
IBU Nya Karina saat itu pun bertanya soal hubungan Karina dan Rehan nanti kedepan nya.
"nak, bagaimana hubungan mu dengan Rehan saat ini sampai ke depan nya??? apa benar kalian akan segera merencanakan pernikahan setelah kamu sembuh dari sakit???"
"sebenar nya Karina tak mengekang Rehan untuk segera menikahi Karina bu, tetapi Rehan yang berencana bilang seperti itu bahwa nanti jika Karina sudah sembuh ia akan menikahi Karina nanti. ia pun nanti akan menanyakan hal tersebut kepada ibu jika nanti waktu nya sudah dekat."
"lalu apakah ibu nya Rehan menyetujui nya nak?"
"seperti nya Rehan belum membicarakan rencana ini bu, karena ibu nya masih sibuk mengerjakan kasus nya Rangga."
"baik sekali ya ibu nya Rehan itu, rela mengorbankan waktu nya demi menangkap Rangga."
"iya ibu, lagi pula itu sudah tugas kewajiban nya sebagai kepala kepolisian."
"iya sayang, beruntung kamu bisa mendapatkan lelaki seperti Rehan. ditambah ibu nya yang sangat baik dan peduli sekali terhadap mu."
"semua ini berkat doa ibu yang di ijabah oleh tuhan."
"amin sayang, semoga doa ibu selalu di ijabah oleh tuhan agar kamu selalu bahagia bersama pasangan mu itu kelak."
"amiin ibu." ujar Karina sembari tersenyum.
"yasudah ayo kita tidur sayang." ujar ibu nya Karina dan Karina pun menuruti nya. kini mereka berdua tidur dengan Karina tidur memeluk ibu nya yang sangat ia sayangi itu.
Para anak buah ibu Susi yang terdiri dari intel polisi yang Menjemput Rangga Ke Luar Negeri kini sudah tiba di bandara negara inggris dan ketua intel polisi itu segera menghubungi ibu Susi yang sedang beres-beres pekerjaan nya untuk pulang di dalam kantor nya.
"halo bu..?" ujar kepala intel polisi.
"halo bagaimana? apakah kalian sudah sampai??"
__ADS_1
"kami baru tiba dibandara bu, saat ini kami sedang bersiap-siap untuk segera pergi ke lokasi."
"oh yasudah kalau begitu, nanti jika sudah sampai dilokasi. berikan bukti kasus Rangga kepada kepala polisi itu agar Rangga bisa di bawa ke negara ini."
"baik ibu, kami akan segera melaksanakan nya." lalu panggilan itu berakhir. ibu Susi lalu segera melanjutkan beres-beres nya dan setelah itu ibu Susi segera teringat akan kakak nya Rangga.
"sebaik nya sebelum pulang aku menyuruh kakak nya Rangga untuk tidur diruangan khusus istirahat para polisi. pasti besok Rangga akan tiba disini." lalu ibu Susi pun segera pergi keluar kantor nya menuju ruangan tunggu tempat kakak nya Rangga berada.
Setelah tiba diruangan tunggu, ibu Susi mendapati kakak nya Rangga sedang mengobrol dengan seseorang lewat telepon.
"permisi mas Randi, boleh ibu bicara sebentar?"
"oh iya baik bu." lalu Randi berkata lagi kepada telepon nya.
"sayang sudah dulu ya, ayah mau bicara sama ibu polisi dulu."
"iya ayah." jawab panggilan ponsel tersebut dan panggilan pun berakhir.
"mas Randi, malam ini menginap dikantor ini saja ya. seperti nya anak buah ibu yang membawa Rangga dari luar negeri akan segera tiba besok."
"oh tak apa bu, lebih baik saya menunggu saja disini. daripada saya bolak-balik dari kampung kemari."
"baiklah kalau begitu, ayo ikut ibu." lalu ibu Susi pun keluar dari ruangan tunggu itu dan di ikuti oleh kakak nya Rangga menuju ruangan tempat istirahat para polisi yang biasa dipakai ketika jam kerja istirahat mereka tiba.
Setelah ibu Susi menyuruh beberapa anak buah nya untuk menyiapkan tempat tidur dan kebutuhan Randi diruangan tersebut, ibu Susi pun pamit kepada Randi untuk pulang ke rumah nya. sesampai nya ibu Susi dirumah, seperti biasa ia selalu pergi ke kamar nya Karina untuk melihat kondisi Karina. ketika ia membuka pintu kamar Karina, ibi Susi mengerutkan dahi nya seraya berkata.
"kemana Karina? apa dia sedang berada dikamar nya Rehan?" lalu ibu Susi segera pergi ke kamar anak nya yang ada dilantai dua.
Tapi langkah ibu Susi terhenti ketika melihat Rehan turun dari tangga dan saat itu pula ibu Susi bertanya.
__ADS_1
"Karina kemana nak??? apa dia sedang ada dikamar mu???" pertanyaan bernada khawatir tersebut membuat Rehan mrnyadari bahwa ia lupa memberitahu kepada ibu nya bahwa Karina malam itu menginap dirumah paman nya.
"Karina sekarang ada dirumah paman nya ma, maaf Rehan lupa memberitahukan nya kepada mama."
"sejak kapan pergi nya? lalu apakah ia menginap dirumah paman nya???" tanya ibu Susi lagi dan Rehan menjawab nya.
"sejak pagi tadi, sesudah mama berangkat bekerja. lalu Karina bilang bahwa ia ingin pergi ke rumah paman nya, karena ia sudah rindu ingin bertemu keluarga paman nya dan juga ibu nya."
"oh yasudah kalau begitu, kamu sekarang mau kemana nak???"
"mau makan malam mama, lalu mengapa mama baru pulang? tak biasa nya mama pulang agak malam." tanya Rehan lagi.
"tadi ada urusan soal kasus nya Rangga nak."
"lalu bagaimana ma? apa lokasi nya sudah diketahui?"
"sudah nak, mama mau ganti pakaian dulu. nanti mama akan ceritakan dimeja makan saja."
"yasudah mama." ujar Rehan dan kini ia pergi ke ruangan meja makan dan ibu Susi pergi ke kamar nya.
Para polisi intel yang ditugaskan oleh ibu Susi untuk menjemput Rangga kini sudah tiba dikantor polisi negara inggris. para polisi tersebut sudah berbincang soal kasus Rangga di indonesia dan ia melarikan diri untuk menghilangkan identitas nya. ketua polisi negara inggris pun menerima laporan tersebut dan kini Rangga sudah dibawa pulang ke indonesia memakai pesawat terbang. wajah Rangga masih nampak memar membiru dan tingkah nya seperti orang gila. kadang Rangga mengamuk meminta borgol nya dilepas, terkadang ia menangis ketika dibentak oleh polisi yang membawa nya itu. terkadang juga ia tertawa terbahak-bahak tanpa tau sebab nya.
Para polisi intel tersebut sudah mengira bahwa Rangga sudah kehilangan akal sehat nya. tetapi sebagian ada juga yang mengira bahwa itu hanyalah kepura-puraan nya saja. pada saat itu Rangga pun seringkali membatin dalam hati nya,
"mengapa tak ada yang perduli terhadap ku ini!? apa akting ku kurang bagus? setahu ku hanya akulah yang pandai berakting sampai-sampai aku menjadi cepat terkenal akan bakat ku ini. tetapi mengapa bakat aktingku ini tak berlaku disaat keadaan ku yang seperti ini...???" ujaran batin Rangga yang ternyata ia sedang berpura-pura gila itu merasa akting nya itu tak mampu membuat para polisi intel tersebut kasihan atau peduli terhadap nya.
Kini Rangga hanya bisa pasrah saja akan keadaan nya itu dan ia seringkali berpikir untuk berniat melakukan bunuh diri saja daripada harus menanggung malu semua kelakuan bejat nya itu. rencana Rangga yang seperti itu masih ia pertimbangkan masak-masak, karena ia masih ragu akan niat nya itu dan lagipula ia masih ingin hidup walaupun keadaan nya yang sangat memalukan dan memprihatinkan itu.
...*...
__ADS_1
...* *...