Deviasi

Deviasi
#part 66


__ADS_3

Ponsel pintar Edward berdering.


"siapa?" tanya Dena berhenti menyuap salad buah miliknya.


"Willy," jawab Edward menekan ikon telepon berwarna hijau untuk menjawab panggilan Willy, asisten sekaligus tangan kanannya.


"ada apa Will?"


"......."


"apa?!"


"........."


"baiklah, aku akan segera menghubungi pilot untuk berangkat ke sana,"


"......"


"ya! Tolong awasi sekitar, aku akan menghubungimu lagi nanti,"


"......"


Sambungan terputus.


"ada apa?"


"Willy menemukan Akira pingsan di tengah jalan dengan para pengawal yang telah tewas,"


"apa??"


"aku harus segera terbang ke negara K,"


"tapi, bukankah Akira bersama kakakmu??"


"kakak ada dihotel, mungkin Akira sedang keluar karena tugas,"


"aiiishhh, aku akan mengabari Reina,"


"jangan!!"


"ta-tapi.."


"sampai aku tahu kronologisnya, jangan beritahu kakak ipar!"


Edward meraih tangan Dena, memohon.


"ba-baiklah..."


"aku pergi dulu, sopirku akan mengantarmu..."


Dena termenung mengawasi Edward yang tampak terburu2 keluar dari restoran.


"semoga tidak apa2 ..."


*******


"apa ini, Tuan Saki?"


"Jus sayur dan buah, Nyonya Muda.."


"Oohh..."


Reina meraih gelas berisi jus berwarna orange cerah itu.


Reina mengendus baunya, yang menurutnya aneh.


"kenapa bau nya aneh?"


Sakimoto tampak tergagap, salah tingkah.

__ADS_1


"karena tadi saya tambahkan lemon sedikit Nyonya, biar terasa segar..."


"Ooh..."


Reina mencicipnya.Enak.Meskipun warna dan baunya aneh menurut Reina.


"oh iya, apa Kenzo meneleponmu?"


"Akira yang mengirim pesan, Tuan Muda sudah beristirahat di hotel..."


"Ooh..."


Reina meminum setengah gelas dan beranjak berdiri.


"tolong kabari aku jika Kenzo menelepon.."


"baik, Nyonya Muda..."


"terimakasih jus nya Tuan Sakimoto..."


Sakimoto hanya mengangguk.


Menatap Reina yang berjalan perlahan keluar dari ruang makan.


"apa dia sudah meminum jus nya?"


Tuan Iwasaki memasuki ruang makan dari pintu samping arah taman belakang.


"iya, Tuan...sesuai perintah Anda,"


"bagus!"


"apa tidak akan terjadi sesuatu dengan bayi nya, Tuan?"


Sakimoto menatap Tuan Besarnya yang tampak tersenyum miring itu.


"tentu saja tidak, karena dokter sudah memperkirakan semuanya...kita hanya akan membuatnya tidur sampai selesai operasi.."


"Tuan....bagaimana jika Tuan Muda marah kita melakukan semua ini.."


"aku tidak peduli, aku butuh pewaris, bukan ibunya!"


Lagi2 Sakimoto menghela napas berat.


"segera hubungi rumahsakit, seharusnya setengah jam lagi obat itu sudah mulai bekerja, aku tidak mau membuang waktu percuma!"


"baik, Tuan Besar..."


********


Negara K,


Jam 08.00 pagi,


Ruang presidential suite tampak berantakan.


Kenzo melempar semua barang yang ada di ruangan.


"apa yang kau lakukan??" pekik Kanami


"justru aku yang harus bertanya wanita ja*lang!!"


Kenzo mendekati Kanami yang berjalan mundur ketakutan.


"apa yang sudah kau lakukan padaku?!"


Kenzo mencengkeram wajah Kanami.


"aku tidak..."

__ADS_1


"apa kau sudah bosan hidup hah??!"


"kau harus bertanggung jawab! Kau mengambil kesucianku!"


"apa?"


"semalam kau bercin*ta denganku!"


Kanami berteriak keras.


PLAK!


"kau menjebakku sialan!"


Kanami terjatuh ke lantai dengan bibir yang sobek.


"jangan asal menuduhku bang*sat!!"


Kenzo terasa ingin meledak karena amarah yang memuncak.


"kau bisa cek cctv sialan di ruangan ini!!"


"aku akan memeriksanya, dan aku akan membunuhmu jika ternyata benar kau menjebakku!"


Wajah Kanami berubah pias, susah payah ia menelan saliva nya.


"Dan jika aku yang benar, kau harus menikahiku!"


Mata biru Kenzo berkilat penuh amarah, ingin rasanya ia melempar Kanami keluar balkon dan terjun bebas dari lantai teratas ini.


"jangan harap aku menikahimu ja*lang!"


"aku akan memberitahu semua orang atas perlakuanmu ini!"


Kenzo melepas cengkeramannya dan berbalik pergi.


"keluar dari sini, atau aku akan meledakkan kepalamu!" bentak Kenzo


Dengan marah Kanami meraih tas nya dan berlalu pergi menuju pintu utama ruang presidential suite ini.


Kenzo meraih ponselnya, mencoba menghubungi Akira.


Ingin rasanya Kenzo memaki Akira karena bisa lalai hingga seorang wanita manja berhasil memasuki ruang privasinya.


Meninggalkan skandal pula.


"Akira!" raung Kenzo keras begitu ia tersambung ke panggilan pada ponsel Akira.


"selamat pagi, Tuan Kenzo, saya Willy..."


"Willy?"


"benar, Tuan...untuk saat ini Akira belum bisa menjawab telepon Anda karena masih belum sadarkan diri,"


"apa?"


"Saya menemukan Akira pingsan di tengah jalan dengan pengawal2 anda yang sudah tewas.."


Kenzo membola.


"dimana posisimu sekarang?"


"saya berada di rumahsakit KS, Tuan..."


"aku segera ke sana!"


"baik, Tuan...saya juga sudah menghubungi Tuan Edward, beliau juga sedang dalam perjalanan.."


Kenzo langsung memutus sambungan dan berlari keluar.

__ADS_1


Aku akan menghabisi siapa pun yang merencanakan ini semua, batin Kenzo.


********


__ADS_2