Deviasi

Deviasi
#part 43


__ADS_3

"hentikan!!" teriak Reina mendorong dada bidang Kenzo yang mengungkung tubuh di atasnya.


Kenzo menunduk mencium istrinya itu semakin brutal, tanpa menghentikan gerak tubuh bagian bawah tubuhnya yang terus menghunjam Reina dengan kasar.


"perutku sakit!" pekik Reina saat Kenzo mencumbu lehernya yang basah karena peluhnya dan peluh Kenzo.


Kenzo berhenti saat merasakan sesuatu yang hangat mengalir membasahi intinya yang berada di dalam diri Reina.


Kenzo pun menarik dirinya dan betapa terkejutnya saat melihat miliknya ternoda bercak darah.


Sprei putih dibawah Reina berbaring pun langsung basah oleh noda merah darah Reina.


Bergegas Kenzo bangun dari ranjang, menyambar kimononya dan menghubungi Akira untuk menelpon dokter keluarga.


Reina meringis saat beringsut bangun dan beranjak duduk bersandar di headboard ranjang.


"apa kamu datang bulan??" tanya Kenzo menatap Reina bingung.


Pria pemaksa dan arogan itu tampak bingung hilir mudik mencari handuk dan membasahinya dengan air untuk membersihkan inti Reina yang ternoda.


Reina yang mendengar pertanyaan Kenzo tertegun.


Bahkan 2 bulan ini pembalutku masih utuh! histeris Reina dalam hati.


Kenzo yang duduk di hadapan Reina menatap bingung istrinya yang tampak melamun itu.


Rasa menyesal menyerbu Kenzo.


Sejak kepulangan mereka dari resto, Kenzo langsung menyeret Reina ke kamar dan menghukumnya dengan brutal.


Pintu kamar diketuk, mengalihkan perhatian Kenzo.


"Tuan, dokter sudah menunggu dibawah.." lapor Fuji.


Kenzo pun kembali berdiri, untuk mengambil gaun tidur Reina yang tertutup.


"suruh saja dokter ke kamar tamu!" titah Kenzo dan membopong tubuh Reina keluar menuju kamar tamu.


Fuji tampak terkejut melihat Kenzo yang membopong tubuh Reina yang berwajah pucat.


"minta pelayan bersihkan kamar sementara Nyonyamu diperiksa!" titah Kenzo lagi


"Ba-baik Tuan," angguk Fuji dan berlalu pergi dengan cepat.


Kenzo membaringkan tubuh Reina dan menyelimutinya.


"selamat malam,Tuan..." sapa dokter di depan pintu kamar.


"segera periksa istriku!" titah Kenzo menyingkir ke arah sofa dan duduk di sana.


Dokter dan perawat pun langsung memeriksa Reina dengan intens.


"maaf Nyonya, bolehkah saya bertanya sesuatu?"


Reina mengangguk.


"kapan terakhir anda datang bulan?"


"2 bulan yang lalu..."


Dokter pun tersenyum.


"Tuan...menurut perkiraan saya, istri anda sedang hamil..."


Mata biru Kenzo langsung membulat sempurna.


"tapi tadi dia mengeluarkan darah??" tanya Kenzo


"maaf atas kelancangan saya, Tuan...sebaiknya tidak berhubungan dulu saat ini...karena guncangan yang cukup keras, hampir saja Nyonya keguguran.."


Mata biru Kenzo semakin membulat sempurna.


"apa? keguguran?" lirih Kenzo


"bagian intim Nyonya juga membengkak, maafkan saya Tuan..." tunduk Dokter ketakutan.


"tapi...apa kehamilannya baik2 saja?"


"saya akan meresepkan obat untuk penguat dan beberapa vitamin untuk Nyonya..sejauh ini, janinnya cukup kuat selama bisa mengurangi frekuensi berhubungan dan Nyonya tidak stres..." jelas Dokter


Reina yang mendengar penjelasan Dokter pun menitikkan airmatanya kembali.

__ADS_1


"apa sudah selesai?" tanya Kenzo melihat Reina yang mulai menangis.


"iya,Tuan...jangan lupa untuk menebus resepnya.."


Kenzo hanya mengangguk dan berdiri dari duduknya, berjalan mendekat ke arah ranjang.


" saya permisi, Tuan..." pamit Dokter.


Kenzo hanya diam tanpa mengalihkan tatapannya pada Reina.


"maafkan aku, sayang..." bisik Kenzo menyesal


"aku sudah menyakitimu dan anakku.."


Tangan Kenzo terulur untuk mengusap air mata Reina yang langsung di tepis oleh Reina.


"aku membencimu!" sentak Reina sesenggukan.


Kenzo pun memeluk tubuh Reina yang terus memberontak.


"maaf..." bisik Kenzo memeluk erat tubuh ringkih istrinya.


*****


"orangtua Nyonya Muda sudah mendarat di bandara negaranya 1 jam yang lalu, Tuan Sakimoto..saat ini mereka hampir tiba di rumah.."


"bagus Hanami, kerjamu memang selalu memuaskan.." angguk Sakimoto senang sambil menyesap teh hijaunya


Hanami, ketua tim Blackshadow tersenyum mendengar pujian Sakimoto.


" dan ada 1 berita penting lagi yang akan saya sampaikan, Tuan.."


"apa itu Hanami??"


"Nyonya Muda sedang mengandung..."


Sakimoto melepas cangkir dari tangan hingga hancur berantakan di lantai saking terkejutnya.


"apa kau bilang?"


"Nyonya Muda sedang mengandung,Tuan...baru saja anggota tim ku mengabarkannya padaku.."


"apa kau yakin ?"


Hanami menyunggingkan seringainya yang angkuh.


*****


"Orangtua Nyonya Reina sudah sampai di rumahnya, Tuan..." lapor Akira


Kenzo yang sedang menekuni dokumen mengangkat wajahnya.


Hari ini ia bekerja di ruang kerja mansion.


Sejak semalam mendengar berita kehamilan Reina, Kenzo tak ingin jauh dari istrinya itu.


"bagaimana bisa penjagaan bisa lolos??" tanya Kenzo dingin


"anak buah kita bukan tandingan pasukan khusus Tuan Sakimoto dan tim Blackshadow,Tuan..."


"argggh sial!" umpat Kenzo melempar pena nya ke arah Akira.


"Sepertinya Tuan Sakimoto benar2 ingin membawa Nyonya ke mansion utama..." kata Akira takut


"Hubungi Edward, suruh dia kesini secepatnya.."


"baik Tuan..."


*****


"sudah selesai?"


Dena memandang piring Reina yang sudah tandas tak bersisa.


"aku lapar sekali..."


"apa mau tambah lagi? aku akan meminta pelayan mengambilkannya untukmu..."


Reina mengangguk malu2 membuat Dena tertawa melihatnya.


"huh, jangan2 kamu hamil anak kembar!" goda Dena

__ADS_1


Reina membola kemudian menunduk ke arah perutnya yang masih rata namun sudah terasa keras.


Pagi ini mereka sarapan di taman belakang samping kolam renang.


Sinar mentari pagi menghangatkan tubuh mereka yang duduk di set meja kursi dibawah pohon yang rindang.


"anakku laki2 atau perempuan ya??" gumam Reina mengelus2 perutnya sambil tersenyum


"kamu akan tahu jika perutmu sudah agak besar nanti," sahut Dena sambil menyerahkan piring kepada pelayan dan meminta untuk mengisinya kembali dengan nasi goreng favorit Reina.


"aaahhh tiba2 aku ingin eskrim..." gumam Reina lagi


"ini masih pagi, nanti siang mintalah pada suami aroganmu itu!" gerutu Dena


Reina tampak memajukan bibirnya 5 centi, membuat Dena tertawa geli melihatnya.


Mereka berdua pun menikmati sarapan dengan canda gurau dengan Reina yang lebih banyak cemberut karena gurauan Dena.


"bagaimana ya reaksi ayah Kenzo jika tahu kamu hamil?"


Reina yang sedang meminum jus jeruknya langsung terbatuk2 karena tersedak.


"pelan2 Rei..." kata Dena menyerahkan serbet makan pada Reina.


"kamu ini , apa tidak bisa mengucapkan hal baik!" dumal Reina melap mulutnya.


"bukankah kehamilanmu jadi berita baik??"


"baik jika ayah Kenzo itu orang baik..."


Dena menghela napas berat.


"kamu i..." ucapan Reina terhenti saat ponselnya bergetar.


Nomor asing muncul dilayarnya yang berkedip tanda panggilan masuk.


"siapa?" tanya Dena penasaran


"aku tidak tahu.." jawab Reina menggeleng


"angkat saja.." usul Dena


Reina pun mengangguk pelan dan menjawab panggilan.


"hallo..."


"selamat pagi, Nyonya Muda..."


"Tuan Saki?"


"iya, Nyonya...ini saya, maaf mengganggu anda.."


"Ooh...tidak apa2 ,Tuan Saki...ada apa anda menghubungiku..?"


Darimana dia tahu nomor ponselku?? batin Reina


"saya hanya ingin memberi kabar jika orangtua anda sudah sampai dengan selamat di negara anda, Nyonya..."


" apa??" Reina terperangah tak percaya


"dan saya ingin menagih janji anda untuk ke mansion utama..."


Reina semakin membuka mulutnya lebar2.


"bagaimana aku tahu kamu tidak membohongiku, Tuan Saki? anda tidak memberiku bukti nyata orangtuaku saat ini...."


Sakimoto tertawa di seberang sana.


"Nyonya, saya pria sejati yang selalu memegang teguh ucapan! saya akan mengirimkan bukti sekarang...dan saya harap anda pun menepati janji..."


Reina menelan saliva nya takut.


"aku selalu memegang janjiku..." kata Reina pelan


" baik Nyonya, saya percaya kepada anda..."


Dan sambungan dari Sakimoto terputus, digantikan dengan panggilan video yang masuk ke ponsel Reina.


Reina menutup mulutnya tak percaya saat wajah kedua orangtuanya muncul di layar ponselnya.


"Reina? kau kah itu ??"

__ADS_1


"ayah ibu...."


******


__ADS_2