
Reina melangkah keluar dari bathroom setelah memakai kemeja Kenzo yang kebesaran.
Rambut basahnya terbungkus handuk, kaki telanjangnya terasa lembut saat berjalan di atas karpet tebal di dalam kamar.
Kenzo tampak terduduk di sofa.Menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata.
Tubuh atasnya masih terbuka dan hanya memakai celana piyama hitamnya.
Kenzo mandi sebelum Reina.
Reina menghampiri Kenzo dan duduk disampingnya, membuat Kenzo membuka mata.
"maaf ya...bibirmu terluka..." kata Reina menyentuh sudut bibir Kenzo.
"tidak apa2...aku sudah biasa di tampar olehmu.." ucap Kenzo tersenyum dan bersandar ke pundak Reina.Mengecup sekilas ceruk leher Reina yang harum sabun beraroma jeruk.
"bagaimana kabar anak'ku? apa kamu mual?" tanya Kenzo mengelus2 lembut perut Reina.
"anakku baik," senyum Reina
"anakku!" kata Kenzo possesif.
"isshhh...anak kita!" sungut Reina gemas dengan sikap Kenzo yang possesif.
Kenzo menarik Reina ke pangkuannya, menyusupkan wajahnya ke dada Reina.
"rasanya mau mati tahu kamu diculik..." Kenzo menengadahkan wajahnya, menggigit lembut dagu Reina.
"bukankah seharusnya kamu senang? bisa bersama dengan tunanganmu itu??" cibir Reina sambil menahan geli merasakan kecupan2 Kenzo di lehernya diselingi gigitan2 kecil.
"apa aku harus membunuhnya supaya kamu percaya aku cuma milikmu...?"
Reina langsung terdiam begitu mata biru Kenzo menatapnya tajam.
"aku hanya butuh bukti..." sendat Reina.
__ADS_1
"baiklah, ..." angguk Kenzo menyeringai
Di raihnya ponselnya yang terletak di meja sofa, dan mulai menghubungi seseorang.
"aku ingin kau membawa wanita itu ke markas bawah, kalian boleh menggilirnya sebelum buang ke hutan larangan...."
Reina langsung membola.
Astaga orang ini!!!
Reina langsung merebut ponsel Kenzo.
"haloo...halooo!!! aku mohon batalkan!! haloo..halooo???"
Reina ketakutan setengah mati dengan bingung menatap ponsel di tangannya yang tidak ada sahutan dari seberang.
Ponselnya mati??? arrgghhhhh sialaannn!!!
Kenzo tertawa terbahak2 melihat ekspresi Reina yang tampak seperti orang bodoh.
"heiiii !!!" protes Kenzo keras hingga membahana di seluruh ruangan.
"huh, biar tahu rasa!!"
Reina yang hendak turun dari pangkuan Kenzo langsung ditahan.
"kamu harus tanggung jawab sayang!! itu ponsel mahalku!!" protes Kenzo lagi
"salahmu sendiri kenapa menjahiliku??" balas Reina mendorong dada telanjang Kenzo menjauh.
Kenzo mencium istrinya dengan buas, dan berdiri sambil menggendong Reina seperti baby koala.
"lepas!!" jerit Reina menarik2 rambut Kenzo gemas
"sakit sayang!!" teriak Kenzo dan menjatuhkan diri ke ranjang bersama Reina.
__ADS_1
"kamu harus dihukum!!"
******
"Nyonya Reina berada di mansion utama, Tuan..."
Willy melaporkan informasi yang di dapatnya dari Akira kepada Edward yang berada di mansion Kenzo bersama Dena.
"mansion utama? apa ayahku sudah pulang juga??" Edward tampak terkejut.
"iya, Tuan...Tuan Besar sudah kembali dari Amerika, Tuan Kenzo pun juga berada disana..."
Edward duduk bersandar di sofa.
" apa Reina sudah ditemukan??" Dena berjalan mendekat ke arah Edward sambil meletakkan minuman coklat hangat.
"Ya...mereka ada di mansion ayahku!"
"jadi, Reina...."
Edward tak menjawab, meraih cangkir berisi coklat hangat dan meminumnya cepat.
"sepertinya Tuan Besar sudah mengetahui kehamilan Nyonya Reina..." tambah Willy
"aku takut ayah semakin murka mengetahuinya.."
"sebaliknya, Tuan...Tuan Besar sepertinya sangat senang....." jelas Willy
"apa??" Edward dan Dena berseru bersama.
"bukankah ini menjadi kabar baik, Tuan...?" Willy tersenyum melihat Tuan dan Nona nya terkejut.
"tidak mungkin..."
******
__ADS_1