
Memasuki musim dingin, semakin dekat pula hari dimana Reina akan melahirkan.
Tuan Iwasaki senior, menyewa 1 lantai Rumah sakit ternama di kota khusus untuk mempersiapkan persalinan Reina.
Berlebihan memang, tapi Penguasa klan Iwasaki itu tidak mau mengambil resiko terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Dokter, perawat dan seluruh tenaga medis profesional pun juga sudah bersiap.
Reina sampai menggelengkan kepala mendengarkan Tuan Sakimoto yang menceritakan seluruh persiapan kelahiran generasi ketiga.
"aku malah menjadi takut untuk melahirkan..." keluh Reina yang duduk bersandar di sofa ruang keluarga yang nyaman.
"aku akan menemanimu..." hibur Kenzo
Reina menghela napas.
"apa aku boleh meminta sesuatu?"
"katakanlah...aku akan mengabulkannya jika aku mampu sayang..."
"apa Dena boleh menemaniku disini?"
Kenzo menatap Reina sejenak sebelum mengalihkan pandangnya kepada Sakimoto.
"Nyonya...akan sangat sulit meminta ijin Tuan Besar...apalagi memasukkan orang luar..."
"Dena satu2nya keluargaku disini..." pinta Reina sambil meraih tangan Kenzo dan menggenggamnya erat.
"aku mohon..."
Kenzo menghela napas berat.
"aku tidak berjanji," geleng Kenzo
"pleasee....." rengek Reina
Kenzo menggenggam tangan Reina, meremasnya lembut.
__ADS_1
"kita akan mencari kesempatan.." bisik Kenzo
Reina tersenyum, merasa lega akan ada Dena yang menemaninya.
"Tuan Muda, sudah waktunya anda berangkat," ucap Sakimoto.
Kenzo hanya mengangguk dan beranjak berdiri.
Dirapikannya setelan jas mahalnya.
"Ayah akan bepergian keluar negeri selama 3 hari, aku akan menelepon Edward nanti, untuk mengajak Dena kesini..."
Reina pun memekik senang.
"terimakasih,"
Kenzo tersenyum.
"jaga Mommy jagoan2 Daddy!"
"aku titipkan istriku padamu, Pak Tua!"
Sakimoto menghela napas nya berat.
"Nyonya Muda aman bersama saya, Tuan Muda...anda bisa bekerja dengan tenang,"
Kenzo melirik sekilas Sakimoto, pria berumur yang mengasuhnya sejak kecil.
Akira menunggu Kenzo di depan pintu utama, bergegas menuju mobil begitu melihat Kenzo berjalan ke arah luar mansion.
"hubungi markas bawah untuk memperketat mansion dan sekitarnya," titah Kenzo
Akira mengangguk patuh kemudian menyusul Kenzo masuk ke dalam mobil.
******
Kakei mendengarkan informasi yang didapatnya tentang persiapan kelahiran baby twins Reina dari mata2 yang berada di mansion utama dengan seksama.
__ADS_1
"serapi itu mereka mempersiapkan segalanya?"
Kakei sampai terperangah mengetahui semua rencana dari penguasa klan Iwasaki itu untuk menyambut kelahiran generasi ketiga mereka.
"pasti sangat menyenangkan jika salahsatu bayi itu kita culik beserta ibunya..."
Para anggota klan Yamaguchi sampai terkejut.
"anda bisa mencetuskan perang ketiga, Tuan Muda...." protes salahsatu anggota
"kita culik saja ibunya..." usul yang lain
"penguasa klan Iwasaki tidak akan peduli, bagi mereka yang terpenting adalah bayinya..."
Suasana menjadi riuh, setiap orang mengeluarkan pendapatnya masing2, membuat Kakei langsung menggebrakkan meja dan semua orang langsung terdiam.
"kenapa kalian berisik sendiri! Semua akan berjalan sesuai rencanaku!" teriak Kakei
"baik, Tuan Muda!" seru para anggota serentak
"aku putuskan untuk menculik ibu dan salahsatu bayinya, sebagai ganti kita akan meminta tebusan 51% saham mereka!"
Para anggota pun langsung bertepuk tangan.
Kakei tersenyum menyeringai.
Dengan saham 51%, klan Yamaguchi bisa menguasai semua sektor bisnis secara mutlak.
aku bisa menguasai bisnis dan memilikimu secara bersamaan...batin Kakei senang.
Kakei memulai rapat untuk menyusun rencana mereka ketika hari dimana persalinan Reina tiba.
Bagi Kakei, sudah saatnya klan Yamaguchi kembali ke masa jaya mereka, menjadi yang pertama dan utama bukan lagi menjadi nomer 2, berada di dalam bayang2 klan Iwasaki.
Karena itulah, ia akan mencurahkan semua kemampuan dan kekuatannya untuk menghancurkan klan Iwasaki melalui Reina dan bayinya.
********
__ADS_1