Deviasi

Deviasi
#part 41


__ADS_3

Para pengawal membungkukkan badan melihat mobil Kenzo berhenti di depan mansion utama.


Kenzo turun dari mobil tanpa menunggu dibukakan pintu oleh Akira.


"mana pria itu!" teriak Kenzo membuat para pelayan yang menyambut terlonjak kaget.


"Tu-Tuan Saki ada di ruang wine, Tuan Muda.."


Kenzo menatap tajam pelayan yang tampak tergagap menjawabnya dengan tubuh gemetaran.


Kenzo pun beralih ke ruang penyimpanan minuman favorit Ayahnya itu dengan langkah lebar.


"Saki!" teriak Kenzo


Sakimoto yang sedang menyusun botol minuman pun menoleh dan tersenyum tenang.


cepat sekali sampai disini, batinnya.


"selamat malam, Tuan Muda," sambutnya


"apa yang kau lakukan dimansionku?!"


Sakimoto terkekeh,


"hanya mengunjungi Nyonya Muda..."


Kenzo menendang keras meja di hadapannya hingga vas bunga jatuh dan pecah berantakan.


"jangan membohongiku!" geram Kenzo


"Tuan Muda, apa anda ingin minum wine?"


Kenzo ingin sekali mengamuk dan memecahkan semua wine di ruangan ini.


"aku tidak butuh wine siaalan!!" teriak Kenzo


"belajarlah mengendalikan emosi anda, Tuan Muda..." kata Sakimoto sabar


"jangan banyak bicara pria tua! katakan saja semuanya sebelum aku hancurkan tempat ini!!"


dasar, ayah dan anak sama saja! batin Sakimoto


"benar, saya datang ke mansion anda tadi, untuk mengunjungi Nyonya Muda, juga mengajaknya untuk ke mansion ini..."

__ADS_1


Kenzo menatap tajam Sakimoto yang masih saja tersenyum dengan sabarnya.


"Tuan, anda terlalu gegabah dalam melangkah...tahukah anda, jika tidak sembarang orang bisa masuk ke klan kita, apalagi menempati posisi tertinggi?"


"dia istriku!"


"istri yang belum mendapat restu Ayah anda, Tuan harus ingat itu!" tegas Sakimoto mulai serius


"aku tidak butuh restu orangtua itu!"


Sakimoto menghela napas berat.


"anda seharusnya tahu, seberapa besar pengaruh Ayah anda jika ada yang menentangnya!"


"aku tidak peduli, pria tua! jangan lagi menggangguku ataupun istriku!"


Kenzo pun beranjak keluar dari ruangan.


"saya tidak akan berjanji terjadi sesuatu dengan istri anda, Tuan!" sentak Sakimoto


Kenzo pun berhenti melangkah.


"apa?"


"kita tidak tahu apa yang akan direncanakan Tuan Besar dengan pernikahan anda!"


Sakimoto terdiam, dan mengawasi punggung Kenzo yang mulai menjauh.


*****


Reina tersentak kaget saat sepasang tangan melingkari pinggangnya dan memeluknya erat.


"kenapa belum tidur?" bisik Kenzo di ceruk leher istrinya.


"aku tidak bisa tidur..." gumam Reina tertawa kecil merasakan geli di lehernya yang dikecupi Kenzo.


"menungguku?" bisik Kenzo mencium telinga Reina


"tidak...aku sudah belajar terbiasa tanpamu..."


Reina memalingkan wajahnya, dan Kenzo pun mengecup lembut bibirnya.


"apa punggungmu masih sakit?"

__ADS_1


Reina menggeleng,


"dokter memberiku obat, dan benar2 menghilangkan rasa sakitku..."


Kenzo memutar tubuh Reina menghadapnya.


"apa yang kau lakukan hari ini?"


Reina menatap mata biru Kenzo.


"aku makan siang bersama Dena di taman belakang, kemudian Tuan Sakimoto datang mengunjungiku..." jawab Reina jujur


"ada yang lain?"


"tidak ada, kenapa?"


"apa kamu sudah jujur?"


"apa aku bisa membohongimu?"


wanita ini memang benar2 istimewa! batin Kenzo, selalu saja bisa menjawab pernyataanku!


Kenzo menarik Reina ke dalam pelukannya.


"kamu milikku, harus selalu disampingku," bisik Kenzo posesif sekali


"huh,menyebalkan!" gumam Reina memukul dada Kenzo gemas.


"kapan kamu hamil?" tanya Kenzo memegangi wajah Reina yang entah kenapa tampak chubby.


"apa tidak ada pertanyaan lain?" balas Reina


"ayo kita buat bayi..." gumam Kenzo menunduk mengecup bibir Reina


"isshh..." tolak Reina mendorong tubuh Kenzo menjauh


"kamu bau, mandi dulu!" titah Reina galak


Kenzo menaikkan dua alisnya kaget, baru kali ini ada yang mengatainya bau, padahal parfumnya saja bisa buat beli beberapa sepeda motor cash!


"huh, aku mual menciummu!" cibir Reina lagi semakin membuat Kenzo kaget.


Kenzo masih mengawasi Reina yang melenggang pergi meninggalkannya sendiri di dalam kamar.

__ADS_1


"aneh..." gumam Kenzo sambil mencium bau tubuhnya sendiri bingung.


*****


__ADS_2