Deviasi

Deviasi
#part 57


__ADS_3

Kenzo memasuki ruang kerja Tuan Iwasaki senior.


Kenzo menutupi keterkejutannya dengan memasang wajah datar saat melihat Ryujin bersama Kanami yang duduk di sofa dihadapan meja kerja Tuan Iwasaki senior.


Tanpa menyapa Kenzo memilih duduk di sofa yang diletakkan didekat jendela besar di ruang kerja yang menghadap ke taman luas mansion.


"bagaimana Iwasaki?" Ryujin memulai pembicaraan.


"aku sudah akan menjadi seorang kakek, Ryujin, Kenzo akan memiliki anak tidak lama lagi.."


"apa kau akan mengakui cucu dari pernikahan tidak sah, Iwasaki?"


"apa maksudmu?"


"pernikahan anak lelakimu tidak sah jika tidak ada legalitas dari negara ini, Iwasaki? Apa kau lupa dengan hukum negara mu sendiri?"


Kenzo menarik sudut bibirnya membentuk seringai mendengar kata2 Ryujin.


"sejak kapan aku mengurusi hukum negara ini? pekerjaanku saja bertentangan dengan hukum ini, Ryujin..." kekeh Tuan Iwasaki sambil menyalakan cerutu mahalnya.


"kau memgakui wanita yang tidak jelas asal usulnya sebagai menantumu?"


"Papa...." Kanami meraih tangan Ayahnya, berusaha menenangkan


"lalu bagaimana dengan perjodohan anak kita?"


"semua tergantung anakmu, Ryujin...apakah anakmu mau menerima Kenzo dan juga anak2nya?"


"apa?"


Kenzo menatap Ryujin dan Kanami yang tampak tertegun.


"Kanami, apa kau mau menerima anak2nya dengan wanita murahan itu?"


Kenzo langsung berdiri seraya meraih pistol canggih dari dalam saku jasnya.


Ryujin membola merasakan ujung pistol di pelipis kirinya.

__ADS_1


"jangan pernah menghina istriku, Tuan mantan perdana menteri, atau aku akan meledakkan kepalamu sekarang juga!" desis Kenzo


Kanami memekik histeris.


"Dan jangan pernah bermimpi anak perempuanmu akan menikah denganku! Istriku hanya 1 dan sedang mengandung 2 putraku, pewaris generasi ketiga klan Iwasaki, camkan itu!"


Kenzo menyimpan kembali ke saku jas nya dan berlalu keluar dari ruangan.


Ryujin menelan saliva nya gugup, dan Kanami pun sudah keluar keringat dingin dengan tubuh gemetar.


Sakimoto buru2 menyingkir saat berpapasan dengan Kenzo yang keluar dari ruangan dengan wajah yang tegang.


"permisi, Tuan...ini minumannya..."


Tuan Iwasaki terkekeh geli, melihat Ryujin yang terduduk lemas di sofa bersama Kanami yang tampak pucat pasi.


"Dia itu penerusku, bibit premium yang akan menggantikan kekuasaanku kelak..."


"kau sudah berjanji akan menjodohkan anak2 kita Iwasaki, tidak peduli apapun yang terjadi!"


"kalau kau menanggung resikonya, aku bisa apa Ryujin?"


"anakmu harus menikah dengan anakku, TITIK!"


*******


Reina menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka.


Wajah Kenzo tampak begitu tegang dengan rahang yang mengetat menahan amarah.


"ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Reina berjalan mendekati Kenzo.


Diraihnya tangan Kenzo dan menggiringnya menuju sofa untuk duduk.


"tidak ada sayang...." senyum Kenzo kaku


"jangan membohongiku...aku tahu tunanganmu datang dengan Ayah mertuamu..." sungut Reina

__ADS_1


Wajah Kenzo mulai mengendur.Senyum menghiasi wajahnya.


"kamu cemburu?"


"siapa? Aku?"


"tentu saja, aku kan cuma milikmu..."


Kenzo merebahkan kepalanya ke pundak Reina yang terbuka.Diciumnya dan disesapnya lembut hingga kemerahan.


"apa kau akan menikahi tunanganmu itu?"


Tanya Reina menarik rambut Kenzo yang tebal hingga Kenzo tampak meringis kesakitan.


"apa aku boleh menikahinya?"


"hah?"


"apa aku boleh punya istri 2?"


Reina menaikkan 2 alisnya yang bagus.


"boleh asal...."


"asal apa sayang?"


"asal aku pergi dari hidupmu!"


Reina menatap mata biru Kenzo yang perlahan menggelap dan menyorot amarah.


Kenzo langsung mencengkeram rahang Reina.


"aku sudah terlalu banyak bersabar padamu, Mrs.Kenzo, dan aku tidak bisa mentolerir kata2mu ini!"


Kenzo menunduk, mencium bibir Reina dengan penuh amarah.


********

__ADS_1


__ADS_2