Deviasi

Deviasi
#part 88


__ADS_3

Reina memasuki lobi perusahaan.


Suara derap sepatu heelsnya yang menggema membuat orang2 mengalihkan perhatian.


Reina yang mengenakan setelan kerja formal, blazer dengan rok sepan selutut berwarna biru berlin, tangannya menjinjing tas limited edition dari brand ternama.


"selamat pagi, Nona,"


Reina tersenyum.Cantik.


"selamat pagi," balas Reina


Image perusahaan Yamaguchi benar2 berubah karena kehadiran seorang Reina.


Reina menuju lift khusus petinggi perusahaan dan masuk ke dalamnya.


Reina menekan tombol lantai dimana ruang kerjanya berada.


Lantai teratas gedung YG Company.


Yumi menyambut kedatangan Reina di depan pintu lift setelah mendapat telepon dari resepsionis yang mengabarkan kedatangan Reina dan sudah memasuki lift yang akan membawanya sampai ke lantai teratas.


"Ohayō gozaimasu Reina-san (selamat pagi, Nona Reina).."


Reina terkejut mendapati Yumi yang berdiri dengan tersenyum di hadapannya begitu lift terbuka.


"kau mengagetkanku, Yumi!" decak Reina sebal


"hehehe..." Yumi terkekeh geli melihat Reina yang berjalan keluar lift dengan wajah cemberut.


"apa Nona mau minum teh hijau?"


"tidak, aku baru saja minum kopi, bawakan saja laporan2 kerja tiap divisi,"


Reina memegang handle pintu dan membukanya.


"jangan lama2!" kata Reina menunjukkan wajah galak yang tidak membuat Yumi takut sama sekali.


"siaappp Nona Muda..."


Reina pun menggeleng2kan kepalanya melihat tingkah Yumi, asisten sekaligus sekretarisnya.


Gadis muda yang periang.


Reina semakin kaget melihat seseorang sudah menduduki singgasana nya yang berputar terbalik.


"siapa?" tanya Reina was2.


Tidak mungkin juga kan seorang penyusup?


"kau tidak mengenaliku?"


Kakei memutar kursi kebesaran Reina.


Kakei yang tampan dengan kemeja hitam dan celana jeans yang sobek di beberapa bagian depan kaki nya yang jenjang.


Sungguh mempesona dengan penampilannya yang urakan.

__ADS_1


Reina mencebikkan bibirnya lucu, dengan langkah perlahan mendekati Kakei yang merentangkan tangannya untuk memeluk Reina.


"kau ini membuatku takut saja," dumal Reina


Reina senang sekali saat Kakei memeluknya.


Apalagi menghirup wangi maskulin Kakei yang begitu membuatnya nyaman.


"aku rindu sekali, makanya aku cepat2 menyelesaikan urusan di sana..." kekeh Kakei


Dan pintu ruang kerja pun terbuka, menampilkan sosok Yumi yang terperangah kaget.


"aahhh...maafkan saya...."


Reina sontak melepaskan diri dari pelukan Kakei.


"kau ini!! Apa tidak bisa mengetuk pintu dahulu?"


Kakei menyugar rambut tebalnya jengkel karena keasyikannya di ganggu.


"maafkan saya, Tuan Muda...saya tidak tahu anda berada disini...."


"jadi maksudmu aku harus melapor dirimu untuk berada diperusahaan ini?"


Reina menghembuskan napasnya berat.


"letakkan saja laporannya di situ dan segeralah keluar.. " kata Reina menengahi


"baik, Nona..."


Yumi pun bergegas meletakkan tumpukan map di meja sofa untuk menerima tamu, dan berlari keluar ruangan.


Reina meraih tangan Kakei dan menggandengnya menuju sofa.


"sudah....tak perlu marah untuk hal yang tak penting...." senyum Reina yang selalu saja berhasil meredam amarah seorang Kakei Yamaguchi.


Kakei tersenyum, membawa tangan Reina dan dikecupnya.


"apa kau sudah sarapan?"


"kau akan mengajakku sarapan?"


Kakei mengangguk.


"aku ingin makanan negaraku?"


"boleh, apapun yang kamu inginkan, aku berikan..."


Reina tersenyum, menatap Kakei yang juga tersenyum menatapnya dengan mendamba.


*******


Akira menatap Tuannya takut2.


Sejak naik ke dalam jet pribadi yang akan membawanya kembali ke Tokyo, Kenzo tak berhenti tersenyum.


Kenzo tak bisa berhenti melupakan desah manja Reina dalam pelukannya saat tadi pagi di ajaknya ber*cinta di atas meja makan.

__ADS_1


Sarapan pagi yang begitu memabukkan Kenzo.


Meskipun awalnya dengan perlawanan keras saat Kenzo mulai memeluk dan menciumnya.


"aku berharap dia segera hamil..."


Akira menaikkan kedua alisnya.


"apakah Tuan baik2 saja?" tanya Akira takut2


"memang aku tidak terlihat baik2 saja?"


Glek.


Akiran menelan saliva nya takut.


"bacakan jadwalku!"


"ba-baik, Tuan..."


Akira pun membuka tab nya dan memulai membacakan agenda kerja sang Tuan begitu pesawat mendarat.


"untuk apa konferensi pers?"


"Tuan Besar yang meminta, Tuan...saham perusahaan kita mulai turun sejak skandal percintaan and..."


BRAK!!


"pasti ulah si wanita manja itu!" geram Kenzo memukul meja dihadapannya hingga jus yang berada di atasnya tumpah.


"Tuan, persepsi masyarakat tentang tidak ada nya pertanggungjawaban anda atas komitmen hubungan dengan Nona Kanami sangat mempengaruhi saham2 kita..."


Kenzo memijat keningnya yang tiba2 berdenyut nyeri.


"sial!" umpatnya


"mungkin ada baiknya anda tetap melangsungkan pernikahan ini, dengan perjanjian mungkin, setelah beberapa waktu anda bisa mengajukan perceraian..."


"Reina bisa membenciku seumur hidup! Kau ini sudah gila Akira!" bentak Kenzo


"Tuan...ini hanya pendapat saya saja...Anda sudah dibenci Nyonya 6 tahun terakhir, jika dibenci 1 -2 tahun lagi saya kira tidak apa..."


Akira langsung bungkam saat moncong senjata menekan dahi nya.


"kau ini lulusan universitas terbaik, kau pilihanku yang terbaik dari yang terbaik, kenapa malah ingin menghancurkan aku hah?!"


Aahh....Akira menjadi serba salah.


Tuannya yang begitu bucin dengan Nyonya Mudanya, ditambah masalah performa perusahaan yang semakin merosot membuat kepalanya sungguh ingin di tembak saja.


"Anda harus sedikit berkorban untuk bisnis kita, Tuan....klan Yamaguchi akan semakin menguasai pangsa pasar saham jika kita tidak segera bertindak..."


Akira masih mencoba membuat Kenzo sadar akan posisinya yang berada di puncak gurita bisnis klan mereka.


Bisa2 Akira lah yang dipenggal oleh Tuan Iwasaki senior jika sampai bisnis mereka hancur, karena Akira adalah otak kedua penggerak motor bisnis klan.


Kenzo membuang senjatanya jengkel.

__ADS_1


Benar2 otaknya sudah buntu untuk berpikir!


********


__ADS_2