
Dena berdiri tak jauh dari mansion utama, setelah ia dilarang untuk masuk ke mansion utama.
Edward memintanya untuk ke mansion utama dan menemui Reina, karena Kenzo tak bisa menghubungi Reina.
Pengawal2 Kenzo yang berada di mansion utama pun seolah menghilang.
Dena melihat beberapa mobil datang berbaris dan berhenti di depan gerbang.
"bukankah itu mobil Tuan Iwasaki?" gumam Dena melihat mobil2 mulai masuk setelah pintu gerbang terbuka secara otomatis.
Dena pun berlari mendekat untuk melihat.
Dena mencari celah untuk mencoba melihat ke dalam.
Tampak pintu2 mobil mulai terbuka.
Dena terkejut melihat 2 wanita berpakaian babysitter yang masing2 menggendong bayi berselimut biru.
"Ya Tuhan....semoga yang aku lihat tidak seperti yang aku pikirkan!!" gumam Dena mencoba menghubungi Edward.
Tuan Iwasaki pun keluar dari mobil diikuti Sakimoto, dan masuk ke dalam mansion utama.
Dengan tangan gemetar, Dena mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Edward.
"Ed...halo.."
"....."
"cepatlah kembali, sesuatu yang buruk sepertinya terjadi..."
"....."
"aku tidak bisa membicarakannya disini, cepatlah kembali sebelum semuanya terlambat..."
"....."
"aku mohon....cepatlah kembali...aku takut sesuatu terjadi pada Reina..."
Dena terduduk lemas, berbagai bayangan buruk membuat kedua kakinya terasa lemah untuk berdiri.
"aku mohon.....cepatlah..."
*******
"ada apa?"
Kenzo menatap Edward yang tampak termangu menatap layar ponselnya.
"Dena...dia meneleponku, dan memintaku segera pulang..."
"apa terjadi sesuatu?"
"aku tidak tahu kak...suaranya terdengar putus asa.."
Kenzo menatap Edward penuh tanya.
"mungkinkah terjadi sesuatu dengan Reina?"
Edward menatap Kenzo.
"ayo kita pulang kak...biarkan Willy yang menjaga Akira disini, aku akan menambah pengawal lagi untuk berjaga di rumah sakit ini,"
Kenzo mengangguk, menuruti saran Edward.
Edward pun segera menelepon pilot jet pribadi, yang akan membawa mereka pulang kembali ke Tokyo.
********
"selamat datang, Tuan Besar...."
Seorang pelayan membungkuk hormat menyambut kedatangan Tuan Iwasaki senior.
"Tuan Ryujin dan putrinya menunggu anda di ruang tamu..."
"Ryujin?"
"benar, Tuan...sepertinya ada sesuatu yang penting yang hendak di sampaikan karena Tuan Ryujin menunggu anda sejak 3 jam yang lalu..."
Tuan Iwasaki menatap tanya ke arah Sakimoto.
__ADS_1
"sebaiknya Anda segera menemuinya, Tuan.." kata Sakimoto
Tuan Iwasaki yang hendak menaiki tangga pun memutar langkahnya dan bergegas menuju ruang tamu.
Sakimoto tergesa mengikuti Tuan Besarnya, rasa penasaran berputar dikepala rentanya.
"akhirnya kau datang juga!"
Ryujin berdiri dari duduknya, menyambut Tuan Iwasaki senior yang memasuki ruang tamu.
"ada hal apa kau menungguku?"
"duduklah dulu," sila Ryujin
Tuan Iwasaki pun duduk di sofa tunggal dekat jendela diikuti Sakimoto yang berdiri di sisinya.
"apa kita tidak bisa berbicara tanpa kehadiran orang lain disini?" tawar Ryujin
"Dia kepercayaanku, kenapa?"
"ini hal yang sangat privacy, karena menyangkut masa depan putriku..."
Sakimoto mengalihkan pandang ke arah Kanami yang terduduk di sofa.
Beberapa kali mengusap pipinya yang basah dengan sapu tangan keluaran brand ternama dunia.
"katakan saja, tak perlu berbelit2 Ryujin!" hardik Tuan Iwasaki keras.
Ryujin menghembuskan napasnya.
"aku ingin anak lelakimu bertanggungjawab karena sudah merenggut masa depan putriku!"
"apa?"
"maafkan aku Paman..."
Kanami berlari dan duduk bersimpuh di kaki Tuan Iwasaki.
"Kenzo sudah mengambil masa depanku, Paman..." isak Kanami
Tuan Iwasaki duduk bersandar dengan lemas.
"kami sama2 mabuk saat itu, dan Kenzo... "
Drama apa lagi ini.....batin Sakimoto.
"bangunlah, jangan bersimpuh seperti itu...kita bisa membicarakan masalah ini saat Kenzo pulang..."
"anakmu harus menikahi putriku!"
Tuan Iwasaki mengalihkan perhatiannya.
"apa putrimu mau menerima kedua cucuku sebagai ibu sambung?"
"kurasa itu bukan masalah, Kanami memiliki banyak anak asuh..."
Tuan Iwasaki terdiam.
"aku hanya ingin anakmu bertanggungjawab, Iwasaki!"
********
Kenzo dan Edward tiba di mansion utama setelah hari berganti malam.
Tanpa menunggu pengawal membukakan pintu, Kenzo segera keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam mansion.
"Selamat malam, Tuan Muda...."
Kenzo tak mempedulikan Sakimoto dan berjalan cepat ke arah ruang kerja Tuan Iwasaki.
Dan langkahnya terhenti.
Matanya nyalang menatap seorang wanita berpakaian babysitter.
"siapa kamu? Apa yang kamu lakukan disini?"
Babysitter pun terlonjak kaget menatap takut ke arah Kenzo yang berpakaian serba hitam.
Mata birunya menatap tajam, mengintimidasi.
__ADS_1
"saya babysitter yang merawat Tuan Kenzi, Tuan..."
Babysitter pun terpana dengan ketampanan wajah Kenzo, mata birunya yang begitu mirip dengan baby Kenzi.
Seperti pinang di belah dua.
"apa?"
"Tuan kecil Kenzi dan Tuan kecil Kenji di rawat oleh rekan saya..."
Kenzo langsung membola.
Bagaimana mungkin dia tidak mengetahui baby twinsnya telah lahir? Lalu dimana Reina?
"sial!" umpat Kenzo dan berlari ke ruang kerja Ayahnya.
Edward yang mendengar pembicaraan Kenzo dan babysitter pun terkejut, teenyata inilah yang ditakutkan Dena!
"apa yang kau lakukan?! Dimana istriku?!"
Tanpa permisi Kenzo mendobrak pintu ruang kerja Tuan Iwasaki.
Di dalam Tuan Iwasaki duduk bersandar dikursi kerjanya, dengan Hanami yang berdiri disampingnya.
Tuan Iwasaki melempar map ke arah Kenzo hingga isinya bertebaran.
Kenzo menunduk, menatap lembaran2 foto dirinya dan Kanami saat berada di hotel.
"kau masih mencari istrimu saat kau meniduri wanita lain?!" teriak Tuan Sakimoto
"dimana pikiranmu?!"
"dia menjebakku!" desis Kenzo
"menjebak? Dan kau sebagai pewaris tahtaku bisa dijebak??"
"ternyata darah ibumu mengalir deras dalam tubuhmu! Tidak cukup memiliki satu orang pendamping!"
"apa maksudmu?!"
"kau harus menikahinya!"
"katakan padaku apa maksudmu menghina ibuku?!" teriak Kenzo
"apa aku salah jika aku menghina seorang wanita yang pergi dari suaminya dan kembali dengan janin dari pria lain diperutnya?"
"apa kau ingin aku memuji perilakunya yang menurun padamu ini??"
"apa?"
"masih bagus bukan aku mengakui anak haram itu sebagai anakku, memberikan margaku, dan menjadikannya anak bungsuku..."
Kenzo membola.
Ternyata Edward...
"karena itukah Ayah tidak pernah memandangku?"
Edward memasuki ruangan dengan mata berkaca2.
Kenyataan pahit yang menjadi jawaban selama ini, kenapa seorang Ayah yang begitu dihormati dan dipujanya selalu bersikap dingin kepadanya.
"melihat wajahmu mengingatkanku pada ba*jingan itu!" desis Tuan Iwasaki
Edward ingin berteriak keras rasanya.Meluapkan emosi dalam dirinya.
"katakan dimana Ayah kandungku?!"
"dia sudah di alam baka!"
Edward tertegun.
"dimana Reina berada?"
"untuk apa kau mencarinya? Kau akan menikahi putri Ryujin, dan kedua anakmu sudah berada di mansion ini!"
"apa?"
*******
__ADS_1