
Kanami tampak kecewa saat sampai di mansion utama pagi2 tapi tidak mendapati Kenzo disana.
Hanya Kenzi dan Kenji yang berada di meja makan menikmati sarapan sebelum berangkat ke sekolah ditemani Sakimoto.
"selamat pagi, Nona," sapa Sakimoto
"dimana Kenzo?"
"Tuan Muda tidak pulang ke mansion tadi malam.."
"apa?"
Kanami tampak terkejut.
"apakah anda ingin ikut sarapan?"
Sakimoto tersenyum ramah.
"iy...."
"aku sudah selesai!" Kenzi bangun dari kursinya sebelum Kanami menyelesaikan kata2nya.
"omeletnya masih banyak kak..."
Kenji langsung protes karena itu isyarat ia pun harus menyelesaikan sarapannya mengikuti sang kakak.
Kenzi hanya melempar tatapan tajam dengan mata birunya, membuat Kenji mau tak mau meletakkan peralatan makannya.
"aku juga sudah selesai..." tunduk Kenji lemas
Kenzi bergerak keluar ruang makan tanpa menyapa siapa pun, diikuti Kenji yang langsung memakai ranselnya.
"saya akan mengantar Tuan Muda kecil dulu, silahkan duduk, Nona...pelayan akan menyiapkan sarapan anda,"
Kanami hanya terbengong melihat kelakuan Kenzi yang benar2 menyebalkan seperti duplikat Ayahnya.
Kenzi langsung masuk ke mobil begitu pengawal membukakan pintu mobil.
"cepat! Aku tidak mau terlambat di kelas Mr.John!" seru Kenzi dari dalam mobil, melihat adiknya yang tampak ogah2an berjalan.
"Tuan Muda, ini..."
Sakimoto memberikan kantong kertas berisi 2 potong sandwich dan sekotak susu.
Senyum Kenji merekah melihat isi kantong yang diserahkan Sakimoto padanya.
"bye Saki," pamit Kenji dengan sumringah.
__ADS_1
"kamu ini lelet sekali !" dumal Kenzi
"ya ya ya....."
Kenzi menatap sebal ke arah adiknya yang senyum2 tak jelas.
Sakimoto mengawasi mobil yang membawa Tuan kecilnya hingga keluar gerbang.
Benar2 menurun Ayah dan ibunya, batin Sakimoto tersenyum dan kembali masuk ke dalam mansion yang langsung di kejutkan oleh Kanami.
"apa kau tahu dimana Kenzo?" cecar Kanami
"saya tidak tahu, Nona..." jawab Sakimoto menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.
Kanami mendesah kecewa.
"temui saja dikantor,Nona...mungkin Tuan Kenzo sudah tiba disana..."
Tanpa berkata2 Kanami pun langsung meninggalkan Sakimoto berjalan menuju pintu keluar.
********
Osaka, Jepang
Reina langsung menuju ke kantor begitu tiba dari bandara.
"istirahat saja dulu, apa kau tak lelah?"
Kakei menatap Reina yang berdandan kilat saat di dalam mobil.
"aku penasaran dengan amplop dari Iwasaki.."
Kakei terdiam.
"apa mungkin sebuah jebakan?"
"aku tidak tahu..." geleng Reina
Kakei pun meraih ponselnya dan menghubungi anak buahnya yang bertugas menjadi mata2.
Mobil berhenti tepat di depan lobi perusahaan.
Petugas keamanan pun segera menyambut kedatangan pimpinan perusahaan mereka.
Kakei keluar terlebih dahulu masih dengan ponsel yang menempel ditelinganya saat petugas membukakan pintu mobil.
Kakei mengulurkan sebelah tangannya membantu Reina turun dari mobil.
__ADS_1
Para karyawan pun mengalihkan pandangan ke arah Kakei yang berjalan didepan diikuti Reina yang berjalan di apit beberapa pengawal.
Beberapa karyawan berbisik2, memuji bagaimana serasinya Kakei dan Reina, apalagi sejak kedatangan Reina di perusahaan benar2 membawa perubahan besar, terutama perubahan sang pewaris tunggal, Kakei.
Kakei yang dulu dipandang sebelah mata karena statusnya yang pewaris tunggal, bekerja tidak profesional, hingga di prediksi beberapa orang, klan Yamaguchi akan hancur jika berada dibawah kepemimpinan Kakei.
Reina datang seperti dewi penolong.
Perusahaan yang sering mengalami kerugian kini mulai bangkit bahkan mampu kembali bersaing dengan musuh bebuyutan mereka, klan Iwasaki.
Kakei dan Reina bergegas menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai teratas gedung, dimana ruang kerja Reina berada.
"entah kenapa, feelingku akan terjadi sesuatu,.."
Kata Reina bersamaan dengan bunyi lift yang menandakan mereka telah sampai di lantai tujuan.
"mata2 kita melaporkan jika perusahaan klan Iwasaki sedang terjadi masalah internal dengan anggota komisaris karena performa perusahaan yang menurun drastis..."
Reina hanya terdiam sambil berjalan keluar lift menuju ke ruangannya.
Sekretarisnya menyambut dengan wajah yang ceria.
"selamat pagi, Nona Reina,Tuan Muda...."
''pagi, Yumi, dimana dokumen yang kamu laporkan padaku?"
"saya meletakkannya di meja Anda, Nona..."
Reina mengangguk dan membuka pintu ruang kerjanya.
"saya akan membawakan teh hijau,Nona..."
"aku kopi saja," kata Kakei
"baik, Tuan..."
Kakei mengikuti Reina masuk ke dalam ruang kerja dan menutup pintunya.
Reina langsung duduk di kursi kebesarannya, dan membuka amplop yang berada di meja.
Alisnya bertaut bingung saat mengeluarkan dokumen dan membacanya.
"ada apa?"
"mereka memintaku datang untuk rapat komisaris, karena aku masih menjadi pemegang saham..."
"sudah kuduga...."
__ADS_1
*******