Deviasi

Deviasi
#part 35


__ADS_3

"apa kita akan terus seperti ini sepanjang hari?"


tanya Reina sambil bermain busa sabun.


"apa kamu tidak suka?" jawab Kenzo balik bertanya sambil menarik tubuh Reina semakin mendekat ke arahnya.


Setelah menikmati percintaan panas di dapur, kini mereka berendam, menikmati busa yang melimpah dalam bath up.


Reina menoleh ke belakang yang langsung disambut dengan kecupan Kenzo di pipinya.


"bagaimana kalau kita makan di luar?"


"apa masakan koki di mansion tidak enak? aku akan menyuruh Fuji untuk memecatnya!"


iisshhh menyebalkan! dumal Reina


"aku ingin keluar...aku bosan terus terkurung disini!" protes Reina memutar tubuhnya menghadap Kenzo.


Reina memasang wajah memelas, membuat Kenzo tersenyum menyeringai melihatnya.


"apa kamu tahu berbahayanya berada diluar sana?"


"lalu gunanya apa ada banyak pengawal disini jika menjagaku saja tidak bisa?" bantah Reina


Kenzo menaikkan sebelah alisnya, sungguh berani wanitanya kini membalas kata2nya!


"bagaimana jika bertemu Ayahku diluar sana?"


Kenzo menahan tawanya melihat ekspresi wajah Reina yang langsung berubah pias.


"apa kamu mencintaiku?" tanya Reina lagi berani


Dikalungkannya tangannya dileher Kenzo, hingga tubuh mereka merapat satu sama lain.


"apa perlu aku menjawabmu ?" balik Kenzo memiringkan kepalanya untuk mencium bibir Reina yang terus saja membantah, membuatnya ingin membungkam bibir merah itu.


"jawab aku !" rengek Reina menjauhkan kepalanya ke belakang, menghindari ciuman Kenzo


"aku mencintaimu...apa kamu puas hemm?"


Kenzo menatap Reina dengan mata birunya yang mulai berkabut gairah.


"kalau begitu, tak ada yang perlu kutakutkan lagi, meski ayahmu sekalipun..." senyum Reina mengecup bibir Kenzo menggoda.


Kenzo meraih tengkuk Reina dengan sebelah tangan dan membalasnya dengan penuh perasaan, sementara tangan satunya menarik tubuh Reina hingga duduk di atas pangkuannya, membuat Reina memekik merasakan pusat tubuh Kenzo yang sudah mengeras di bawah sana.


"aku mencintaimu, istriku...milikku.."


*****


Reina memandang pantulan dirinya di depan cermin besar yang berada di walk in closet miliknya.


Malam ini, Kenzo akan mengajaknya makan di restoran, karena itulah Reina berdandan cantik.


Memakai gaun terusan di atas lutut, berwarna pink lembut, Reina menyanggul asal rambutnya ke atas, memamerkan leher jenjangnya yang berhias kalung berlian.


Reina memoles wajahnya dengan make up tipis, dengan bibir berpoles lipstik pink, membuatnya terlihat segar.


Kenzo yang duduk di sofa tampak memandang Reina dengan terpesona, begitu keluar dari walk in closet.


"apa aku cantik?" tanya Reina sambil berputar2 membuat gaunnya ikut mengembang.


"cantik sekali sayang..." kata Kenzo beranjak berdiri dan meraih pinggangnya untuk dipeluk dan dicium.


Reina pun juga terpesona, melihat Kenzo yang selalu memakai setelan berwarna hitam.

__ADS_1


"sudaahhh..." elak Reina mendorong pelan tubuh Kenzo, supaya berhenti menyesapi lehernya.


"aku ingin memakanmu..." desah Kenzo menggigit lembut pundak Reina yang terbuka


"isshhhh...."


Reina meraih kepala Kenzo dan memeganginya.


"aku ingin makan di resto! ayo berangkat keburu restonya tutup!" tegas Reina membuat Kenzo tersenyum menyeringai.


Kenzo meraih tangan Reina dan menggandengnya keluar kamar.


Tampak Akira dan Dena duduk di kursi dekat dengan pintu masuk.


Mereka pun tampak rapi , siap untuk bepergian.


"apa kita akan makan bersama?" tanya Reina bahagia melihat Dena yang juga tampak cantik dengan gaun hitamnya, serasi dengan Akira.


Kenzo hanya mengangguk, dan terus berjalan keluar diikuti Akira dan Dena.


Beberapa mobil sudah menunggu mereka, begitu juga dengan pengawal yang siap mengawal mereka.


Kenzo duduk di samping Reina, sementara Akira dan Dena berada di mobil di depan mereka.


Reina tampak senang dalam perjalanan, melihat keindahan kota di malam hari, sementara Kenzo tampak sibuk dengan tab nya.


Menempuh perjalanan hampir 30 menit, mobil memasuki lobi sebuah hotel.


"kenapa kita ke hotel??" kernyit Reina


Kenzo hanya menggeleng pelan, tanda ia tak suka Reina banyak berkata dan bertanya.


Pengawal membukakan pintu mobil untuk Kenzo, disusul Reina.


Kenzo berjalan lebih dulu di depan bersama Akira, sementara Reina mengekor dibelakang bersama Dena, dikelilingi pengawal.


"selamat malam, Tuan, selamat datang di hotel.."


sambut pria itu sambil membungkukkan tubuhnya hormat.


Kenzo tak menggubris, hanya Akira yang mengangguk.


"dimana tempatnya?" tanya Akira


"mari saya antar, Tuan Akira..."


Pria paruh baya itu pun berjalan di depan, menunjukkan jalan ke suatu tempat.


Sementara tak jauh dari mereka, duduk seorang pria muda di sofa yang tersedia di lobi hotel.


"siapa wanita itu?"


Kakei, putra pewaris klan Yamaguchi tak berhenti menatap Reina yang berjalan mengekor Kenzo.


"mungkin desas desus itu benar,Tuan.." bisik pengawal Kakei yang berdiri dibelakangnya


"apa aku tertinggal berita penting?"


"terdengar selentingan, putra Iwasaki sudah menikah,Tuan..."


"apa?" Kakei membulatkan matanya


"mungkin wanita itu istrinya, lihatlah banyak pengawal yang menjaganya.."


Kakei semakin intens mengawasi Reina yang tampak mengobrol dengan Dena, sesekali senyum tersungging dibibirnya.

__ADS_1


Cantik sekali dia, batin Kakei.


Memang Reina tampak mencolok dengan gaun pink nya, berdiri di antara orang2 yang berpakaian hitam2.


"segera cari informasi tentang wanita itu!" titah Kakei saat rombongan mulai menghilang di dalam lift.


"baik Tuan,"


******


"aku ke toilet dulu..." ucap Reina pada Kenzo


Baru saja mereka menikmati makan malam, yang membuat Reina bahagia karena resto khusus membuatkannya masakan Indonesia dengan mendatangkan langsung koki dari Indonesia.


Kenzo hanya mengangguk, tak lepas dari ponselnya.


"ada yang bisa saya bantu Nyonya?" tanya seorang pelayan wanita dengan bahasa Inggris yang fasih.


"aku ingin ke toilet..."


"mari saya antarkan..."


"terimakasih..." angguk Reina tersenyum


Benar2 hotel bintang 5 yang berkualitas!


"ternyata kamu disini juga!"


Reina yang sedang mencuci tangan menatap cermin besar dihadapannya.


Tampak wanita bernama Kanami itu berdiri bersandar di pintu toilet.


Reina lebih memilih tak menggubrisnya, dan bergegas menyelesaikan cuci tangannya.


Kanami tampak memandang Reina dari atas ke bawah, dan tersenyum jengkel melihat penampilan Reina yang mahal.


"berhenti!" sentak Kanami meraih tangan Reina dan mencekalnya.


"maaf, saya tidak mengenal anda!"


Reina pun menyentak lepas pegangan Kanami ditangannya.


"aku ini tunangan suamimu!" desis Kanami


"maaf, mungkin anda salah orang," Reina mendongakkan dagunya angkuh.


kamu pikir aku takut denganmu! dumal Reina dalam hati menatap wanita dihadapannya yang tampak memandang musuh padanya.


"aku lah yang dipilih Tuan Iwasaki untuk menjadi istri Kenzo!"


"Oh ya? tapi sayangnya, aku yang dipilih Kenzo untuk jadi istrinya! permisi,"


Reina tersenyum sambil melewati Kanami yang tampak tercengang mendengarnya.


Kanami bergegas menyusul Reina keluar toilet.


"dasar murahan!" bentak Kanami menarik lagi tangan Reina supaya berhenti.


"maaf, apakah anda tidak salah Nona?mengaku2 tunangan pria yang sudah beristri, jadi siapa disini yang murahan?"


Tanpa takut Reina kembali menyentak lepas tangan Kanami kasar.


"kamu!!"


Tanpa takut Reina menantang Kanami yang sudah mengangkat tangannya untuk menampar.

__ADS_1


"berhenti!!"


******


__ADS_2