DEMI CINTA

DEMI CINTA
KORBAN PELECEHAN SEKSUAL


__ADS_3

REHAN DAN KARINA Menatap ibu Susi yang berkata menceritakan tentang para Korban Pelecehan Seksual yang mendatangi kantor polisi. diceritakan ada sekitar tiga gadis desa yang mengaku telah melakukan hubungan badan dengan Rangga dan sudah mengandung dari hubungan gelap tersebut. ibu Susi pun menjelaskan awal muasal kenapa tiga gadis desa itu bisa sampai melakukan hal tersebut bersama Rangga dan Karina pun segera berkata.


"pantas saja aku mudah terbujuk rayuan gombal nya! ternyata bukan aku saja korban dari sibuaya darat itu! dasar laki-laki brengsek! kalau lebih awal aku tahu akan cerita barusan, tak sudi aku rela-rela pergi mencari nya! hixhixhix." Karina pun menangis seakan menyesali perbuatan nya itu dengan Rangga.


Rehan yang ada disamping Karina pun segera menenangkan nya dan Karina pun menangis dipelukan Rehan. ibu Susi pun nampak kasihan melihat Karina yang menangis seperti itu. lalu Rehan berkata tanya kepada ibu nya.


"itu kertas apa bu?" ujar Rehan sembari menatap ke arah meja, yang dimana disana ada lembaran kertas dalam map.


"oh ini adalah data para korban yang mengaku telah dihamili oleh Rangga." lalu Rehan meminta lembaran kertas itu untuk ia lihat.


Ibu Susi memberikan nya dan Karina segera menghentikan tangis nya. ia ingin melihat semua data para Korban Pelecehan Seksual yang dilakukan oleh Rangga.


"biadab sekali anak itu! apakah satu wanita saja dia tidak cukup!?" ucap Rehan dengan sedikit geram.


"begitulah laki-laki jika sudah lupa daratan, siapapun itu tak akan pandang bulu untuk dicintai nya." ujar ibu Susi, lalu Karina menyahut.


"apakah layak mencintai itu hanya karena sekedar napsu belaka ibu???" ibu Susi bingung juga mendengar ucapan Karina barusan.


Rehan yang mendengar ucapan Karina pun menjawab nya.


"seperti nya memang tak layak jika cinta itu disetarakan dengan nafsu. mungkin ada sesuatu yang memaksa seseorang untuk mencintai karena napsu. contoh si Rangga ini, ketika kita datang ke tempat nya bekerja dan kau telah bertemu dengan nya. apakah dia ingat kepada mu? atau mau bertanggung jawab akan kelakuan nya itu kepada mu? tidak bukan? yang ada dia malah pura-pura tak mengenali mu dan ibu mu! dia itu sebenar nya tidak cinta kepada mu Karina! dia hanya cinta kepada tubuh mu saja!" tegas Rehan dan Karina pun menunduk sedih dan merasakan sakit hati yang amat mendalam jika ia mengingat kejadian sebelum nya ketika bertemu dengan Rangga.


Ibu Susi hanya bisa diam mendengar anak nya berkata begitu kepada Karina. dalam hati ibu nya membatin,


"semakin hari kau semakin dewasa nak. andai ayah dan kakak mu masih ada, mungkin mereka akan bangga terhadap mu saat ini nak." ucapan batin tersebut terhenti ketika Rehan berkata.

__ADS_1


"lalu bagaimana dengan nasib Nikita bu???"


"memang nya kenapa dengan Nikita nak???" tanya ibu Susi dan Karina segera menatap Rehan dan bertanya.


"apa kah kau masih berharap pada nya???" tanya Karina pelan dan Rehan segera menatap wajah Karina yang sendu dan kemudian ia menjawab nya.


"aku bukan masih berharap pada nya, aku hanya kasihan jika ia adalah korban selanjut nya dari si Rangga itu!" tegas Rehan dan Karina pun berkata,


"lantas jika ia pun termasuk korban si Rangga dan kemudian ia pun mengandung bayi nya seperti ku, apa nanti nya kau akan bertanggung jawab juga kepada nya seperti yang telah kau lakukan kepada ku???" pertanyaan Karina tadi membuat Rehan serba salah dan ibu Susi segera menatap anak nya memastikan jawaban anak nya.


Rehan pun menjawab bahwa ia sudah sakit hati terhadap Nikita atas ulah nya yang telah menduakan nya. kasus yang telah dialami Karina adalah hal yang berbeda dengan yang dilakukan oleh Nikita, maka dari itu Rehan tetap berpendirian untuk tidak mau ikut campur urusan Nikita lagi.


"baguslah kalau begitu keputusan mu, aku harap kau mau menepati janji mu yang akan menikahiku nanti."


"aku adalah lelaki yang selalu menepati janji ku sayang. tak usah kau takuti aku akan seperti si bajingan Rangga itu yang tak mau bertanggung jawab."


Ibu Susi yang awal nya tegang melihat kedua nya saling ngotot, kini mulai santai lagi. setelah agak lama mereka berbincang membahas hubungan kedua nya ke depan nya, jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam hari dan ibu Susi berkata kepada kedua nya untuk tidur malam.


"ayo kita istirahat tidur. sudah jam sepuluh malam."


"mama tidur duluan saja, Rehan masih mau mengobrol dengan Karina."


"baiklah kalau begitu, jaga hubungan kalian baik-baik ya. ibu tidur duluan."


"iya ibu." ujar Karina menurut dan kini ibu Susi sudah pergi ke kamar nya.

__ADS_1


Kini diruangan tamu itu hanya ada Rehan dan Karina saja. perasaan cinta dari kedua nya mulai tumbuh bermekaran indah lagi, lalu terdengar Rehan berkata.


"kau semakin cantik saja jika sudah menangis begini sayang."


"ah kau bisa saja sayang." ujar Karina malu-malu. lalu Rehan mengusap pipi Karina pelan-pelan dengan lembut dan membuat mata Karina terpejam merasakan sentuhan lembut jari jemari Rehan.


Wajah mereka semakin mendekat dan akhir nya mereka berciuman untuk yang kedua kali nya. ciuman kali ini lumayan lama dan tak seperti ketika mereka masih berada di dalam mobil. kemesraan dari kedua nya membuat napas mereka semakin memburu dan ciuman saling pagut itu membuat kedua nya hilang kendali. ciuman Rehan mulai merayap dari telinga Karina sampai ke leher Karina. erangan kenikmatan Karina menghadirkan percumbuan itu tak hanya sekedar berciuman saja.


Rehan yang sudah diburu napsu itu segera menghentikan aksi nya. ia lalu berkata kepada Karina agar mereka pergi ke kamar nya Karina saja karena diruangan tersebut sangatlah tak pantas untuk melakukan hal itu. terlepas itu adalah tempat umum, Rehan takut ada yang melihat nya walaupun hanya seorang pembantu rumah nya saja.


Kini Rehan dan Karina sudah ada dikamar nya Karina. mereka melanjutkan cumbuan mesra lagi diranjang nya Karina. Rehan segera membuka baju Karina sampai telanjang dan Karina hanya memakai penutup bra dan ****** ***** nya saja. Rehan pun membuka baju nya dan ia lanjut menciumi tumbuh Karina dengan napsu membara. erangan kenikmatan dari Karina semakin membuat Rehan tak sadarkan diri nya. ia segera melepas bra penutup buah dada Karina yang masih ranum dan sekal itu. ujung buah dada Karina yang coklat muda itu segera dilahap oleh Rehan dengan penuh kenikmatan.


Dua buah dada Karina secara bergantian diremas-remas oleh Rehan dan ketika ia akan pergi ke bawah pusar nya Karina, Rehan segera terdiam.


"mengapa berhenti sayang?" tanya Karina disela napas terengah-engah nya.


"aku tak berani melakukan nya lebih dari ini." lalu Rehan mencium perut Karina yang buncit itu sembari berkata.


"kau sedang mengandung sayang, tak baik kalau kita melakukan hubungan badan dalam keadaan kau sedang hamil begini."


"lalu kapan sayang???"


"nanti saja jika kau sudah melahirkan bayi ini, lalu kita menikah. barulah kita melakukan hubungan suami istri seperti yang kita inginkan sekarang."


"baiklah kalau begitu sayang." ujar Karina menurut. kini mereka menyudahi percumbuan itu dan mereka lalu tertidur bersama diranjang nya Karina karena mereka sudah sangat kelelahan dari percumbuan mereka itu.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2