
"apakah anda yakin akan pergi, Tuan?"
Akira bertanya sambil menatap Tuannya ragu.
Sudah 3 hari sejak Kanami mengajukan permintaan untuk makan malam dengan Kenzo sebagai ganti ia tidak akan mengganggu kehidupan Kenzo dan Reina lagi.
"aku harus segera membereskannya, wanita itu terus merongrong hidupku," tegas Kenzo sambil meraih jas hitam pekat dan memakainya.
Sempurna, batin Akira menatap bangga Tuannya yang gagah dan tampak semakin berwibawa dengan setelan jas mahalnya.
"siapkan saja semua seperti biasa," titah Kenzo dijawab Akira dengan anggukan kepala.
Kenzo dan Akira pun bergegas keluar dari ruang kerja dan berjalan menuju luar mansion, dimana mobil dan pengawal sudah menunggu.
Tanpa mereka sadari, Reina yang berdiri dari balik dinding pembatas mendengar percakapan mereka.
"aku harus mengikuti mereka," gumam Reina perlahan mengikuti Kenzo dan Akira diam2.
"Nyonya, anda mau kemana?"
Reina yang berjalan mengendap2 terlonjak kaget.
"isshhh kamu membuatku kaget!" omel Reina
Fuji menatap Nyonya mudanya itu bingung, karena Reina mengomel dengan bahasa indonesia, tidak dengan bahasa inggris seperti biasa mereka bercakap sehari2.
"apa aku bisa meminta mobil untuk mengantarku?"
tanya Reina kembali dengan bahasa inggris
"untuk kemana Nyonya?" tanya Fuji masih bingung
"mengikuti Tuanmu, aku mau membuat surprise dengan mengagetkannya!" bohong Reina
"tapi makan malam sudah siap, Nyo.."
"apa Tuanmu tidak bilang akan makan malam diluar??" akting Reina lagi pura2 kaget
"Tuan Muda tidak..."
"aiisshhh karena itulah aku ingin memberi surprise padanya! cepat siapkan mobil, aku tunggu!"
Fuji yang masih kebingungan, mengangguk2 saja menyetujui dan bergegas menghubungi sopir dan pengawal.
"ingat ya, jangan beritahu Tuanmu! awas jika rencanaku gagal!" ancam Reina pura2 marah.
Lagi2 Fuji menganggukkan kepalanya seperti orang linglung.
Reina berjalan keluar mansion dan langsung disambut 2 mobil.
"silahkan, Nyonya..." sila salahsatu pengawal yang memang ditugaskan Kenzo untuk menjaga Reina, membukakan pintu mobil.
Reina hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil.
"aku ingin memberi surprise suamiku dengan mengagetkannya saat makan malam," kata Reina pada pengawalnya yang duduk di depan di samping sopir.
"baik,Nyonya...kita akan mengikuti Tuan diam2,"
"bagus!" senyum Reina licik dan duduk bersandar sambil melipat kedua tangnnya didepan dada.
Meski hanya memakai gaun yang sederhana, Reina tampak cantik malam ini.
Gaun yang dipakainya berwarna navy, dengan bagian bawah mengembang dan hiasan pita dibawah dada.
Reina hanya memakai flatshoes berwarna senada dengan tas selempangnya.
Tak perlu menunggu lama, mobil yang ditumpangi Reina akhirnya tiba di sebuah hotel mewah.
Reina terperanjat saat tiba di lobi hotel dan disambut oleh petugas vallet.
Apa dia selingkuh? batin Reina mulai merasa tak enak saat turun dari mobil.
"Tuan berada di resto lantai 3, Nyonya.." kata pengawal.
Hebat sekali bukan? Tanpa Reina bertanya, si pengawal sudah menyatakan.
"antarkan kesana, dan tinggalkan aku begitu sampai di pintu resto," titah Reina.
"baik, Nyonya.." angguk pengawal patuh
Reina pun memasuki hotel diiringi pengawal di depan dan belakang.
Pemandangan yang membuat orang2 menatap ke arah Reina.
__ADS_1
"pasti wanita itu pemilik hotel ini," bisik salah satu orang yang dilewati Reina saat berjalan menuju lift.
Reina yang tampak cantik dengan penampilan yang bisa dibilang hanya sederhana.
"kita sudah sampai Nyonya, saya akan menjaga anda dari sana," jelas pengawal menunjuk ke sebuah sofa set tak jauh dari pintu masuk resto.
Reina hanya mengangguk dan segera masuk ke resto dengan jantung berdebar.
"aishh...kenapa tadi aku tak mengajak Dena saja!" dumal Reina yang di sambut oleh penjaga pintu.
"selamat malam, apakah anda sudah melakukan reservasi?" tanya penjaga sopan dalam bahasa inggris yang fasih karena melihat penampilan Reina yang bukan orang sebangsanya.
"aku hanya ingin minum saja, kebetulan aku dan suamiku menginap di sini..." lagi2 Reina berakting
Si penjaga tersenyum, dan mempersilahkan Reina memasuki resto yang merangkap bar tersebut.
Reina mengedarkan pandangannya dan melihat ke sekeliling resto mencari keberadaan Kenzo.
Reina memilih duduk dikursi bar yang letaknya agak tersembunyi.
"Reina?"
Reina menoleh ke asal suara yang memanggilnya.
"kita bertemu lagi...apa yang kau lakukan disini?"
Reina menatap pria tampan yang berdiri di sampingnya, bola mata yang cokelat ini tak asing.
"aku Kakei..."
Reina menyunggingkan senyumnya.Cantik.
Membuat Kakei terpesona menatap Reina.
"sendiri?" tanya Kakei tak melepas pandangnya.
"iya," angguk Reina kembali tersenyum
"boleh aku menemani..?"
Reina tampak meragu sejenak sebelum mengangguk pelan.
Kakei pria yang benar2 humble, dia banyak tersenyum, mata cokelatnya pun tampak menatap dengan lembut, sungguh berbeda dengan mata biru milik Kenzo, yang selalu menatap tajam, dan mengintimidasi siapapun yang dilihatnya.
Kenzo duduk di sana, dengan Akira si asisten datar yang duduk di meja lain tak jauh dari Tuannya, bersama para pengawal.
"siapa yang kau lihat?" tanya Kakei mengikuti arah pandang Reina.
"dia.." senyum Reina
Kakei pun tampak terkejut, melihat Kenzo yang merupakan musuhnya tampak duduk di sebuah meja.
"apa kau mengenalnya?" tanya Kakei pura2
"tentu saja, dia suamiku,.." jawab Reina tersenyum kecut.
Apalagi tak lama kemudian, tampak Kanami dengan gaun merahnya yang ketat berjalan mendekat ke arah meja dimana Kenzo berada.
Jadi benar dia selingkuh? batin Reina kecewa.
"Reina...."
Kakei mengikuti turun dari kursi bar melihat Reina yang bergegas turun.
"apa kamu tidak apa2?" tanya Kakei meraih tangan Reina.
"apa aku terlihat ada apa2?"
Kakei terkejut melihat Reina yang menoleh menatapnya.Tampak bulir airmata terjatuh disana.
Kakei benar2 tak menyangka, ia tak perlu repot menjalankan rencana menghancurkan Kenzo melalui Reina, karena malam ini, Tuhan sudah membantunya, membuat Kenzo hancur dengan sendirinya.
"shi*t! untuk apa kamu menangis?!" geram Kakei
Entah mengapa Kakei merasa dadanya terasa sesak melihat Reina yang meneteskan airmata melihat Kenzo duduk satu meja dengan seorang wanita.
"kenapa harus terulang lagi...apa semua pria itu tidak bisa dipercaya...?" tanya Reina menatap Kakei dengan berlinang airmata
"a-aku...kamu bisa mempercayaiku!"
Aaarggh sial!! aku bahkan sama breng*seknya dengan suamimu itu! Tapi entah kenapa dadaku terasa panas dan sakit melihatmu menangis! rutuk Kakei dalam hati.
"Reina...kamu bisa mempercayaiku..."
__ADS_1
"aku baru saja mengenalmu!"
"bertemanlah denganku dan kamu akan mengenalku..."
Reina menatap mata cokelat Kakei.
"aku pergi dulu.."
Reina pun membalikkan tubuhnya berjalan menjauh dari Kakei yang masih menatapnya dengan termenung.
"sial!" umpat Kakei menendang kaki kursi bar dengan amarah, membuat semua orang mengalihkan pandang ke arahnya.
Reina yang berjalan cepat pun menarik perhatian pengawal Kenzo yang tampak berdiri tak jauh dari pintu resto.
"Nyonya?" pengawal pun tampak terkejut melihat Reina yang berjalan dengan mengusap airmatanya yang tak mau juga berhenti mengalir di pipi halusnya.
"minggir!" bentak Reina saat pengawal Kenzo menghadangnya.
Pengawal pun menyingkir pelan karena peraturan posesif dari Kenzo yang tak boleh menyentuh istrinya itu.
Pengawal pun langsung menghubungi Akira sebelum sosok Reina menghilang di balik pintu lift.
"Nyonya Muda ada disini, Tuan Akira, baru saja beliau keluar dari lift sambil menangis!"
Akira yang mendapat laporan dari pengawal pun terlonjak kaget.
"maaf, Tuan Muda...kita harus pergi sekarang!"
Dengan berani Akira mendekat ke arah meja Kenzo.
"aku baru saja duduk!" bentak Kanami marah
Tanpa memperdulikan Kanami, Akira pun membungkuk dan berbisik ke telinga Kenzo.
"sepertinya Nyonya Muda tahu anda disini, baru saja dia keluar dari resto ini sambil menangis.." bisik Akira membuat Kenzo langsung berdiri.
"kau mau kemana??" pekik Kanami melihat Kenzo langsung berdiri dan meninggalkannya.
Kenzo langsung bergegas pergi tanpa peduli.
"maaf Nona Kanami, silahkan anda menikmati makan malam sendiri," pamit Akira dengan sopan
Pendidikan yang di dapatnya,yaitu harus berlaku sopan kepada semua wanita, meskipun menjengkelkan.
Akira dan para pengawal pun bergegas mengikuti Kenzo keluar dari resto dan menuju lift untuk mengejar Reina.
Reina dan para pengawalnya sudah sampai di lobi hotel, menunggu mobil yang sedang di ambilkan oleh vallet.
"kenapa lama sekali?? sialan!" bentak Reina pada pengawalnya yang hanya terdiam berdiri di samping dan belakangnya.
Rasa jengkel dan takut Kenzo tahu keberadaannya disini membuat Reina uring2an marah.
"siapa yang sialan, hemm?"
Tubuh Reina langsung menegang mendengar suara berat yang amat sangat dikenalinya berdiri di belakangnya.
"lepas!" bentak Reina saat tangannya di pegangi Kenzo dengan kuat.
Kenzo menaikkan alisnya mendengar bentakan Reina.
"sudah berani membentakku hee??" desis Kenzo
Reina menggigit bibir bawahnya, mendapat tatapan tajam dari mata biru Kenzo.
"aku berani dan akan selamanya berani!" tantang Reina tak takut.
"Oooh... mari kita lihat seberapa beraninya istriku ini!"
Tanpa malu Kenzo langsung memanggul tubuh Reina seperti karung beras.
"Tu-tuan ...??" Akira sampai terperangah tak percaya melihat kejadian di depan matanya.
"turunkan aku, breng*sek!!" maki Reina memukuli punggung Kenzo.
Mobil Kenzo berhenti tepat di depan lobi.
Kenzo pun memasukkan Reina ke dalamnya dan duduk di sampingnya.
"pulang!" titah Kenzo dan sopir pun mengangguk.
Reina berusaha menggeser tubuhnya tapi Kenzo langsung menariknya mendekat dan mencengkeram pinggangnya posesif.
"aku akan menghukummu sampai pagi!"
__ADS_1
******