
"apa kamu bilang??"
"maafkan saya Tuan...saya lengah menjaga Nyonya..."
Suzuki, ketua pengawal markas bawah berlutut takut menghadapi Kenzo yang murka.
"Nyonya Muda di bawa anggota Tuan Satsuki dan Sakimoto atas perintah Tuan Besar..." jelas Akira sambil menunduk takut.
"ayahku?" Kenzo semakin mengernyit bingung.
"benar, Tuan..."
Kenzo terduduk di sofa sambil mengusap wajahnya kasar.
arrgghhhh sialan! apa yang diinginkan ayah?! teriak Kenzo dalam hati putus asa.
"siapkan mobil, aku akan membawa istriku pulang kembali!"
"Tuan...sebaiknya kita berpikir matang2 dahulu..."
"apa??"
"kita tidak tahu apa motif Tuan Besar yang sebenarnya..." saran Akira
Kenzo kembali terdiam.
"lalu apa aku harus menunggu saja?? bagaimana jika sesuatu terjadi pada istriku?!"
"Tuan...itu tidak akan terjadi..."
"darimana kamu tahu bodoh??!"
"Tuan...menurut saya, Tuan Besar sudah mengetahui kehamilan Nyonya Muda..."
Dan Kenzo semakin mengamuk, membuang semua barang2 di atas meja hadapannya.
Semua orang berjengkit kaget dan takut.
"siapkan mobil, aku harus menjemput istriku sekarang,"
"baik, Tuan..."
******
Reina tertunduk saat duduk di meja makan.
Jantungnya bertalu hingga terasa nyeri di dadanya.
Tuan Iwasaki senior duduk dengan tenang, menunggu Sakimoto dan para pelayan menyiapkan makan malam.
"bagaimana keadaanmu?"
__ADS_1
Reina mengangkat wajahnya terkejut mendengar suara bariton Tuan Iwasaki.
"saya baik2 saja, Tuan.." jawab Reina tergagap
"kau bisa memanggilku Ayah, apalagi kau sudah mengandung cucuku, generasi ketiga klan Iwasaki.."
Tubuh Reina terasa membeku.
Dia sudah tahu !! jerit Reina dalam hati.
"kau pasti bertanya2 kenapa bisa berada di sini bukan?" Tuan Iwasaki kini menatap Reina intens.
Reina mengangguk lesu.
"karena Kenzo tidak becus menjagamu! aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon cucu2ku!"
"a-apa...?"
"menjagamu dari anak buah Sakimoto saja bisa lolos! cih, tidak berguna!"
Reina membola menatap ayah mertuanya itu.
Seorang pelayan memasuki ruangan dan berbisik sesuatu ke arah Sakimoto.
"sepertinya kita kedatangan tamu, Tuan Besar..."
Tuan Iwasaki pun melirik Sakimoto.
"mobil Tuan Muda tampak memasuki mansion..."
"saya permisi dulu..." pamit Sakimoto mengundurkan diri, keluar dari ruang makan.
"duduklah!" titah Tuan Iwasaki melihat Reina yang hendak berdiri, menyusul Sakimoto menuju ke pintu utama.
"ta-tapi...." Reina kembali duduk melihat tatapan tajam Tuan Iwasaki.
Sementara itu, mobil Kenzo telah berhenti di depan pintu utama mansion, dimana Sakimoto dan Satsuki serta Hanami sudah menunggunya.
3 orang kepercayaan Tuan Iwasaki senior, tersenyum melihat Tuan Muda mereka yang tampak menuruni mobil mewahnya, diikuti Akira, dan beberapa pengawal.
"selamat malam, Tuan Muda..." sambut Sakimoto seraya membungkuk hormat, diikuti Satsuki dan Hanami.
"well...suatu kehormatan disambut 3 orang kepercayaan Yang Mulia..." sinis Kenzo berdiri dihadapan mereka.
"suatu kehormatan bagi kami, Tuan Muda mau pulang ke mansion ini.." balas Satsuki tersenyum.
"cih, kalian sangat memuakkan!" bentak Kenzo
"mana istriku?" tanya Kenzo menerobos masuk.
"Nyonya Muda sedang makan malam bersama Tuan Besar, Tuan Muda..." kali ini Hanami yang menjawab, membuat Kenzo menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"apa?" Kenzo memutar balik tubuhnya.
"pantang bagi saya bicara hal yang sama 2x Tuan Muda..." senyum Hanami.
"sh*it!" umpat Kenzo kembali melangkah cepat menuju ruang makan dimana istri dan ayahnya berada.
Kenzo pun sampai di ruang makan dan menatap tak percaya saat melihat istri dan ayahnya duduk satu meja.
"sa-sayang..." sendat Reina gugup melihat Kenzo yang tampak berantakan berdiri di hadapannya.
"apa yang kau lakukan?! ayo pulang!" bentak Kenzo membuat Tuan Iwasaki langsung menggebrak meja marah.
Reina sampai terlonjak kaget karenanya.
Demi Tuhann...aku takut sekali!! jerit Reina dalam hati.
"dimana etika mu??!!" teriak Tuan Iwasaki
"aku tak perlu etika bicara dengan penculik istriku!" balas Kenzo berteriak.
"Kenzo!!"
"Tuan...tenanglah..." Sakimoto langsung menahan tubuh Tuan Iwasaki.
Satsuki dan Hanami pun berdiri tak jauh dengan sikap waspada jika terjadi baku hantam antara ayah dan anak yang sama2 keras itu.
Reina pun bergegas mendekati Kenzo.
"aku tidak apa2 disini....Ayah memperlakukanku dengan baik...." kata Reina memeluk Kenzo, mencoba meredam amarah Kenzo.
"ayo kita pulang!" ajak Kenzo.
"Tuan Muda, sebaiknya Nyonya Muda tetap berada disini....mengingat klan Yamaguchi sedang menargetkan untuk menjatuhkan anda..."
"apa?"
"benar, Tuan Muda...dan Nyonya Muda adalah target mereka saat ini..." Hanami pun angkat bicara.
"kau dengar itu anak brengs*k??" maki Tuan Iwasaki.
Kenzo terdiam, jika Hanami sudah berbicara, karena ia adalah ketua pasukan Blackshadow yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya.
"melawan anak buah Sakimoto saja kau tak mampu, apalagi melawan Yamaguchi??" sindir Tuan Iwasaki kembali duduk menatap tajam Kenzo yang mengetatkan rahangnya menahan amarah.
"aku hanya tak ingin terjadi sesuatu dengan cucu2ku! karena aku sudah tak peduli dengan anak keras kepala sepertimu!!"
"cucu2...?" Reina mengernyit bingung
Sakimoto tersenyum menatap Reina.
"selamat, Nyonya Muda....anda sedang mengandung baby twins..."
__ADS_1
Kenzo dan Reina sama2 terkejut mendengarnya.
******