
Osaka,
"kenapa masih juga belum sadar Dokter?"
"Tuan Muda, Nona mengalami trauma psikis yang berat....butuh waktu yang lebih lama daripada sakit pada fisiknya..."
Kakei menatap Reina yang masih tampak tertidur lelap.
Sudah 3 hari sejak Kakei membawa pergi Reina dari rumah sakit, Reina masih nyaman dengan tidur nyenyaknya.
Kakei yang berencana untuk menculik Reina tak perlu repot2 lagi karena menemukan Reina yang pingsan di depan pintu darurat.
Sepertinya Reina hendak melarikan diri dengan keluar dari pintu darurat.
Reina yang malang.
Wajahnya pucat, air mata masih membekas di wajah cantiknya yang halus.
Kakei segera menyuruh mata2 untuk mencari tahu apa yang baru saja terjadi pada Reina.
Dan Kakei pun terkejut setengah mati mengetahui jika Reina telah dipisahkan dengan bayi2nya oleh Ayah mertua nya sendiri.
Meskipun Reina menerima kompensasi yang cukup mencengangkan.
"saya akan berusaha semaksimal mungkin, kesadaran Nona tergantung dari dirinya sendiri..."
Kakei menghembuskan napasnya perlahan.
"apakah ada yang ingin anda tanyakan lagi?"
Kakei menggelengkan kepalanya.
"terimakasih, Dokter..."
"saya akan meresepkan vitamin untuk Nona, selamat malam, Tuan Muda...."
"Aoki akan mengantar anda,"
Dokter menganggukkan kepalanya, meminta ijin keluar dari ruangan.
Kamar mewah yang disiapkan Kakei untuk Reina.
Kakei mendekat ke arah ranjang dan duduk di sisi Reina yang masih saja terpejam.
Dengan pelan Reina mengelus pipi Reina.
"bangunlah...sampai kapan kamu tidur?"
"bangunlah, dan kita balas kejahatan mereka..."
"kita rebut kembali anak2mu dan kita hancurkan klan mereka..."
********
__ADS_1
Tokyo,
Mansion Kenzo tampak lengang.Sepi.
Seperti dulu saat Kenzo masih tinggal sendiri.
Tidak ada lagi Reina yang menghilang seperti di telan bumi.
Fujisawa dengan telaten melayani Tuan Mudanya yang berubah total karena kepergian Reina.
Sikap dingin dan arogannya semakin menjadi.
Sifat kejamnya bertambah sadis.
Begitu hebatnya seorang Reina bisa mengubah Kenzo, seperti singa yang terbangun setelah lama tertidur.
Akira yang baru saja siuman dari komanya, hanya diberi waktu 1 bulan untuk kembali bekerja keras bersama Kenzo.
Tekanan yang diberikan Kenzo tidak main2 lagi.
Pengawal2 yang tidak bisa menjaga Reina sudah dihukum mati oleh Kenzo sendiri.
Sang Naga Hitam benar2 marah besar!
Dan kini, Kenzo terduduk di kursi kerjanya menatap dinding kaca besar yang menghadap taman belakang mansionnya yang luas.
Tangannya menggoyangkan gelas berisi whisky, minuman yang selama ini menemaninya.
"sayang....dimana kamu..." lirih Kenzo sambil menenggak minumannya.
Amarah begitu membuncah dalam dadanya hingga terasa panas dan sesak.
Kenzo benar2 sendiri kini.
Edward memutuskan untuk pergi ke negara ibu mereka, dan menetap di sana.
Mendirikan perusahaan di bidang IT dan benar2 maju pesat sekarang.
Kenzo membiarkan kepergian Edward karena Kenzo tahu betapa terlukanya Edward dengan kenyataan yang ada.
Mungkin dengan kepergiannya ke Inggris bisa menyembuhkan luka hatinya.
"Tuan...."
Fujisawa mengetuk pintu.
"ada apa?!" bentak Kenzo
"Nona Kanami menelepon.."
"matikan saja!"
"baik, Tuan..."
__ADS_1
Dan suasana kembali hening.
Kenzo memijat keningnya yang mendadak pusing.
"aku harus mencari kemana lagi...." lirih Kenzo putus asa.
"ingin sekali aku membunuh tua bangka itu yang sialnya dia adalah ayahku!"
Arrrggghhhhh !!!!!
********
Tuan Iwasaki senior menatap Kanami yang sibuk menenangkan baby Kenji yang menangis meraung2.
Sejak sore bayi itu rewel, entah apa sebabnya, padahal kakak kembarnya Kenzi tampak tenang, bahkan tertidur pulas, seolah tak peduli dengan adiknya.
"ssttt...ada apa sayang? Kenapa rewel?"
Kanami menimang2 dengan lembut dan penuh sayang.
Ya, Kanami bertekad membuat Kenzo jatuh hati padanya melalui kedua putranya.
Kanami memang sudah dikenal sebagai wanita kelas atas yang cantik dan dermawan, dengan sifatnya yang keibuan.
Dia menjadi donatur tetap beberapa Yayasan sosial, bahkan anak asuhnya sudah tidak terhitung lagi banyaknya.
"apa kau sudah menghubungi Ayahnya?"
"sudah, Paman...tapi Kenzo tidak mau menerimanya...hanya kepala pelayan yang menjawab teleponku tadi..."
Tuan Iwasaki mendengus kasar.
Sungguh ia sudah pusing dengan pewaris tahtanya itu.
Kanami menyeka airmata di pipi halus dan montok Kenji.
Mata biru itu mulai meredup karena lelah menangis.
"suster, buatkan susu hangat, sepertinya Kenji akan tidur..." titah Kanami
"baik, Nona, segera saya buatkan.."
Babysitter pun bergegas menuju dapur.
"kalian harus segera menikah," kata Tuan Iwasaki melihat cucunya yang mulai tenang dalam buaian Kanami.
"saya menurut saja, Paman....Kenzo pasti akan menolakku..."
"Dia harus mau! Aku akan memaksanya!"
Kanami tersenyum dalam hati.
Aku tak sabar menjadi Nyonya Besar disini,..
__ADS_1
***********