehan dan malam itu ia pun bisa tidur nyenyak setelah memeluk bingkai poto kebersamaan nya dengan Rehan.
Malam telah semakin larut dan semakin lama telah berganti nya dengan waktu pagi hari. Karina baru saja terbangun dari tidur nya dan posisi nya berada didepan Rehan yang memeluk nya dari belakang. pagi itu Karina merasakan kedamaian tiada tara didalam lubuk hati nya. ia seakan sudah menjadi istri sah dari Rehan, padahal ia dan Rehan masih berstatus sepasang kekasih.
Karina lalu mengusap-usap perut nya yang mulai membuncit besar dengan lembut. lalu ia berusaha bangun untuk pergi ke toilet dan pada saat itu juga Rehan pun ikut terbangun.
"mau kemana sayang???"
"aku mau pergi ke kamar mandi sayang." ujar Karina yang kini sudah pergi keluar kamar dan pergi ke kamar mandi. pada saat yang bertepatan, suara ponsel Rehan berdering.
Ponsel yang ia taruh dimeja kamar itupun segera ia ambil dan ia lalu melihat ke layar ponsel nya. ternyata yang menghubungi nya adalah Nikita dan hal tersebut membuat nya terheran-heran.
"untuk apa dia menghubungi ku lagi???" ucap nya pelan, lalu ia mencoba mengangkat panggilan ponsel tersebut.
"halo? ada apa kau menghubungiku lagi???" tanya Rehan dan terdengar suara perempuan dibalik ponsel tersebut.
"halo Rehan, selamat pagi. maaf aku menghubungi mu karena aku ingin menanyakan tentang kabar mu saja."
"kabar ku baik-baik saja." ujar Rehan datar.
"syukurlah kalau begitu. kamu siang ada kerjaan tidak? kalau tak ada, boleh tidak aku datang ke rumah mu."
__ADS_1
"aku sibuk! untuk apa kau datang ke rumah ku hah??? kita ini sudah putus hubungan tahu!!"
"tapi aku ingin..." lalu panggilan tersebut segera dimatikan oleh Rehan karena ia mendengar suara pintu kamar itu dibuka.
Rehan segera menaruh ponsel nya di kantung celana nya, pada saat itu Karina masuk dan berkata.
"hari ini kamu ada pekerjaan tidak sayang???"
"seperti nya ada. nanti siang aku harus pergi ke kantor untuk mengecek pesanan pelanggan."
"baiklah, kalau begitu aku mandi dulu sayang." ujar Karina lalu ia pun mengambil handuk dan pergi lagi ke kamar mandi.
Rehan hanya mengangguk saja, lalu ia bangun dan segera pergi ke kamar nya. ketika ia ingin masuk ke dalam kamar nya, ibu nya melintas didekat nya dan berkata.
"semalam kamu tidur dikamar nya Karina kah sayang???"
"tak apa-apa kok sayang, mama hanya melihat mu tidur bersama Karina disaat mama mau membangunkan Karina dikamar nya. ternyata pintu tak terkunci dan ibu melihat kalian berdua sedang tidur berdua." malu juga akhir nya Rehan mendengar ucapan ibu nya, lalu ibu nya berkata lagi.
"sudah tak usah dipikirkan lagi sayang, lagi pula nanti kalian bakal menikah secara resmi kok."
"iya mama." ujar Rehan menunduk malu, lalu ibu nya berkata lagi.
"ibu mau berangkat ke kantor dulu sayang, apa hari ini kamu tak pergi ke kantor mu sayang???"
"nanti agak siangan bu."
__ADS_1
"yasudah kalau begitu, mama pamit ya sayang." lalu ibu nya Rehan pun pergi keluar rumah dan Rehan hanya mengusap dada nya saja sembari berkata.
"untung saat tidur aku dan Karina memakai selimut, apa jadi nya jika aku tak mengenakan selimut." ucap nya pelan, kini ia segera membuang rasa sesal itu karena lupa tak mengunci pintu kamar nya Karina dan kini ia segera masuk ke dalam kamar nya.
Disisi lain, Nikita sedang berada di dalam kamar nya. ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah nya Rehan, walaupun Rehan telah melarang nya dan bersikap dingin kepada nya, ia tetap nekat ingin pergi ke rumah nya Rehan. hal tersebut ia lakukan untuk merebut kembali hati Rehan agar mau mencintai nya lagi dan mau memaafkan kesalahan nya. kini Nikita sudah pergi menaiki mobil nya menuju rumah nya Rehan dan ia berharap Rehan masih ada dirumah nya.
Dikantor kepolisian, ibu Susi sudah sampai dikantor nya. setelah ia masuk ke dalam kantor nya, ia segera mendapat laporan dari anak buah nya tentang pencarian Rangga.
"jadi Rangga menghilang dan tak diketahui ia ada dimana sekarang???"
"ia bu, kami sudah mencari nya ke tempat nya bekerja. kami bertemu dengan pak produser nya dan lalu ia pun membantu kami pergi mencari Rangga ke tempat tinggal nya. tetapi kami tak menemukan jejak nya dan sudah beberapa kali nomor nya dihubungi, tetap tak ada jawaban. padahal kami sudah menemui asisten nya dan asisten nya tetap tak tahu menahu kemana pergi nya Rehan. lalu kami pergi ke rumah pacar nya Rangga dan disana kami pun tak mendapat jawaban juga." ibu Susi mengerutkan dahi nya dan bertanya.
"siapa pacar nya Rangga???"
"kalau tak salah, nama nya Nikita bu."
"hmm berarti benar apa yang dikatakan Rehan. lalu bukti apa saja yang kalian dapat ketika berada di rumah nya Nikita???"
"menurut pengakuan ayah dan ibu nya, Nikita memang menjalin hubungan dengan Rangga. tetapi mereka tak mengetahui bahwa Rangga saat ini sudah dicap penjahat atas kelakuan nya itu. Nikita pun mengaku bahwa diri nya pun tengah mengandung anak nya Rangga." bagai petir menyambar hati nya ibu Susi mendengar pengakuan anak buah nya itu.
Rasa kaget tersebut hanya ia tahan mati-matian didepan anak buah nya. ia tak mau terlihat lemah didepan anak buah nya dan tetap bersikap tegas layak nya seorang atasan. lalu ibu Susi menyuruh anak buah nya untuk pergi lagi dan menyuruh untuk melacak Rangga melalui GPS ponsel yang pernah Rangga gunakan. didalam ruangan nya yang hanya seorang diri, ia membatin.
"hal ini sudah tak bisa di biarkan lagi! anak itu harus segera ditangkap sebelum memakan korban lagi! kasihan sekali Nikita kalau memang benar begitu jadi nya! andai Rehan tak memutuskan hubungan nya dengan Nikita, mungkin saat ini ia akan meminta pertanggungjawaban nya itu kepada anak ku!" ujar batin ibu Susi mengandai-andai dan setelah perasaan nya sudah tenang kembali, ia lanjut mengerjakan tugas kantor nya lagi.
...*...
__ADS_1
...* *...