Deviasi

Deviasi
#part 72


__ADS_3

Osaka, 2021


5 Tahun sudah berlalu.


Dan sekarang, di lantai teratas gedung pencakar langit milik klan Yamaguchi, telah duduk seorang wanita cantik.


Dengan setelan kerja khas wanita karier, polesan make up tipis di wajahnya menambah kecantikan paripurna.


Memandangi layar laptop yang menampilkan grafik perkembangan bisnisnya di dunia fashion dan kosmetik dengan brand inisial namanya, yang kini merajai pasar dalam dan luar negeri.


Membuat Reina menjadi wanita karier kelas atas, setara dengan milyarder lainnya.


Reina seolah terlahir kembali dari keterpurukannya.


Dia bangkit untuk membalas kekejaman yang hampir membuatnya gila karena stress berpisah dengan kedua buah hatinya.


Dan juga jangan lupakan, lembaran foto dan juga video dimana suami, ayah putra kembarnya yang bercinta dengan wanita di hotel.


Wanita yang dijodohkan oleh Ayah mertuanya.


Wanita kelas atas yang menurutnya lebih pantas untuk menjadi pendamping pewaris tahta klan Iwasaki.


"apa kamu sibuk?"


Reina mengalihkan pandangnya, ke arah pintu ruangannya yang terbuka.


Wajah tampan Kakei muncul di sana.


Tersenyum.


Senyum yang selama ini menguatkan Reina untuk bangkit menjadi wanita yang kuat.


Reina tersenyum, dan berdiri.


Menghampiri Kakei yang merentangkan tangannya untuk memeluk Reina.


"aku hanya mengecek laporan," tawa Reina masuk ke dalam pelukan Kakei yang hangat.


"apa kau sudah sarapan? Tadi aku mampir ke apartemen untuk menjemputmu, ternyata kau sudah berangkat.."


"aku berangkat pagi2 tadi, ayo duduklah,"


Reina mengajak Kakei duduk di sofa.


Reina menganggap Kakei sebagai kakak, tapi Kakei yang menganggap Reina sebagai kekasihnya.


Bukan Reina tak tahu bagaimana perasaan Kakei, hanya ia masih menunggu saat yang tepat untuk mengatakan perasaannya itu tanpa harus melukai Kakei, mengingat bagaimana perjuangan Kakei untuk menjadikannya seorang Reina yang sekarang.


Apalagi, Ayah Kakei yang begitu menyayangi Reina, dan sudah menganggapnya sebagai putri nya sendiri.


Impian Ayah Kakei, Tuan Yamaguchi yang ingin memiliki seorang anak perempuan terwujud dengan kehadiran Reina.


"apakah nanti malam kau sibuk?"


"kenapa?"


"Ayah, memintamu makan malam di mansion, katanya dia sudah rindu karena kamu jarang pulang ke mansion, sejak bisnis kosmetikmu meroket,"


Reina tertawa kecil.


"baiklah, nanti malam aku akan pulang,"


Tanpa aba2, Kakei melayangkan kecupan ke pipi Reina yang halus.


"apaan sih!" dengus Reina sambil memcubit perut Kakei gemas.


"ayo kita menikah...."


Kakei meraih tangan Reina dan mengecup punggung tangannya.


"pria gila!" tawa Reina


"iya....tergila2 padamu..."


"iissshhh...aku mau kembali kerja!"


Reina melepas tangan Kakei dan mencubit pipinya gemas.

__ADS_1


"aiissshh....aku ditolak lagi?" sungut Kakei cemberut


"aku akan mentraktirmu makan siang, sana kembali ke ruanganmu!" galak Reina


"sesuai permintaanmu, Nyonya Besar..."


Kakei berlari keluar saat melihat Reina hendak melepas higheels nya.


"maafkan aku...." gumam Reina menatap punggung Kakei yang menghilang dibalik pintu.


********


Tokyo,


Mansion utama klan Iwasaki ramai oleh jerit lengking Kenji yang berlarian mengejar seorang pengawal sambil menembakinya dengan pistol air.


Sementara Kenzi, sang kakak kembar hanya duduk di kursi taman, memperhatikan adiknya yang berlarian ke sana kemari.


"apakah ingin minum jus, Tuan Muda?"


Seorang pengasuh menawarkan jus jeruk segar.


"aku ingin bertemu Daddy," kata Kenzi


"Tuan Besar ada meeting hari ini, mungkin besok kita bisa bertemu,"


"apa Paman Akira yang memberitahumu?"


Kenzi menatap pengasuhnya itu dengan mata birunya yang tajam.


Mata Ayahnya, wajah Ayahnya yang tampan.Semua menurun padanya.


"iya, Tuan Akira tadi memberitahu saat menjemput Tuan Besar ke kantor.."


Kenzi membuang napas jengkel.


Ayahnya adalah pria dingin yang tak tersentuh.


Kenzi begitu iri dengan teman2nya yang tampak akrab dengan Ayah mereka masing2.


"ada apa, sayang?"


Kenzi mengalihkan pandangnya, menatap Kanami yang cantik dengan gaun terusannya yang mengembang tertiup angin pagi.


"nothing, Aunty.."


Kenzi menggeleng sambil tersenyum miring, mirip sekali dengan Kenzo.


"kau tampak memikirkan sesuatu..."


"bukan apa2, aku ingin kembali ke kamar,"


Kenzi pun beranjak berdiri, dan meninggalkan Kanami.


Kanami menatap punggung Kenzi.


"anak itu dingin sekali seperti Ayahnya,.." keluh Kanami.


Kenji yang melihat kakaknya pergi pun segera berlari mengejarnya.


"kakak jangan terlalu ketus dengan Aunty, dia calon ibu kita besok..."


"masih calon," desis Kenzi


Entah kenapa, Kenzi merasa tak suka dengan kehadiran Kanami yang akan menjadi ibu sambungnya.


"kenapa kakak membencinya, dia baik loh..."


Kenzi menghentikan langkahnya dan berbalik menatap adik kembarnya.


2 pria kecil berwajah kembar identik itu pun saling bertatapan.


"ibuku hanya 1, Reina Iwasaki..."


"kata Kakek, ibu kita sudah tia..."


"ibu masih hidup!" bentak Kenzi

__ADS_1


Kenji sampai terlonjak kaget.


"ada apa, Tuan Muda...?"


Sakimoto mendekat ke arah 2 pria kecil yang sedang berhadap2an itu.


Kenzi masih menatap marah ke arah Kenji yang masih mematung memandangi kakaknya itu.


"kepalaku pusing!"


"apa perlu saya panggilkan Dokter, Tuan Kenzi?"


"tidak perlu, aku mau ke kamar saja!"


Kenzi pun berlari menaiki tangga.


"kenapa Tuan Kenzi?"


"Huh, dasar anak aneh!" ejek Kenji.


*********


"sepertinya kita harus terbang ke Osaka, Tuan.."


Akira memperlihatkan tab nya ke arah Kenzo yang masih menekuni berkas2 dihadapannya.


"kenapa?"


"terjadi masalah di sana yang membutuhkan kehadiran Anda..."


Kenzo membaca laporan dari perusahaan cabangnya yang berada di Osaka.


Penjualan Perusahaan yang bergerak di industri make up mengalami penurunan yang sangat drastis.


"sepertinya Perusahaan kita kalah bersaing dengan perusahaan baru,"


"perusahaan baru?"


"Ya,Tuan...Perusahaan baru dibawah naungan klan Yamaguchi, berdiri 3 tahun yang lalu, tapi sudah berhasil merajai pasar nasional dan internasional.."


Kenzo mengangkat kedua alisnya yang bagus.


"apa kau sudah menyelidikinya?"


"saya sedang menghubungi anak buah Tuan Hanami untuk meretas data perusahaan mereka.."


Kenzo menyeringai.


Sudah lama ia tidak menemukan saingan bisnis yang kuat.


Rasanya sudah gatal sekali tangannya untuk menghabisi perusahaan2 yang menjadi batu sandungan dengan bisnisnya.


"Tuan,.."


"Hem?"


"Nona Kanami mengirim pesan mengajak Anda fitting baju untuk acara pertunangan Anda.."


"wanita itu semakin gila!" umpat Kenzo


"Tuan Besar juga meminta Anda untuk pulang cepat hari ini,"


Kenzo membuang napas kesal.


"aku akan pulang ke Penthouse malam ini,"


Akira menatap Tuannya itu.


"bagaimana dengan Tuan Muda kecil?"


"Bawa saja mereka, hubungi pengasuhnya..."


"baik, Tuan...saya permisi.."


Akira membungkukkan tubuhnya hormat dan berlalu.


"Nyonya....dimanakah Anda berada..."

__ADS_1


*********


__ADS_2