DEMI CINTA

DEMI CINTA
SESI INTEROGASI SELESAI


__ADS_3

IBU Susi yang sedang mencoba mempercayai cerita dari Randi pun segera bertanya lagi.


"kalau ibu boleh tahu, memang nya orang tua mas Randi mengapa bisa sampai bercerai???"


"masalah nya ada di ayah saya bu, ayah saya adalah orang yang doyan main perempuan dan mabuk-mabukan. setiap malam selalu pulang dalam keadaan mabuk seringkali pulang dengan diantar wanita muda berpakaian minim. padahal, ibu saat itu masih muda dan cantik. entah apa yang ada dipikiran ayah saya kala itu, sampai-sampai ibu pun memarahi ayah untuk yang kesekian kali nya. ayah pun tak terima akan omelan dari ibu dan akhir nya mereka bertengkar. ibu beberapa kali kena pukulan dan wajah nya menjadi memar, pada saat itu saya dan adik saya segera membawa ibu untuk ke kamar. tetapi ayah kami segera memarahi kami dan menyuruh kami untuk pergi dari rumah tersebut. ibu yang sudah sangat sakit hati pun akhir nya pergi dari rumah bersama saya dan adik nya."


"hmm jadi begitu konflik awal dari perceraian orang tua mas Randi???"


"benar ibu." ujar Randi dan membuat para polisi intel yang mendengar nya semakin penasaran mendengar cerita lanjutan dari Randi.


Lalu Randi meneruskan cerita tentang masa lalu keluarga nya lagi.


"singkat cerita, kami disekolahkan oleh ibu memakai uang dari hasil jualan sayuran tersebut sampai saya lulus SMA. jualan sayuran ibu laku keras, mungkin paras ibu yang kala itu masih terlihat awet muda dan cantik yang membuat para pembeli menjadi langganan. dari hasil jual sayuran tersebut, bisa sampai punya rumah walaupun masih mencicil. dimalam hari sebelum kejadian tak terbayangkan oleh saya sebelum nya itu, dikala saya sudah bekerja dan pulang selalu larut malam.


Saya seringkali mendapati keanehan dirumah ketika saya sudah tertidur lelap. suara ******* ibu saya dan adik saya yang kala itu sudah sekolah SMA pun terdengar lagi. kali ini saya bisa membuka mata dan paksakan untuk mencari tahu dimana sumber suara itu berasal. ternyata suara tersebut berasal dari dalam kamar mandi dan saya langsung naik ke atas tembok kamar mandi yang tembok nya hanya setengah itu. ternyata, apa yang saya ragukan selama ini benar-benar terjadi didepan mata saya sendiri. Rangga sedang menggagahi tubuh ibu dan aneh nya ibu pun seperti menyukai nya." ucapan Randi tadi terhenti karena ia menangis terisak-isak.


Ibu Susi dan para polisi intel lain nya hanya bisa menggelengkan kepala nya terhadap cerita tersebut. lalu ibu Susi berkata,


"pantas kelakuan Rangga bejat seperti itu, ibu kandung sendiri ia lecehkan juga! benar-benar anak durhaka!" geram ibu Susi dan salah ketua polisi intel berkata.


"parah sekali, ibu sendiri ia pakai untuk menyalurkan hasrat nya! menurut saya pribadi, mungkin watak dan sikap Rangga itu berasal dari ayah kandung nya."

__ADS_1


"seperti nya memang benar begitu, pak Satrio." ujar ibu Susi dan Randi yang sudah selesai menyeka air mata nya pun melanjutkan ucapan nya.


"pada saat itu saya langsung mendobrak pintu kamar mandi dan memarahi Rangga dan ibu Saya. saya bertanya kepada ibu akan perbuatan terlarang itu, tetapi ibu bilang atas dasar suka sama suka. saya menangis tak tahan akan kejadian yang tak disangka awal nya itu, maka dari itu saya putuskan untuk pergi dari rumah dan di saat itu juga saya sudah melupakan ibu dan adik saya itu." ujar Randi selesai bercerita tentang cerita kejadian perbuatan tercela Ibu dan Anak itu.


Ibu Susi yang kini sudah lega akan masa lalu Rangga pun berkata,


"jadi inti nya Rangga itu sudah bejat sejak kecil, dan orang seperti itu harus cepat ditangkap dan dipenjara seumur hidup!" tegas ibu Susi dan Randi bertanya.


"memang nya saat ini Rangga belum ditangkap bu???"


"belum, kami masih mencari keberadaan nya. Rangga telah melarikan diri keluar negeri dan kami masih mencari informasi tentang nya diluar negeri sana." ujar ibu Susi dan Randi melihat isi map laporan tersebut ada poto KTP ibu nya dan Rangga.


"oh iya, ini memang milik ibu mas Randi dan Rangga. para detektive polisi yang sudah menemukan nya ketika mereka mencari barang bukti diapartemen nya Rangga."


"hmm jadi begitu, lalu apakah disana tak menemukan ibu saya???"


"ibu mas Randi sudah meninggal dunia."


"apa!? sejak kapan!?" tanya Randi tercengang kaget dan ibu Susi menjawab nya.


"ibu tak tahu kapan dan penyebab nya apa, tapi dilaporan ini bahwa data KTP ini sudah tak berlaku karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia." raut wajah Randi memerah antara menahan tangis dan marah.

__ADS_1


Ibu Susi paham akan raut wajah seperti itu, karena ia pernah mengalami nya ketika ia kehilangan suami dan anak perempuan nya yang meninggal karena kecelakaan. pada saat itu Randi pun berkata kepada ibu Susi,


"Rangga harus segera ditangkap dan dipenjara bu! saya ingin sekali bertanya kepada Rangga mengapa ibu sampai meninggal? padahal setahu saya ibu masih sehat-sehat saja, ditambah Rangga yang sudah menjadi artis terkenal. saya pikir ibu saya masih hidup dan hidup senang bersama Rangga. tetapi ternyata pikiran saya salah dan saya merasa bersalah karena sebagai kakak, saya malah pergi tanpa memikirkan nasib ibu saya itu." lalu ibu Susi pun berkata menenangkan.


"sudah jangan terlalu menyalahkan diri sendiri mas Randi, yang sudah terjadi tak akan pernah kembali lagi. saat ini mas Randi doakan saja semoga ibu mas Randi amal ibadah nya diterima disisi yang maha kuasa dan segala dosa nya semoga diampuni juga."


"baik ibu, saya akan berusaha mengiklaskan kepergian ibu saya. saya tak pernah menyalahkan ibu saya yang bermain dengan adik saya, tetapi saya lebih menyalahkan adik saya yang menghasut ibu agar dilayani oleh nya. semua perbuatan tercela yang dilakukan oleh adik saya dari dulu sampai sekarang, semoga segera membuat nya sadar." ucap Randi dan ia sudah bisa menenangkan diri nya lagi.


Setelah Sesi Interogasi itu selesai, ibu Susi pun berkata tanya kepada Randi.


"terima kasih mas Randi sudah mau datang ke tempat ini untuk menceritakan masa lalu keluarga mas Randi, terutama Rangga."


"sama-sama ibu, pikiran saya sekarang sudah tenang setelah saya tahu akan keadaan ibu saya yang ternyata telah tiada itu. saya hanya berharap agar Rangga segera ditangkap dan dihukum, saya sudah tak menganggap nya lagi sebagai adik kandung saya. dan saya sudah tak perduli jika Rangga sampai dihukum mati atas kasus nya itu."


"baik kalau begitu, nanti ibu kabari lagi jika Rangga sudah tertangkap."


"baik ibu." ujar Randi dan kini mereka pun sudah keluar dari ruangan tersebut.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2