Deviasi

Deviasi
#part 25


__ADS_3

Kenzo berganti pakaian dengan jeans dan kaos hitam, diraihnya juga mantel panjang yang berwarna hitam.


Diselipkannya pistol canggih miliknya ke dalam saku mantelnya.


Bergegas ia menuju keluar rumah yang langsung dihadang para pengawal.


"anda hendak kemana Tuan Muda?" tanya Sakimoto yang tiba2 saja sudah berdiri dibelakangnya.


"tak perlu tahu aku akan pergi kemana pria tua!"


"ini sudah tengah malam, sebaiknya anda tidak keluar...Tuan besar pasti..."


Sakimoto terdiam melihat Kenzo mengacungkan pistol ke dahinya.


"aku benci pria tua yang banyak bicara! apa perlu aku tembak saja?"


Sakimoto menghela napas beratnya.Sama sekali ia tak takut dengan pria dewasa menakutkan yang dulu di asuhnya ini.


Melihat gelengan kepala Sakimoto, para pengawal pun menyingkir memberi jalan kepada Kenzo.


Kenzo pun pergi menuju mobilnya dan bergegas pergi.


******


Kenzo memasuki mansion disambut Fuji, kepala pelayan di mansionnya.


"apakah ada yang anda butuhkan Tuan?"


"tidak, pergilah tidur.." geleng Kenzo berjalan menaiki tangga.


"baik Tuan, selamat malam.." pamit Fuji berjalan kembali ke belakang, dimana mansion tempat para pelayan beristirahat.


Kenzo membuka pintu kamarnya perlahan.


Hanya lampu tidur yang menyala, dan ada gundukan selimut tebal di atas ranjangnya.


Kenzo tersenyum melihat Reina tidur bergelung seperti bayi.


Kenzo menahan napas saat melihat Reina merubah posisi tidurnya terlentang.


Selimutnya tersibak memamerkan paha mulusnya.


Reina tidur memakai kemeja Kenzo yang kebesaran, karena tidurnya yang banyak gerak, membuat beberapa kancing kemeja terlepas, memamerkan dadanya yang tak tertutup bra.


Rambutnya tersebar di bantal, bibirnya yang merah terbuka sedikit, membuat Kenzo menelan saliva menatapnya.


Kenzo merasa tubuhnya bergolak melihat pemandangan dihadapannya.


Ia pun melepas pakaiannya hingga tersisa celana boxernya.


Dengan perlahan, diraihnya kancing2 kemeja Reina dan membukanya.


Kenzo mengecup pelan puncak dada Reina, membuat Reina menggeliat.


Kenzo tersenyum, mengelus lembut tubuh istrinya yang mulus.Dikecupnya bibir yang setengah terbuka itu lembut.


Ciuman yang lembut berubah jadi ******* kasar saat Reina yang masih tertidur membalas.


Kenzo menghentikan ciumannya, menatap istrinya yang tertidur pulas itu tersenyum.


"dia pasti bermimpi," batin Kenzo geli


Kenzo kembali menunduk dan mencium istrinya penuh kelembutan, menggigit lembut bibir bawahnya, membuat Reina mendesah.

__ADS_1


Kini ciuman beralih ke leher Reina, Kenzo menghirup dalam2 aroma tubuh istrinya yang begitu membuatnya candu.


Disesapnya kasar hingga meninggalkan bekas kepemilikan.


Napas Kenzo kini memburu saat singgah di dada Reina yang membulat penuh.


Dinikmatinya bukit menantang milik istrinya itu, tak puas2 dicium, disesap seperti bayi yang kehausan.


Tubuh Reina menegang merasakan gigitan lembut dipuncak dadanya.


Tak tahan lagi, Kenzo melepas boxer nya dan menyentak pakaian terakhir istrinya.


Ditindihnya tubuh Reina dan menyatukan tubuh mereka dengan sekali hentak.


Reina merintih dalam tidurnya merasakan hentakan keras Kenzo dalam dirinya.


"sayang...aku mencintaimu istriku..." desah Kenzo


*****


Reina menggeliat terjaga merasakan silau matahari yang menembus tirai jendela yang tak tertutup sempurna.


"kenapa badanku rasanya lelah sekali..." gumam Reina terduduk di ranjang.


Reina mengernyit saat sadar dirinya polos seperti bayi baru lahir.


"bukankah semalam aku tidur memakai kemeja Kenzo?" tanya Reina terkejut melihat kemeja dan ****** ******** tergeletak di lantai.


Reina meringis merasakan tubuh intinya terasa nyeri saat akan turun dari ranjang yang berantakan.


"apa rumah ini berhantu??"


Reina mencoba lagi mengingat2 semalam.Tak ada yang aneh, selesai mandi ia mengambil kemeja Kenzo dan memakainya.


Reina hanya bermimpi, Kenzo pulang dan mencumbunya seperti biasa.


Mengajaknya bercinta dengan lembut hingga mencapai pelepasan berkali2.


Mencengkeram punggung Kenzo saat merasakan tubuh Kenzo menegang, dan mendesah memanggil namanya saat mencapai pelepasannya yang memuaskan.


Mimpi yang sungguh nyata, batin Reina tersipu malu sendiri.


Susah payah Reina menuju kamar mandi yang luasnya membuat Reina ternganga.


Reina mengisi bath up dengan air hangat dan mencampurnya dengan aromatherapy yang membuatnya relaks.


"apa mungkin kamu pulang dan bukan hanya mimpi...? 2 hari tidak bertemu dan aku merindukanmu..." kata Reina sendiri.


*****


Kenzo terduduk di kursi yang berada di balkon kamar pribadinya.


Dari sana ia dapat melihat para pekerja mansion ayahnya tampak sibuk dengan pekerjaan masing2.


Cuaca sangat cerah, sinar matahari pun terasa terik, menerpa tubuhnya.


Kenzo tersenyum mengingat apa yang dilakukannya bersama Reina semalam.


Baru kali ini ia bercinta dengan lembut, mencari pelepasan bersama istrinya itu perlahan, dan mencapainya dengan penuh kenikmatan.


Jantung Kenzo terasa berdebar teringat saat Reina memekik pelan ditelinganya saat mencapai puncak kenikmatannya yang entah keberapa kali.


"selamat pagi Tuan Muda.."

__ADS_1


Kenzo kembali memasang wajah dinginnya, saat Sakimoto memasuki kamarnya.


"Tuan Besar menunggu anda untuk sarapan.."


"aku tidak lapar, pergi!" dingin Kenzo


"Tuan Muda kedua juga akan ikut sarapan sebentar lagi..." kata Sakimoto tak menyerah.


Kenzo menatap dingin Sakimoto.


"Tuan Muda kedua tinggal di mansionnya sendiri sejak pulang dari Amerika...Tuan Muda kedua mendapat mansion dari Tuan Besar saat berhasil memenangkan tender di Osaka waktu lalu.."


Kenzo menaikkan sebelah alisnya.Ayahnya yang tampak dingin dengan adiknya selama ini ternyata sangat menyayanginya.


Kenzo bisa memiliki mansion dari hasil kerja kerasnya sendiri, karena begitulah didikan keras ayahnya sejak dulu.


"aku akan turun sebentar lagi.." kata Kenzo kembali membuang pandangnya keluar.


Sakimoto tersenyum.Rencananya berhasil dengan mengatasnamakan Tuan Muda kedua, karena Sakimoto tahu, Tuan Mudanya ini memang sangat menyayangi adiknya.Adik satu ibu beda ayah.


Rahasia besar yang selama ini disembunyikan.


*****


"kamu sudah bangun?"


Reina melihat Dena sedang sibuk menata makanan untuk santap sarapan mereka.


"apa kamu memasak semua ini?" tanya Reina kagum melihat banyak makanan di meja.


"tidak, pelayan itu melarangku, aku hanya membantu menata saja,"


Tuan Fuji tampak berdiri di sisi meja makan, dan bergegas menarik kursi untuk Reina duduk.


"terimakasih," ucap Reina tersenyum ramah.


"dimana Akira?"


Dena hanya mengedikkan bahunya tak peduli.


"Tuan Fuji, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Reina dengan bahasa inggris.


"silahkan Nyonya," angguk Tuan Fuji ramah


"apakah Tuan Kenzo pulang tadi malam?"


Tuan Fuji menatap Reina terkejut.


"tidak Nyonya, Tuan tidak kembali.." bohong Tuan Fuji karena sudah mendapat amanat dari Kenzo untuk tidak mengatakan kedatangannya pada Reina.


"Ooh..." Reina menunduk terlihat kecewa karena yang semalam hanya mimpinya saja.


"memang kenapa?" tanya Dena bingung.


"aku merasa dia pulang kesini..." jawab Reina


"mungkin itu cuma perasaanmu saja..apa karena kamu rindu padanya?" kata Dena menatap Reina yang tampak lesu.


"mungkin juga cuma perasaaanku..."


Reina tersenyum dan mengajak Dena untuk sarapan.


*****

__ADS_1


__ADS_2