Deviasi

Deviasi
#part 80


__ADS_3

Iwk Hotel,


Acara pertunangan Kenzo dan Kanami benar2 berlangsung secara mewah dan memjadi trending topik berbagai media.


Acara tersebut mengundang orang2 penting dari kalangan pengusaha, pejabat dan orang2 dari kelas elit lainnya.


Tuan Iwasaki mengerahkan seluruh pengawal terbaiknya untuk menjaga keamanan berlangsungnya acara dari awal hingga akhir nanti.


Satsuki pun tak segan menurunkan sniper terbaiknya.


Apalagi setelah mendapat informasi dari Hanami jika Kenzo telah mengirimkan undangan ke klan Yamaguchi tanpa sepengetahuan Tuan Iwasaki, mengingat kedua klan adalah musuh bebuyutan.


Satsuki dan Hanami masih menyelidiki motif Kenzo mengirimkan undangan ke klan Yamaguchi.


Para tamu undangan menatap takjub dengan suasana pesta, mereka menebar pujian yang membuat Ryujin benar2 mengembangkan hidungnya tersanjung.


Beberapa orang mengalihkan pandang saat melihat tamu yang baru saja tiba.


Edward dan Dena bersama Daniel, putera mereka.


Tuan Iwasaki yang melihat kedatangan Edward pun mengerutkan dahinya tak suka.


Kenzo tersenyum menatap kedatangan adiknya.


Edward mengajak Dena mendekati Kenzo.


"bagaimana kabarmu dik?"


Edward menatap tajam kakak beda Ayahnya itu dengan tajam.


"jadi ini yang kau maksud dengan kejutan? Ku pikir sejak kakak ipar pergi kau jadi gila," ketus Edward.

__ADS_1


Kenzo hanya menyeringai.


Edward semakin jengkel dengan kakaknya itu.


Kenzo meneleponnya kemarin lusa dan memintanya pulang ke Jepang karena ada kejutan untuknya.


Jika saja Edward tak memgingat Kenzo adalah satu2nya keluarga yang memiliki hubungan darah dengannya, ia pun tak akan sudi menginjakkan kaki di tempat yang sama dengan mantan 'Ayah' nya.


"lihat itu, putra kedua klan Iwasaki sudah datang!"


"rupanya dia sudah menikah dan memiliki putra,"


"kabar terakhir ia menetap di Inggris, negara Nyonya Iwasaki.."


Para awak media menjadi heboh dengan kehadiran Edward dan keluarga kecilnya.


Dena menatap benci ke arah Kenzo, kemudian melempar tatapan tak suka ke arah Kanami yang berjalan mendekat ke arahnya.


Kanami mengamit lengan Kenzo manja.


"apakah kita bisa ke sana? Aku ingin muntah rasanya.."


Edward tersenyum menyeringai mendengar kata2 sarkas Dena.


"aku permisi dulu," pamit Edward masih bersikap sopan, etika yang selalu diajarkan klan Iwasaki sejak kecil.


Kanami mencoba bersabar mendengar kata2 Dena barusan yang membuatnya sakit hati, mengingat begitu banyak awak media yang diundangnya.


Kenzo pun menarik tangannya kasar dan pergi meninggalkan Kanami sendiri, membuat Kanami naik pitam.


Kanami pun mengangkat tangannya ke arah salah satu staff EO yang langsung berlari mendekatinya.

__ADS_1


"majukan waktu acara tukar cincin pertunangannya," titah Kanami


"tapi, Nona..."


"aku bilang majukan!" desis Kanami


Staff pun hanya mengangguk setuju dengan terpaksa, kemudian kembali ke tempatnya semula untuk mengubah susunan acara.


"selamat malam, hadirin yang kami hormati, silahkan untuk menempati tempat yang telah kami sediakan, karena acara pertunangan akan segera dimulai..."


MC pun memulai acara.


Kanami maju ke arah depan, dimana di sana telah tersedia table set untuk calon mempelai dan orangtua masing2.


Kenzo berjalan dengan malas ke sana, Akira yang berjaga di pintu masuk masih belum memberinya kabar kedatangan si calon penguasa klan Yamaguchi.


"baik, terimakasih kepada hadirin yang terhormat, langsung saja kita akan mulai acara bertukar cincinnya kedua calon mempelai,"


Kenzo menaikkan sebelah alisnya mendengar MC berbicara.


"bukankah acaranya setelah makan malam?"


Kenzo menatap Kanami tajam


"aku tidak tahu, mungkin ada kesalahan, nanti akan aku urus selesai acara...."


Kanami memasang wajah tak berdosa, mencoba memutarbalikkan fakta.


Seorang staff EO maju ke depan membawakan kotak perhiasan, dimana terdapat sepasang cincin bertahta berlian juga set perhiasan.


Kanami bergegas mengambil cincin dan hendak memasangkannya ke jari manis Kenzo, bertepatan dengan kehebohan di pintu masuk saat Kakei dan Reina tiba.

__ADS_1


*********


__ADS_2