
"aahhh segarnya..."
Reina menghirup dalam2 udara segar sambil merentangkan kedua tangannya.
Hatinya begitu bahagia karena Kenzo menuruti keinginannya untuk keluar mansion.
"apa kamu senang?" tanya Kenzo tersenyum melihat tingkah Reina
"iya...terimakasih,sayang..." angguk Reina tersenyum, dan meraih tangan Kenzo untuk digenggamnya.
Kenzo dan Reina berjalan mengitari taman kota.
Reina mengenakan kaos longgar berwarna hitam yang menyamarkan kandungannya, dengan celana hamil yang panjangnya di atas mata kaki.
Rambut panjangnya diikat asal ke atas, tak lupa kacamata hitam bertengger dihidung mungilnya.
Sementara Kenzo memakai kemeja hitam dan jeans, dan juga topi serta kacamata hitam, supaya tidak dikenali.
"ayo, kita makan es krim!" seru Reina
"Big NO Mrs.Kenzo!" tolak Kenzo keras
"kenapa?" Reina langsung cemberut
"aku hanya mengajakmu jalan2 bukan untuk makan! sudah berapa kali aku bilang di..."
"stop!" potong Reina marah.
Kenzo terdiam, mata biru dibalik kacamata hitamnya menatap tajam ke arah Reina.
"aku capek hidup seperti ini!" ucap Reina
"kau capek hidup bersamaku?"
"aku sudah muak hidup seperti tahananmu!"
"apa?" Kenzo menaikkan alisnya
"aku capek! aku lelah! aku muak! bebaskan aku!!"
Reina memekik marah mengundang perhatian orang2.
__ADS_1
"Reina!!" bentak Kenzo emosi.
Reina memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan Kenzo.
"Berhenti disitu ,Mrs.Kenzo!!" teriak Kenzo marah
Reina terus saja melangkah tak peduli.
Dengan langkah lebar, Kenzo menyusul Reina dan langsung membopong tubuhnya.
"lepaskan aku! aku membencimu!!"
Kenzo memutar langkahnya kembali menuju mobil yang terparkir tak jauh dari mereka.
"ini yang terakhir kalinya aku membawamu keluar, Nyonya Muda! " desis Kenzo marah
"kembalikan saja aku ke orang tuaku!"
"jangan pernah bermimpi kamu dan anak2ku pergi dari hidupku!" sentak Kenzo dan menurunkan tubuh Reina, di depan pintu mobil yang sudah dibukakan oleh salahsatu pengawal.
"suatu saat pasti aku akan pergi dari hidupmu!"
"masuk!" titah Kenzo tak mau lagi dibantah.
"kita pulang!"
"baik, Tuan Muda,"
******
"Jadi ini alasan mereka berada di mansion utama?"
Kakei menatap foto2 yang tersebar di atas meja kerjanya.
Foto2 Reina dan Kenzo saat berada di taman kota.
"Tampaknya mereka benar2 ketat menjaga 2 calon pewaris generasi ketiga..."
Kakei mengawasi foto2 Reina.
Reina yang cantik, yang selama berbulan2 menghilang karena disembunyikan di mansion utama klan Iwasaki.
__ADS_1
"terus awasi mereka!"
" baik, Tuan..."
*****
"aarrgghhhh!! aku benar2 membencinya!! dasar wanita ja*lang!!"
Kanami berteriak2 histeris saat mendapat kiriman foto2 Reina dan Kenzo.
Meskipun memakai kaos longgar, tetapi tetap tidak dapat menyembunyikan kehamilannya.
"jadi dia hamil!!" teriak Kanami sambil meremas foto Reina jengkel.
"sayang....ada apa ini??"
Tuan Ryujin begitu terkejut melihat ruang tengah mansionnya seperti kapal pecah.
"wanita itu hamil!!"
"apa??"
"aku semakin tak bisa menyingkirkannya!!"
Tuan Ryujin melotot tak percaya.
"lihat ini! bahkan dia pun sudah tinggal di mansion utama!!"
"ini tidak bisa dibiarkan! aku harus menemuu Iwasaki!"
"untuk apa Papa ke sana, hah?"
"pertunanganmu dengan Kenzo belum dibatalkan, aku akan meminta kejelasan Iwasaki!"
"jangan berbuat konyol, Pa!"
"apapun akan Papa lakukan untuk membuatmu menjadi satu2nya Nyonya di klan Iwasaki!"
Kanami menatap punggung Ayahnya yang perlahan menjauh darinya.
Seutas senyum menghiasi bibir Kanami.
__ADS_1
"aku sangat bangga padamu, Papa..." gumam Kanami merasa sangat senang.
*****