
"bangun,"
Reina menggeliat dalam tidurnya di kursi pesawat jet pribadi yang nyaman.
"kita sudah sampai,," Dena menggoyang2kan Reina hingga hampir terjatuh
"tolong jangan kasar dengan Nyonya!" hardik Akira melihat tingkah polah Dena.
Dena menatap Akira sambil menaikkan sebelah alisnya yang langsung dibalas dengan tatapan membunuh Akira.
Reina membuka matanya dan melihat keadaan sekitar.
"apa kita sudah sampai?" tanya Reina bingung
"kita sudah sampai dari tadi, dasar tukang tidur!"
Reina terkekeh sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
"maaf..."
"mari Nyonya, kita turun dari pesawat, mobil sudah menunggu..." jelas Akira yang tampak terburu2.
"kita akan kemana?" tanya Reina bingung, bergegas diambilnya tas tangannya.
"kita akan ke mansion Tuan Muda..."
Dena dan Reina mengikuti Akira keluar dari pesawat, dimana sudah ada 3 mobil sedan mewah berwarna hitam yang sudah menunggu , tepat di depan pesawat.
Akira langsung membawa masuk Reina dan Dena ke dalam mobil yang berada ditengah, karena mobil di depan dan belakang berisi para pengawal.
"rasanya seperti anggota kerajaan saja!" geli Dena
"aku tak sabar bertemu Kenzo," keluh Reina
"haiiisshhh jangan sampai kamu jadi budak cinta lagi!" gerutu Dena cemberut
"aku hanya khawatir dengannya...."
Reina membuang pandang keluar saat mobil mulai berjalan keluar area bandara.
Hari sudah petang saat mereka memasuki lalu lintas jalan raya yang padat.
Dena dan Reina mendesah kagum karena ini pertama kalinya mereka berada di luar negeri bersama.
"selamat datang di negara kami , Nyonya..." kata Akira yang duduk di depan samping sopir.
"negara yang indah Akira..." decak Reina kagum
"terimakasih, Nyonya..." Akira tersenyum.
Perjalanan selama hampir 1 jam tak terasa bagi Reina yang masih saja terkagum2 dengan Negeri Sakura.
Pintu gerbang yang menjulang tinggi otomatis membuka begitu mobil sampai di depannya.
Setelah melewati jalan yang berliku yang lumayan panjang dengan sisi kanan kiri yang ditumbuhi pepohonan rindang sampailah mereka di depan bangunan megah bergaya perpaduan eropa dan etnik Jepang.
"sekaya apa suamimu Rei??" Dena ternganga.
Mereka turun dari mobil tanpa melepas pandangan sedikitpun dari bangunan dihadapan mereka.
Pintu utama yang besar terbuka, dan muncullah pria paruh baya diikuti beberapa pelayan pria dan wanita.
"Reina fujin o kangei shimasu (selamat datang Nyonya Reina).." sapa pria paruh baya itu sambil membungkuk hormat
"Hai, arigatōgozaimasu (iya,terimakasih).." balas Reina ikut membungkukkan badannya
Akira yang melihatnya pun terpaku, lalu senyum tipis terukir dibibirnya, sebelum kembali ke wajah datarnya lagi.
__ADS_1
"Sā kite kudasai (mari, silahkan masuk).." sila pria paruh baya itu memberi jalan pada Reina untuk masuk ke dalam.
"Hai (iya).." angguk Reina tersenyum
Pria paruh baya itu mengajak Reina masuk ke dalam ruang tamu dan mempersilahkan untuk duduk di sofa besar yang terlihat sangat nyaman.
Beberapa pelayan langsung meletakkan minuman teh hijau dan beberapa kudapan.
Akira meraih ponselnya yang bergetar karena sebuah pesan yang masuk.
"apa istriku sudah sampai?" pesan Kenzo
"iya, Tuan...kami baru saja masuk dalam mansion.." balas Akira cepat.
"perketat penjagaan, bawa beberapa pengawal inti dari markas bawah untuk ikut berjaga,"
"baik Tuan...apakah Tuan baik2 saja?"
Akira membalas dengan cepat, menanyakan kabar Tuan Mudanya yang membuatnya khawatir bukan kepalang.
"aku baik2 saja, jaga istriku dengan baik Akira,"
"baik Tuan..."
"siapa itu?" tanya Reina melihat Akira sibuk dengan ponselnya.
"bukan siapa2 Nyonya, hanya urusan pekerjaan..."
"Ooh...aku kira Tuanmu.."
Akira menelan saliva takut mendapat tatapan menyelidik Nyonya Mudanya.
"bukan, Nyonya.." geleng Akira pelan
"Tuan Fuji akan mengantar anda ke kamar untuk beristirahat..." kata Akira
"iya, terimakasih Akira..."
*****
Ada foto Reina yang sedang tertawa bersama Dena di sana.Foto kiriman dari Akira.
"Tuan Muda..." panggil Sakimoto untuk kesekian kalinya.
Kenzo menoleh ke arahnya dengan tajam dan dingin.
"Tuan Besar menunggu anda di bawah..."
"mau apalagi orangtua itu?!" desis Kenzo
"Tuan Ryujin bersama putrinya juga sudah menunggu anda untuk makan malam..."
Kenzo membanting gelas dihadapannya.
Sakimoto menghela napas, anak dan ayah sama saja, batinnya bersabar.
"apa ayah tidak tahu aku sudah menikah??"
"anda lebih mengenal ayah anda Tuan.." senyum Sakimoto, semakin membuat Kenzo emosi.
"saya akan menunggu anda diluar,.." pamit Sakimoto undur diri, menuju pintu keluar kamar pribadi Tuan Mudanya itu.
Kenzo menendang meja dihadapannya hingga terbalik, menumpahkan semua barang diatasnya hancur berserakan di lantai.
"sial!" umpat Kenzo
*****
__ADS_1
"selamat malam Tuan Iwasaki..."
Tuan Iwasaki tersenyum melihat Kanami yang tampak anggun dengan gaun malamnya yang tertutup.
"kamu cantik sekali 'nak..." puji Tuan Iwasaki senang
"terimakasih Tuan Iwasaki, saya merasa tersanjung..." senyum Kanami
Tuan Ryujin tertawa melihatnya.
"ada acara apa anda mengundang kami makan malam Tuan?" tanya Ryujin seraya duduk di sofa dan menerima gelas minuman dari pelayan
"tidak ada acara khusus, hanya kebetulan anak lelaki sulungku baru saja pulang.."
Kanami membulatkan matanya, mendengar bahwa Kenzo ada di sini.
"Ooh..kebetulan sekali..kita bisa mempertemukan anak2 kita.." kata Tuan Ryujin tertawa.
"Ya...biar mereka mengenal satu sama lain.."
"benar Tuan Iwasaki, siapa tahu anak2 kita berjodoh..." angguk Tuan Ryujin bersemangat.
Kanami tersenyum malu2 menanggapi obrolan lelaki dewasa dihadapannya ini.
"mana Kenzo?" tanya Tuan Iwasaki melihat Sakimoto memasuki ruang tamu
"Tuan Muda sedang bersiap Tuan,"
Tak lama, Kenzo pun muncul di pintu masuk dengan angkuhnya.
Dengan setelan jas berwarna hitam pekat semakin menambah aura dinginnya.
"perkenalkan anak sulungku, Kenzo..." kata Tuan Iwasaki pada Ryujin yang beranjak berdiri dari sofa
"selamat malam 'nak..." sapa Tuan Ryujin
Kenzo hanya menatap lelaki paruh baya dihadapannya dingin tanpa menjawab salamnya
Tuan Iwasaki melirik anak lelakinya tajam.
"perkenalkan, ini putriku Kanami..."
"selamat malam," sapa Kanami tersenyum secantik mungkin.
Kenzo lagi2 hanya menatap gadis dihadapannya dingin.Dia sudah terlalu banyak melihat gadis kelas atas seperti Kanami.Tak ada yang menarik karena semuanya sama.
Tiba2 pikiran Kenzo melayang ke istrinya.Gadis liarnya, membuat Kenzo tersenyum menyeringai, yang disalah artikan Kanami jika Kenzo menyukainya.
"ayo,,kita segera makan malam saja..." ajak Tuan Iwasaki yang langsung diikuti Ryujin.
Kedua pria paruh baya itu berjalan bersisian menuju ruang makan sambil mengobrol sesekali diiringi tawa bersama.
Kanami masih memandang malu2 Kenzo yang berdiri dihadapannya.
Kenzo pria yang tampan, dan Tuhan tahu ia juga tidak miskin, aku harus mendapatkan hatinya dan menikah dengannya, batin Kanami.
Kenzo mengernyit melihat Kanami yang tersenyum2 sendiri.
Kenzo mendengus dan berbalik meninggalkan gadis itu sendiri.
"tunggu.." kata Kanami yang tak digubris oleh Kenzo.
Kenzo masih terus berjalan diikuti Kanami yang tergopoh2 dibelakangnya.
"kenapa kamu tidak sopan sekali?" seru Kanami
Kenzo hanya melirik sekilas gadis yang susah payah berhasil berjalan bersisian dengannya
__ADS_1
"cih, menyusahkan!" desis Kenzo dan mempercepat langkahnya.
*****