
"dasar jal*ng!!"
Dan lagi2 Kanami mengamuk, begitu sampai di mansion Ryujin.
"arrgghhhhh!!!" teriaknya membuang dan membanting semua barang2 yang ada dihadapannya.
Para pelayan menyaksikan Nona muda mereka dengan ketakutan.
"apa kita telepon Tuan Besar saja?" usul salahsatu pelayan.
"iya...cuma Tuan Besar saja yang bisa menenangkannya..."
Para pelayan pun bergegas menuju ke ruang keluarga untuk menghubungi Tuan Ryujin.
*****
Kakei menatap layar tab yang diberikan oleh asistennya.
"kenapa kamu masih bertahan dengan baj*ngan itu??" geram Kakei dan melempar tab yang dipegangnya ke dinding hingga hancur berantakan.
Semua orang terperanjat kaget.
"Tuan Muda, tenangkan diri anda..."
"aku ingin sekali menghancurkan kep*rat itu!!"
"Tuan....kita sudah tahu kelemahannya..."
"ya! Reina kelemahannya! tapi kita tidak bisa mendekatinya!!" teriak Kakei
"pasti akan ada kesempatan Tuan...kita sudah menyusupkan orang ke dalam mansion mereka sebagai pelayan..."
Kakei memandang ke arah asistennya.
__ADS_1
"dia akan memberikan informasi tentang kegiatan Nona Reina..."
Kakei menaikkan sudut bibirnya.
"dan informasi yang terakhir kita dapatkan, Nona Reina sedang mengandung pewaris ketiga.."
"apa??"
*****
"apa aku boleh menjenguk putraku?"
Kenzo menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Reina.Menghirup wangi istrinya itu tak puas2nya.
"jangan harap!" judes Reina menggeser tubuhnya menjauhi Kenzo.
"lagipula darimana kamu tahu jika anakmu laki2?" dumal Reina mendorong dada Kenzo menjauh.
huh, gila! gerutu Reina dalam hati.
Kenzo menarik tubuh Reina dan memeluknya.
"aku rindu sekali bersatu denganmu..." bisik Kenzo membuat merinding Reina.
Dikecupnya leher Reina disertai gigitan kecil.
Reina terkekeh geli membuat Kenzo semakin bersemangat mengecupi leher jenjang Reina.
Kenzo pun beralih mencium lembut bibir Reina, memagu*nya pelan dan penuh damba saat Reina membalasnya.
Hormon wanita hamil, membuat Reina bergair*h saat Kenzo semakin memperdalam cium*nnya.
"aku sudah tidak tahan sayang..." erang Kenzo
__ADS_1
"aku di atas ya...?"
Kenzo menatap Reina yang sudah memerah wajahnya seperti kepiting rebus.
"as you wish..." serak Kenzo kembali ******* bibir istrinya sepenuh hati dan membopong tubuhnya yang mulai berisi menuju ranjang king size milik mereka.
Tak sabar kedua suami istri itu berlomba melepas semua pakaian yang melekat hingga menyisakan tubuh polos seperti bayi.
Reina mendorong tubuh Kenzo hingga terjerembab di atas ranjang dan segera naik ke atas tubuhnya memimpin permainan panas mereka.
"sepertinya aku harus terus membuatmu hamil.." batin Kenzo menatap Reina yang bergerak diatas tubuhnya.
Kenzo tersenyum senang dengan semua perlakuan Reina pada tubuhnya.
"pelan2 sayang...ada anakku..." desis Kenzo hampir hilang kendali merasakan denyutan inti tubuh Reina yang hampir mencapai puncaknya.
Reina menundukkan tubuhnya, meminta tanpa berkata pada Kenzo.
Kenzo pun dengan senang hati menurutinya, membuat Reina semakin hilang kendali memburu pelepasannya.
Tubuh Reina ambruk di atas tubuh suaminya.Napasnya tersengal puas.
"giliranku sayang..." geram Kenzo menarik tubuh Reina ke bawah kungkungannya tanpa melepas penyatuan mereka.
Dengan lembut Kenzo mulai bergerak, membuat Reina membulatkan mata hitamnya yang sayu.
Reina menatap wajah tampan Kenzo yang mulai berpeluh, mata birunya yang menatap intens membuat jantung Reina berdegub kencang.
"aku mencintaimu..." lirih Reina kembali merasakan desir2 aneh di tubuhnya yang berada dalam kekuasaan Kenzo.
Kenzo menyeringai.Tampan sekali sebelum menunduk, membungkam desah mereka saat mencapai pelepasan bersama.
******
__ADS_1