
"Mommy..."
Reina menghentikan langkahnya.
"Mommy...."
Jantung Reina berdegub kencang.
Mungkinkah suara itu memanggil dirinya.
Kakei mengeratkan genggaman tangannya.
Reina pun menoleh ke arah Kakei yang tersenyum ke arahnya.
"putramu memanggilmu..." bisik Kakei
Reina menjadi berkaca2.
"bolehkah?" tanya Reina dengan suara bergetar.
Kakei hanya menganggukkan kepalanya.
Reina memutar tubuhnya.
Di sana, tepat dihadapannya, berdiri 2 lelaki kecil.
Berambut hitam yang tersisir rapi, dan bermata biru.
Wajah keduanya hampir tak bisa dibedakan, karena 2 lelaki kecil itu kembar identik.
Keduanya menatap Reina dengan mata birunya yang tajam, mata milik Ayah mereka.
"apa benar Anda Mommy ku?" tanya Kenji polos
Jika saja Reina tidak terharu untuk pertama kalinya mendengar di panggil ibu oleh putra kembarnya, tentu ia pasti akan tertawa mendengar pertanyaan polos itu.
"apa benar Anda Reina Iwasaki?"
Kali ini Kenzi yang bertanya dengan wajahnya yang dingin, persis seperti Ayahnya.
"kau salah boy, dia Reina Yamaguchi," jawab Kakei seraya tersenyum menyeringai melihat ekspresi kedua bocah yang terkejut itu.
"Jangan membohongi kami, Kakek, pasti marganya Iwasaki, karena Mommy kami..."
__ADS_1
Reina tak bisa lagi menyembunyikan senyumnya melihat raut wajah Kakei yang berubah masam karena di panggil kakek.
"dulu namaku Reina Iwasaki, tapi sekarang, Reina Yamaguchi..."
"kenapa?"
"karena sudah tidak bersama dengan Tuan Kenzo Iwasaki lagi.. "
"kenapa?"
"banyak yang harus diceritakan...."
"apa kami boleh mendengarnya?"
Reina berjalan mendekat, dan berlutut di hadapan kedua putra kembarnya itu.
"nanti jika waktunya sudah tepat Mommy pasti akan cerita..."
"Mommy....ayo pulang bersama kami..."
Reina sampai tidak bisa berkata2 mendengarnya.
"Tuan Muda ! Ternyata ada disini, kami sudah mencari kemana-mana!"
Salah satu pengasuh berlari mendekat ke arah Reina dan si kembar.
Si pengasuh membungkukkan badannya hormat saat melihat Reina kembali menegakkan tubuhnya dan menatap ke arah beberala pengawal yang mulai mendekat.
Reina pun mengalihkan pandang ke arah pintu kaca tidak jauh dari tempatnya berada.
Kenzo berdiri di sana, memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.
Kenzo menatap tajam ke arah Reina yang tersenyum tipis.
"Mommy....ayo ikut kami ...."
Kenji mulai merengek, meraih tangan Reina dan memeganginya erat.
"Tuan Muda, mari kita kembali ke sana,..."
"aku mau Mommy!" jerit Kenji
Reina pun meraih Kenji dalam gendongannya.
__ADS_1
Reina berbisik pelan ke telinga Kenji yang tak lama kemudian Kenji menganggukkan kepalanya.
"apa kau mau menepatinya pada Mommy?"
"iya Mommy,"
Reina tersenyum.
Kenji pun melambaikan tangannya sebelum berbalik dan berjalan mendekati pengasuhnya.
"Mom...."
Kenzi menatap Reina.
Meskipun sudah tampak dewasa, tapi ia merasa iri melihat adik kembarnya di peluk oleh Reina.
Reina tersenyum dan membungkukkan badannya untuk memeluk tubuh Kenzi dengan hangat.
Seulas senyum kecil tersungging dibibir Kenzi.
Mommy nya tidak hanya cantik, tapi juga sangat wangi, membuat Kenzi ingin berlama2 memeluk Mommy nya.
Kenzi pun melepas pelukannya dan kembali memasang wajah dingin seperti Ayahnya.
Reina ingin sekali mencubit pipinya karena gemas.
Kedua putra kembarnya kembali ke pengasuhnya masing2, mereka melambaikan tangan kepada Reina sebelum menghilang kembali masuk ke dalam resort.
"ayo kita pergi," ajak Reina
"apa yang kau bisikkan padanya tadi?" tanya Kakei penasaran seraya mengikuti langkah Reina menuju mobil yang sudah menunggu.
"aku hanya bilang jika besok akan membawanya pergi," senyum Reina
Kakei mengangkat 2 alisnya kaget.
"apa?"
"benar bukan? Karena aku akan benar2 membawa pergi kedua putraku..."
"kau gila Rei...."
"aku tahu, karena itulah, Kenzo tergila2 padaku...."
__ADS_1
Hah??
*********