
Kanami tampak sibuk mengecek dekorasi ballroom hotel tempat akan di adakannya acara pertunangannya dengan Kenzo besok malam.
Event Organizer yang menangani pun tampak kuwalahan memenuhi semua keinginan Kanami yang menuntut untuk terkesan mewah dan sempurna.
"kalian tahu kan ini hotel milik calon suamiku?"
Kanami berkacak pinggang menatap staff EO yang manggut2.
"kalian itu beruntung bisa terpilih dari sekian banyak EO yang mengejar2 untuk menangani acaraku, karena itulah aku menuntut semuanya sempurna!"
Staff EO saling berpandangan.
"Besok akan ada media yang meliput, semua harus benar2 menjadi rangkaian acara yang membuat semua orang kagum, apa kalian mengerti?"
"mengerti, Nona..."
"bagus, aku akan berkeliling lagi,"
Para staff memandang kepergian Kanami.
"ternyata, dia tidak sebaik yang media beritakan,"
"iya, mungkin dia membayar media untuk image nya..."
Para staff pun mulai mencibir dibelakang Kanami.
********
Osaka, YG Apartment,
Reina menatap amplop undangan bertuliskan namanya dengan tinta warna emas.
"apa kau mau datang ke acara itu?"
"apa ini sudah saatnya aku keluar dari persembunyianku?"
Kakei menatap Reina yang duduk bersandar di sofa ruang keluarga di apartemennya.
"cepat atau lambat, kau pasti akan keluar..."
Reina terdiam masih terpaku menatap undangan yang berada di atas meja.
"aku akan menemanimu...." kata Kakei tersenyum
Reina pun mengalihkan pandangnya menatap Kakei.
"mungkinkah anakku akan berada disana juga?"
"pasti, karena ini acara istimewa ayah dan calon ibu barunya..." kekeh Kanami
__ADS_1
Reina mengangkat sebelah alisnya yang bagus, menatap Kakei yang tertawa lebar.
"sepertinya kau bahagia sekali?" cibir Reina memasang wajah cemberut.
Kakei pun meraih tangan Reina dan mengecupnya,
"jika putra mahkota klan Iwasaki itu menikah, bukankah aku punya peluang lebih besar untuk menikahimu?"
"huh, dasar gila!"
Reina menarik tangannya gemas.
"aku juga putra mahkota, aku juga kaya raya!"
"kau itu kakakku, karena aku adikmu!"
Reina beranjak berdiri dari duduknya dan mulai melangkah menuju kamarnya.
"jemput aku nanti!" kata Reina sebelum menutup pintu kamarnya.
Kakei menatap pintu kamar Reina yang tertutup rapat.
Sungguh sulit sekali menaklukkan hati perempuan yang beranak 2 itu, decak Kakei sambil menyugar rambutnya.
Kakei pun merapikan jasnya sebelum beranjak keluar dari apartemen Reina menuju ke penthouse nya sendiri yang masih berada dalam satu gedung apartemen dengan Reina.
Kakei benar2 bucin dengan Reina, hingga tak segan untuk melenyapkan para pria2 pengusaha yang hendak mendekati Reina.
Hanya 1 orang yang sampai sekarang belum dapat di lenyapkan, sang pewaris klan Iwasaki.
"aku pasti akan menjadikanmu milikku, Reina Yamaguchi...."
*********
Kakei menekan kode masuk apartemen Reina.
Secara berkala Kakei memang mengacak kode akses apartemen atas sepengatuan Reina.
Kakei melirik arloji mahalnya, melihat waktu yang masih 1 jam lagi sebelum jet pribadi lepas landas membawa mereka terbang ke Tokyo.
Kakei melangkah masuk, dan mendapati beberapa orang dari salon dan butik langganan yang membantu Reina bersiap.
"selamat malam, Tuan Muda..." sapa salah satu dari mereka seraya merapikan barang2.
Kakei hanya mengangguk dan mengedarkan pandangnya mencari keberadaan Reina.
"Nona sedang berada di kamar, " kata salahsatu orang butik yang menyadari arah pandang Kakei.
Mereka pun tampak terpesona dengan penampilan Kakei yang memakai tuxedo berwarna gelap.
__ADS_1
Rambut tebalnya tersisir rapi ke belakang.
Kakei memilih duduk di single sofa yang berada di sudut ruangan, dekat dengan jendela yang mengarah ke balkon.
"sudah lama menunggu?"
Kakei pun mengalihkan pandang ke arah suara Reina.
Kakei sampai terperangah menatap Reina yang berdiri tak jauh darinya.
Reina yang cantik.
Bergaun malam berwarna hitam bertabur kristal swarovski.
Gaun malam itu tertutup dibagian depan, tapi terbuka dibelakang memamerkan punggung Reina yang berhias tattoo burung Phoenix berwarna perpaduan merah dan emas.
Reina menyanggul rambutnya, memamerkan anting berlian yang berkelip di kedua telinganya.
Reina memutar tubuhnya, memamerkan lekuk tubuhnya yang indah.
Kakei sampai menahan napas karena terpesona.
"anda benar2 sempurna, Nona Muda..." puji salahsatu orang dari salon
"Nona Muda yang cantik dan Tuan Muda yang tampan, benar2 pasangan serasi, pasti semua orang di acara nanti akan iri,"
Orang2 pun tertawa senang.
"kami undur diri, Nona...Tuan..."
Mereka pun langsung menciut mendapat tatapan tajam dari Kakei.
Bisa2 hilang kepala mereka karena membuat sang putra mahkota tersinggung.
Lebih baik melarikan diri daripada tinggal nama.
Kakei beranjak berdiri begitu semua orang tergesa2 keluar dari apartemen Reina.
"kamu akan jadi yang tercantik di pesta nanti,"
Kakei meraih tangan Reina dan mengecupnya.
"itu salahsatu yang ku harapkan," senyum Reina.
"apalagi yang kau harapkan?"
"mereka terkena serangan jantung melihat kedatanganku..."
********
__ADS_1