Deviasi

Deviasi
#part 44


__ADS_3

"syukurlah paman dan bibi sudah pulang..."


Dena memeluk Reina yang masih sesenggukan.


"aku bahagia..." isak Reina.


Dena mengelus punggung Reina untuk menghiburnya.


"hapus air matamu, nanti suamimu bisa...."


ucapan Dena terhenti melihat sosok Edward yang berjalan bersama Kenzo dan Akira menuju ke arah mereka.


"cepat hapus airmatamu, Rei .." bisik Dena meraih tisu di atas meja makan tempat sarapan mereka.


Reina pun bergegas membersihkan wajahnya dari sisa tangisnya.


"selamat pagi, kakak ipar...Nona Dena?" sapa Edward dengan senyuman menawannya.


"selamat pagi.." balas Dena dengan senyum ramah


"kenapa diluar? bukankah aku menyuruhmu tidak keluar kamar?" Kenzo menatap tajam istrinya.


"kakak...jangan terlalu posesif.." kata Edward menengahi.


"aku hanya tak ingin terjadi sesuatu dengan anakku!" ucap Kenzo dan meraih tangan Reina untuk berdiri dari kursinya.


Mata biru Edward membola.


"apa?"


"kenapa? sudah wajar kan kalau istriku mengandung??" gerutu Kenzo mengajak Reina masuk ke dalam


"Dena akan mengantarku ke kamar," Reina melepas pegangan tangan suaminya yang posesif itu.


"ayo Dena," ajak Reina yang langsung di sambut Dena.


Kedua wanita itu pun pergi meninggalkan para lelaki yang masih berdiri mengawasi mereka.


"apa ayah sudah tahu kak??"


"cepat atau lambat juga akan tahu, aku harus memperketat penjagaan untuk istriku,"


Para lelaki duduk setelah para pelayan membersihkan sisa sarapan Reina dan Dena.


"apa lebih baik kita mengungsikan kakak ipar ke tempat tersembunyi?" usul Edward


"tidak ada tempat tersembunyi di dunia ini selama ayah punya tim blackshadow bodoh!" umpat Kenzo


Edward menghembuskan napas berat.


"mungkin dengan tahu kakak ipar mengandung, ayah akan berubah kak..." kata Edward


"iya, berubah lebih kejam!" timpal Kenzo sinis


"apa kita mengajak Nyonya ke luar negeri saja,Tuan?" usul Akira


"kemana?" tanya Kenzo mengambil cangkir kopi yang di sediakan pelayan


"Inggris? bukankah selama ini Tuan Besar tidak pernah bepergian ke sana?"


"Ya, sejak ibu meninggal, ayah tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke sana, pasti akan menyuruh Satsuki atau Hanami jika ada kepentingan di sana.." jelas Edward


Kenzo terdiam sambil menyesap kopi hitamnya.


"lagipula, Tuan Besar juga tidak akan gegabah membuat masalah di negeri orang..." imbuh Akira


"akan kupikirkan..." angguk Kenzo

__ADS_1


"aku akan menambah pengawal lagi siang nanti.."


Kenzo dan Akira mengangguk.


******


Reina dan Dena memutuskan untuk istirahat sebelum makan malam, setelah sebelumnya mengobrol banyak hal di balkon kamar Reina.


Setelah mengganti baju dengan gaun berbahan ringan, Reina pun berbaring di ranjang.


"tidak biasanya cuaca sepanas ini..." gumam Reina


Reina meraih ponsel dan bermain sosial media, melihat2 berita dunia maya.


Reina membola, melihat berita tentang rencana pertunangan Kenzo dan Kanami, si anak mantan perdana menteri yang menjadi trending topik.


Banyak yang berkomentar memuji pasangan yang katanya sangat cocok ini, si pria kaya raya dan wanita cantik kelas atas.


"cih, menyebalkan!" gerutu Reina ingin rasanya membanting ponselnya.


"huh, dasar! ribut membuat bayi nyatanya setelah jadi malah mau tunangan sama wanita sinting!" dumal Reina sambil menggigiti selimut jengkel.


"apa yang kamu lakukan, sayang?"


Reina melepas gigitannya di selimut dan melirik tajam ke arah pria bergelar suaminya itu.


"aku bukan sayangmu!" judes Reina berbaring membelakangi Kenzo.


Kenzo mengawasi istrinya yang sedang ngambek itu, dan menghembuskan napas sabar, setelah membaca artikel tentang ibu hamil di ruang kerjanya tadi yang salah satunya membahas tentang perubahan hormon yang menyebabkan sang ibu angin2an tidak jelas emosinya.


Kenzo memilih masuk ke walk in closet dan mengganti bajunya kemudian bergabung dengan istrinya di ranjang.


"jangan peluk aku!" protes Reina saat Kenzo melingkarkan lengannya ke perut Reina dengan posesif.


"aku tidak memelukmu, aku memeluk anakku!" gumam Kenzo menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher Reina.


"tidurlah...aku mengantuk sekali, sayang..."


Reina tak berhenti memukul sekarang malah di tambah dengan cubitan2 kecil yang membuat Kenzo gemas.


Dengan keras dibaliknya tubuh Reina menghadapnya, dan menciumnya.


"mmpphhh..." ronta Reina marah saat merasakan Kenzo yang me****** kasar bibirnya.


"tidur! atau aku akan menidurimu!" desis Kenzo melepas ciumannya dan menatap Reina dengan mata biru nya yang tajam.


Reina menelan salivanya takut, takut sekali Kenzo akan mengasarinya lagi dan terjadi sesuatu pada anaknya.


Kenzo yang melihat istrinya tenang kembali memeluk Reina dan menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Reina.


"aku mencintaimu...istriku..milikku.." gumam Kenzo dan mulai tertidur.


*****


"berita yang bagus!" puji Kanami melihat berita2 tentangnya dan Kenzo yang menjadi trending topik di dunia maya.


Kanami tersenyum senang, rencana pertamanya berhasil, menggiring opini publik perlahan untuk berada di pihaknya.


Tinggal menjalankan rencana kedua yang harus tertunda karena Tuan Iwasaki Senior masih berada di luar negeri mengurus salah satu perusahaannya yang bermasalah.


"tinggal selangkah lagi, dan kamu akan jadi milikku..." gumam Kanami sambil mencium foto Kenzo di layar ponselnya.


*****


Reina menuruni tangga dengan perlahan.


Malam ini Reina memakai gaun terusan sepanjang mata kaki, berwarna hitam dengan tali spagheti, dengan kalung berlian melingkar dilehernya membuatnya tampak mempesona.

__ADS_1


Punggungnya yang terbuka memamerkan tatonya, membuat para pelayan yang di lewati Reina tampak menahan napas memandangnya.


Inilah calon penguasa tertinggi kedua setelah si naga hitam naik tahta di klan Iwasaki.


Apalagi, sang calon penerus ketiga sedang bertumbuh di rahimnya, tentu akan semakin kuat posisinya, jika calon bayi mereka laki2.


Reina masuk ke ruang makan, dimana Kenzo, Akira dan Dena sudah menunggu.


"selamat malam..." sapa Reina membuat ketiga orang tersebut menoleh.


"selamat malam, Rei...kamu cantik sekali.."


Dena berdiri dari kursinya dan mengajak Reina untuk duduk.


"banyak uang yang membuatku cantik.." kata Reina tersenyum dan duduk di kursi samping Kenzo.


"kamu cantik sayang, apalagi sedang mengandung anakku..." Kenzo meraih tangan Reina dan mengecup punggung tangannya.


Akira sampai menahan napas melihatnya.


Fuji pun bergegas menyiapkan makanan, dibantu dengan beberapa pelayan.


"apa semua sudah mulai dipersiapkan?"


"saya sedang menyiapkan dokumen2nya, Tuan...untuk transportasi dan tempat tinggal semua sudah siap..."


"butuh berapa lama dokumennya?"


"mungkin seminggu, itu yang tercepat,Tuan..."


Reina memandang bingung ke arah Kenzo dan Akira.


"kalian bicara apa?" tanya Reina


"tidak ada, lanjutkan makanmu.." jawab Kenzo


Reina pun mengalihkan pandangnya ke arah Akira, membuat Akira susah payah menelan makanannya.


"apa ada yang kamu sembunyikan, Akira?"


Akira menghentikan makannya dan beralih menatap Kenzo, mencari perlindungan.


"sayang..?"


"apa tentang rencana pertunanganmu yang booming di sosial media?"


"apa?" Kenzo menaikkan sebelah alisnya


"apa kamu tidak tahu berita tentang pertunanganmu dengan Kanami??"


Kenzo pun langsung menatap tajam ke arah Akira.


"apa kamu berencana ingin punya 2 istri?"


Kenzo langsung menggebrak meja dengan marah.


"lepaskan aku jika kamu ingin menikahinya,..maaf aku duluan..." kata Reina beranjak berdiri dari kursinya.


"Rei...." Dena pun ikut berdiri.


"kembali ke kursi mu!" teriak Kenzo marah.


Reina berhenti melangkah sejenak, kemudian kembali melanjutkan langkah nya pergi.


"Reina!" teriak Kenzo membuat semua orang terlonjak kaget.


"dasar pria breng*sek, bajin*ngan, pembohong besar,penipu!!" teriak Reina marah dan setengah berlari menuju kamarnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2