Deviasi

Deviasi
#part 74


__ADS_3

"apa?"


Reina mengalihkan pandangnya dari layar laptop ke arah Kakei yang terduduk di sofa sambil menatapnya.


"bagaimana kalau kita pergi berlibur?"


"berlibur?"


"iya, untuk merayakan keberhasilanmu memenangkan tender ini..?"


Reina menatap Kakei heran.


Bagaimana mungkin bisa pergi berlibur di saat semua pekerjaan besar tengah menanti ?


"becandamu tidak lucu,"


Reina menggelengkan kepalanya sambil tertawa.


"hanya 3 hari, aku tahu semua schedule mu sayang..." bujuk Kakei.


"huh, gila!" dumal Reina


"kita ajak Papa, sudah lama kan kita tidak berlibur bersama..?"


Pintar sekali Kakei, selalu Tuan Yamaguchi yang dijadikan senjata untuk meluluhkan hati Reina.


"memang mau liburan kemana?"


"keliling Eropa?"


"semakin tua kau semakin gila!" omel Reina


"heiii....!! Kau ini kurang ajar!" teriak Kakei pura2 marah.


"mana ada keliling Eropa cuma 3 hari!" sembur Reina.


Kakei tersenyum miring.


"jadi kau setuju kan?"


Reina menghembuskan napasnya gemas sambil duduk bersandar.


"kalau Papa ikut, aku mau...." pasrah Reina.


Kakei tersenyum senang.


"baiklah, aku akan mempersiapkan semuanya, Tuan Putri terima beres..."


"issshhh menyebalkan!"


Reina menatap Kakei yang membungkukkan badannya dengan penuh hormat, sebelum keluar dari ruang kerja Reina.


*******


Kenzo terduduk di single sofa yang berada di samping jendela besar, menghadap ke langit Osaka yang tampak biru cerah.


Baru saja ia kembali dari meeting di perusahaan anak cabang untuk menyelesaikan masalah.


Kenzo semakin penasaran dengan perusahaan baru yang mampu menjatuhkan anak perusahaannya yang hampir saja gulung tikar jika Kenzo tidak menyuntikkan dana jutaan dollar.


"Tuan, ini data2 tentang perusahaan baru yang menjadi pesaing kita,"


Akira meletakkan sebuah map hitam dengan beberapa dokumen berisi informasi rahasia.

__ADS_1


Kenzo meraih map itu dan membukanya.


Kenzo membaca setiap detailnya.


"CEO nya seorang perempuan?"


"menurut informasi seperti itu, Tuan...Perusahaan di bawah naungan klan Yamaguchi itu dipimpin seorang wanita, yang merupakan anak angkat Tuan Yamaguchi,"


Kenzo mengernyitkan dahinya.


"apa disini tercantum data2 anak angkatnya?"


Akira terdiam dan tampak berpikir sejenak.


"sepertinya Tuan Yamaguchi menutup semua akses informasi tentang anak angkatnya itu..."


"termasuk seorang Hanami pun tidak bisa mencari informasi tentangnya?"


Akira langsung menunduk takut mendapat tatapan mata biru Kenzo yang tajam.


Mata biru yang kini menurun ke kedua putra kembarnya.


"saya akan menelepon Tuan Hanami untuk berusaha mencari informasinya lagi, Tuan..."


Kenzo menarik napas berat.


"apa pasukan markas bawah sudah tiba?"


"sekitar satu jam lagi, Tuan.."


Lagi2 Kenzo menghela napas berat.


Rasanya tidak sabar lagi ia akan memulai pencarian keberadaan Reina di Osaka ini.


"Tuan,....apakah Nyonya Muda benar2 berada disini?"


"aku sangat yakin Akira, pasti ada campur tangan orang2 yang berpengaruh besar dalam hilangnya istriku...."


"menurut anda, siapakah orangnya? Apakah mungkin Tuan Besar?"


"semua punya kemungkinan..."


Kenzo menyandarkan punggungnya seraya memijit keningnya.


"saya akan meminta obat, Tuan..."


"pergilah,"


Akira pun menundukkan kepalanya hormat dan beranjak pergi.


"Reina....aku pasti akan menemukanmu dan membawamu kembali..."


********


"tidak biasanya kalian makan siang di mansion Papa...ada apa ini?"


Tuan Yamaguchi menyambut kedatangan Kakei dan Reina di mansion utama klan Yamaguchi.


"kami ingin mengajak Papa berlibur,"


"berlibur?"


"iya," angguk Reina

__ADS_1


Tuan Yamaguchi semakin bingung menatap Kakei dan Reina bergantian.


"Reina memenangkan tender proyek jutaan dollar, Pa....perlahan kita akan mengembalikan kejayaan klan Yamaguchi!"


Tuan Yamaguchi tampak terkejut.


"benarkah itu 'nak?"


"iya, Papa....aku berhasil memenangkan proyek itu, ini hadiah untukmu, Pa..."


Reina pun berjalan ke arah Tuan Yamaguchi dan meraih tangannya.


"Papa...terimakasih karena sudah menjadikanku wanita yang tangguh..."


Reina membawa telapak tangan Tuan Yamaguchi ke arah pipi nya yang halus.


"aku akan membuktikan pada Papa, aku akan menghancurkan mereka yang sudah menyakitiku selama ini...aku akan membawa klan ini kembali ke masa emas, sama seperti saat kakek buyut dulu memimpin..."


Tuan Yamaguchi benar2 terharu mendengar penuturan Reina.


Wanita yang dulu datang ke mansionnya dalam keadaan yang begitu terpuruk karena depresi hebat oleh perlakuan orang2 bia*dap yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dan klan mereka, kini sudah bangkit menjadi wanita tangguh.


Sang Phoenix yang terluka parah kini telah pulih dan mulai mengepakkan sayap indahnya.


"melihatmu bangkit dan menjadi wanita tangguh saja Papa sudah bahagia 'nak..."


Tuan Yamaguchi mengecup tangan halus Reina.


"aku akan membalas semuanya Papa....dan aku akan merebut kembali anak2ku..."


"mereka pasti akan hancur 'nak...Papa akan pastikan itu..."


Reina tersenyum.


"apa kau sudah siap untuk bertemu mereka kembali?"


"bagaimana aku bisa membalas dendam jika tidak bertemu mereka?"


"aku hanya takut depresimu kambuh lagi,"


Kakei tertawa membuat Reina langsung cemberut.


"aku sudah berubah,"


Tuan Yamaguchi tersenyum.


"saat semua bisnis mereka berhasil kita kalahkan dalam proyek2 besar, saat itulah waktu kehadiranmu kembali 'nak..."


Reina menatap Tuan Yamaguchi.


"kau masih pemegang 25% saham klan mereka, saat bisnis mereka diujung tanduk pasti akan dilakukan rapat pemegang saham..."


"pasti saat ini mereka mulai menyadari bisnis mereka mulai terancam.."


"aku akan berusaha lebih keras lagi merebut proyek2 besar dari mereka..."


Kakei mengangguk setuju.


"mari kita berlibur sambil menyusun rencana besar untuk menghancurkan mereka!''


Reina mengangguk dan tersenyum.


Pasti! Pasti aku akan membuat mereka hancur berkeping2!

__ADS_1


********


__ADS_2