
MOBIL Rehan sudah tiba disebuah pusat perbelanjaan semacam mall besar. setelah mobil nya diparkirkan, sepasang muda-mudi itu keluar mobil dan masuk ke dalam mall besar itu. Rehan langsung menggenggam tangan Karina dan tangan mereka pun saling berpegangan erat.
"wah bagus sekali, apakah ini yang nama nya pasar modern???" tanya Karina ketika melihat lampu-lampu menyala berwarna-warni di depan mall tersebut. Rehan hanya tersenyum saja dan ia memaklumi akan kepolosan Karina.
"ya anggap saja begitu sayang." jawab Rehan, lalu Karina bertanya
"sebenar nya kau ini mau mengajak ku Jalan-Jalan ke tempat ini Untuk Berbelanja kah sayang???"
"iya sayang, kok kamu bisa tahu???" tanya Rehan dan Karina pun menunjuk ke arah toko-toko baju seraya berkata.
"tahu lah! itu kan toko pakaian sayang. jadi aku tahu kamu membawa ku kemari karena ingin mengajak ku berbelanja."
"hahaha pintar juga kamu, yasudah ayo kita masuk ke dalam toko itu sayang."
"yuk sayang." ujar Karina bersemangat dan mereka pun kini pergi masuk ke dalam toko baju tersebut.
Rehan dan Karina mencari pakaian yang sekira nya cocok dan bagus dipakai Karina. ketika Rehan mencarikan pakaian, Karina malah mencari sandal.
"aku ingin beli sandal ini, boleh ya sayang?" tanya Karina dan Rehan pun mengangguk saja dan Karina pun memilih nya. setelah banyak pakaian yang dipilih Rehan, Karina hanya bisa terbengong ketika semua belanjaan yang dibeli Rehan harga nya mahal semua.
"apa ini tidak kemahalan ya sayang???" tanya Karina karena ia melihat nominal harga belanjaan yang tidak sedikit.
"memang nya kenapa sayang?"
"biar aku saja yang membayar nya ya."
"memang nya kamu punya uang???" tanya Rehan.
"ada di dalam celengan ku."
"hahahaha..." Rehan tertawa tak seberapa keras dan Kasir yang mengitung harga belanjaan Rehan pun ikut tertawa juga walaupun ditahan.
__ADS_1
Karina cemberut menatap Rehan dan ia langsung mencubit pinggang Rehan.
"awuhhhh!! sakit tahu!" kecam Rehan dan Karina pun tertawa mengejek Rehan.
"maka nya jangan menertawaiku! tahu rasakan, hahaha."
"dasar usil! iya sudah aku minta maaf."
"iya aku juga minta maaf sayang." ujar Karina dan mereka pun segera keluar dari toko baju itu setelah Rehan membayar belanjaan nya.
Kini mereka pergi ke restorant cepat saji untuk makan malam, karena waktu sudah malam hari.
"aku baru tahu ditempat seperti ini ada yang menjual makanan juga." ujar Karina terkagum-kagum.
"nama nya juga Mall, pasti segala macam yang jualan pasti ada disini."
"oh jadi ini nama nya Mall, aku pikir tadi ini adalah pasar modern."
Setelah kedua nya duduk dan memesan makanan yang mereka pesan, mereka pun makan dan sesekali mengobrol dan bercanda. sepasang muda-mudi itu sangat senang dan bahagia sekali, walaupun mereka berdua baru beberapa hari saling mengenal. padahal masing-masing hati mereka sebenarnya masih dirundung kegalauan dan kesedihan akan dambaan hati mereka yang kini telah menyakiti mereka. perjuangan cinta Karina selama ini tak dianggap sama sekali oleh Rangga dan malah Rangga seakan berpura-pura tak mengenali nya. hal tersebut membuat Karina hampir menggugurkan kandungan nya dan tetapi hal tersebut tak jadi ia lakukan. ia masih ingat dengan dosa dan ia tak mau mengecewakan keluarga nya akan tindakan nya itu. karena keluarga Karina menginginkan anak Karina dilahirkan saja meskipun jika nanti nya ayah sang bayi telah lari dari tanggung jawab nya.
Rehan pun mengalami hal yang serupa, ia berpacaran dengan Nikita dan hampir satu tahun lama nya. tetapi ternyata cinta sejati nya itu telah di sia-siakan oleh Nikita dan baru diketahui Nikita telah berselingkuh dengan Rangga dibelakang nya. perasaan hati yang terpuruk itulah hal yang membuat dia segera membuang kenangan nya dengan Nikita dan mencoba membuka lembaran baru. diposisi yang sama itulah Karina dan Rehan akhir nya saling menyatakan cinta nya dan akhir nya mereka sudah melupakan tentang orang yang telah menyakiti mereka.
Kini sepasang kekasih itu sudah selesai makan malam dan kini mereka akan pulang kembali ke rumah nya Rehan. diperjalanan pulang, ibu nya Rehan menghubungi Rehan lewat telepon dan mereka pun mengobrol.
"iya mama ada apa?"
"kamu sedang ada dimana nak??? apakah Karina sedang bersama mu???"
"Karina sedang bersama Rehan, ma. kami baru saja pulang dari mall."
"oh begitu, yasudah hati-hati dijalan. mama tunggu diruangan meja makan."
__ADS_1
"mama makan duluan saja, kami berdua sudah makan tadi direstorant."
"yasudah kalau begitu, mama makan duluan." lalu panggilan telepon itu selesai dan Karina bertanya.
"apakah ibu mu akan marah jika kita pulang kemalaman???"
"untuk apa ibu ku marah? ibu ku cuman khawatir akan keadaan mu saja."
"serius?" Rehan hanya mengangguk saja, kemudian terdengar Karina berkata.
"ibu mu sangat baik sekali, tak salah kamu memiliki ibu yang baik seperti ibu Susi." Rehan menatap Karina sejenak dan perasaan nya sedikit tersentuh.
Tapi kenyataan tak bisa dipungkiri, Rehan berkata menjawab ucapan Karina.
"ibu ku memang sangat baik hanya berlaku bagi keluarga nya, tapi tak berlaku bagi orang lain."
"maksud mu???" tanya Karina tak mengerti.
"ibu ku memiliki pengalaman dibidang kepolisian. didikan sekolah nya keras dan hidup nya pun selalu penuh dengan kekerasan. dulu, sebelum mengenal mendiang ayahku, ibu ku adalah seorang polisi wanita yang tegas dan tak pernah tersenyum sama sekali. sikap nya cenderung dingin terhadap siapapun, kecuali terhadap orang tua dan keluarga nya." ujar Rehan dan tak sadar ia menceritakan tentang masa lalu nya.
Karina hanya manggut-manggut memahami apa yang diceritakan Rehan barusan, lalu Karina bertanya.
"lantas, mengapa sekarang ibu mu sangat baik kepadaku? padahal aku bukan siapa-siapa atau bukan termasuk keluarga ibu mu?" pertanyaan Karina tadi segera di jawab oleh Rehan.
"entahlah, mungkin ibu ku kasihan terhadap mu dan mau membantu kesulitan mu. karena ia pikir, dengan cara seperti itu ia bisa melupakan kejadian tragis yang dulu pernah menimpa ayah ku dan kakak perempuan ku."
"kakak perempuan!? memang nya kau punya kakak perempuan??? mengapa kau tak menceritakan hal itu kepada ku ketika kau menceritakan tentang ayahmu???" tanya Karina sedikit bingung.
"aku sengaja tak menceritakan nya kepada mu, karena aku tak malu jika harus menangis didepan perempuan seperti mu. kakak perempuan ku adalah satu-satu nya saudara ku yang sangat sayang kepada ku dan ia sangat perhatian kepada ku. disaat ayah dan ibu bekerja, hanya kakak ku yang menemani ku serta mengajak ku bermain di rumah. maka jika ingat tentang kakak ku, aku tak bisa menahan air mata ini." akhir nya Rehan pun menitikan air mata nya juga didepan Karina.
...*...
__ADS_1
...* *...