
Reina membuka pintu mobil sebelum pengawal meraih handle pintu mobil.
Kenzo yang masih terduduk melirik ke arah Reina yang bergegas turun ke mobil dengan raut wajah murka.
"selamat datang, Nyonya Mu..."
"minggir!" sentak Reina melihat Sakimoto yang hendak menyapa seraya membungkukkan badannya hormat.
Sakimoto tampak bingung melihat Reina yang tampak berjalan susah payah dengan perut buncitnya sambil bersungut marah.
Kenzo keluar mobil sambil menarik napas dalam2 untuk mengumpulkan stock kesabarannya.
"selamat datang, Tuan Muda.." sambut Sakimoto
"bisa siapkan minuman dingin?" tanya Kenzo sambil berjalan memasuki pintu utama mansion yang dibukakan oleh pengawal
"tentu, Tuan...saya juga akan membawakan susu ibu hamil dingin untuk Nyonya Muda..."
Kenzo melirik Sakimoto dengan tajam, apalagi melihat senyum yang tersungging di wajahnya.
"apa yang kau tertawakan, orangtua?" tanya Kenzo sadis
"tidak ada, Tuan Muda...hanya ingin menyampaikan saja, Tuan Muda banyak bersabar,..."
Kenzo menaikkan sebelah alisnya.
"Oh,ya? Kau tahu apa soal wanita hamil??"
"semua bisa kita cari melalui internet, Tuan...Negara kita sudah canggih..."
Kenzo hanya menarik napas dalam dan melangkah kembali menuju kamar yang berada di lantai 2.
*******
__ADS_1
Reina melepas semua bajunya dan masuk ke dalam bathroom untuk membersihkan diri.
Setelah merasa segar, Reina pun menuju walk in closet miliknya, mencari gaun terusan berbahan katun yang nyaman untuk dipakainya.
Semakin besar usia kandungannya membuat Reina mudah merasa gerah.
Reina duduk menghadap cermin di meja riasnya yang besar, penuh dengan kosmetik dan perawatan tubuh, yang hampir semuanya pemberian Ayah mertua, Tuan Iwasaki senior.
Reina mengoleskan body lotion beraroma citrus yang segar sambil berdendang kecil.
Mood Reina kembali baik jika tubuhnya terasa segar.
Baby twins nya pun ikut merasa senang dengan menendang2 perut buncit Reina, membuat Reina sedikit meringis sakit.
"aisshh, kenapa kalian menendang2 terus? Kalian nakal ya seperti Daddy kalian yang menyebalkan itu!" gerutu Reina sambil menutup botol body lotionnya dengan gemas.
"siapa yang menyebalkan?"
Kenzo yang sejak tadi memperhatikan istrinya itu pun bersuara.
Ibu hamil kembali badmood.
"ini kamarku juga sayang?" kata Kenzo pelan mencoba bersabar
"mulai sekarang ini kamarku!" jutek Reina
"lalu aku tidur dimana?"
"itu urusanmu, Mr.Kenzo! Mansion ini luas, banyak kamar kosong!" sembur Reina
Untung kau sedang hamil, kalau tidak aku akan menghukummu sampai pagi! Dumal Kenzo dalam hati.
"apa?!" Reina melotot ke arah suaminya yang berdiri sambil menatap tajam ke arahnya.
__ADS_1
Tok tok tok
Kenzo meraih handle pintu kamar yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Tuan, saya membawakan pesanan anda..."
Sakimoto berdiri di depan pintu sambil membawa baki berisi air lemon dingin, susu cokelat untuk ibu hamil dan sepiring potongan aneka buah.
"masuklah," titah Kenzo
Sakimoto pun mengangguk dan berjalan masuk.
Diletakkannya baki di atas meja kamar.
"Tuan Besar menunggu anda di ruang kerja.."
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"saya permisi, Tuan dan Nyonya Muda..." pamit Sakimoto.
"terimakasih, Tuan Saki..." senyum Reina dan berjalan mendekati sofa sambil meraih segelas susu cokelat untuknya.
Kenzo kembali menutup pintu kamar, dan berjalan ke arah sofa yang berseberangan dengan tempat duduk Reina.
"istirahatlah, aku akan menemui Ayah," kata Kenzo
Reina hanya mengangguk sambil menyuap potongan apel.
Kenzo pun beranjak berdiri, mengulurkan tangannya untuk mengelus perut buncir Reina.
"jaga Mommy, boy.." kata Kenzo sambl mengecup kening Reina.
Kenzo pun berjalan keluar kamar.
__ADS_1
******