Deviasi

Deviasi
#part 77


__ADS_3

Tokyo, Jepang


Kenzi duduk tenang di sofa yang berada di ruang kerja sang Ayah, asyik dengan permainan game yang terdapat di laptop miliknya.


Sementara Kenji sibuk berlarian ke sana kemari dengan mainan robot.


"Tuan Muda, duduklah dengan tenang,.." kata Akira yang sudah pusing dengan Kenji yang terus saja berlarian.


"kenapa Paman?" Kenji berhenti di depan meja untuk meminum susu steril dalam kotak.


"Lihatlah, Tuan Besar sedang bekerja, kakak anda juga duduk dengan tenang.."


"Paman ini tidak asyik!"


Kenji mendekati meja sang Ayah yang masih menumpuk beberapa berkas.


"Daddy....apakah aku mengganggumu?"


Kenzo mengalihkan pandang ke arah Kenji.


"tidak jika kamu berhenti berlarian.."


Kenji langsung cemberut, membuat Kenzo tersenyum.


Mirip sekali dengan sang ibu saat Kenji merajuk seperti itu.


"Daddy, bolehkah aku beli minuman dingin?"


"bilang saja pada pengawalmu Ken.."


"aku mau beli sendiri!"


Kenzo pun menatap tajam Kenji, bukannya takut, Kenji malah ikut menatap sang Ayah dengan tajam pula.


Anak ini mirip sekali dengan ibunya, batin Kenzo


"duduklah, Paman Akira yang akan membawakan minumannya untukmu,"


Lagi2 Kenji memanyunkan bibirnya dan memilih duduk di sofa tunggal dekat dengan jendela.


Akira pun mengundurkan diri keluar dari ruangan Kenzo.

__ADS_1


"Daddy..."


"hemm?"


"dimana Mommy ku...?"


Kenzo menghentikan sejenak pekerjaannya.


"kenapa Mommy ku pergi?"


Kenji menoleh ke arah Kenzo yang tampak terdiam.


Dua pria beda usia yang sama2 memiliki mata biru itu, saling bertatapan tajam.


"karena banyak hal yang tidak bisa dijelaskan untuk anak seusiamu..." jawab Kenzo singkat.


"Mommy pasti kembali," kata Kenzi seraya melepas headset nya.


Pintu ruangan terbuka.


Dan Kanami muncul disana.


"selamat siang, apakah aku mengganggu?"


"sudah tahu mengganggu, kenapa bertanya?ck,"


Kenzi menggumam sambil memasang kembali headset nya, memulai kembali permainan online.


"kita sudah ditunggu butik untuk fitting baju pertunangan kita..."


"apa kau tidak tahu tempat membicarakan hal ini?" ketus Kenzo


Kenji yang menyadari mood Ayahnya berubah pun segera turun dari sofa.


"aku mau pulang Daddy.."


Kenzi yang melihat adiknya meraih ransel pun segera cepat2 menutup laptop dan memasukkan ke dalam tas ranselnya sendiri.


"aku akan pulang bersama adik,"


Bergegas Kenji menuju pintu keluar bersama Kenzi yang langsung di sambut oleh para pengawal mereka.

__ADS_1


"sampai kapan kau terus mengulur waktu?!"


"aku tidak berniat menikahimu, Nona Muda..Aku masih memiliki istri!"


"istri? Istri yang hilang 6 tahun? Kau yakin dia masih hidup?"


Kenzo langsung menggebrak mejanya keras.


"jaga bicaramu!" teriak Kenzo


"kau harus bertanggung jawab karena merusak masa depanku?!" teriak Kanami histeris


Kenzo yang habis kesabaran pun mengeluarkan senjata dari balik saku jas nya, dan mengacungkannya tepat di dahi Kanami.


"bagaimana kalau aku ledakkan kepala mu saja, hemm?"


"kau harus menikahiku, mau tidak mau!!"


Kanami membalas tatapan tajam Kenzo, meskipun lututnya sudah terasa lemas.


Akira yang baru saja membuka pintu tampak terkejut dengan pemandangan dihadapannya.


"Tuan...."


"aku muak sekali dengan wanita ini, aku akan membunuh nya saja!"


"Tuan, jangan gegabah!"


Akira pun mendekati Kenzo dan berusaha menenangkannya.


"bawa dia keluar sebelum kuledakkan kepalanya sekarang juga!"


Akira segera meminta Kanami keluar ruangan.


"Nona, sebaiknya Anda menurut...silahkan,"


"aku pastikan kau akan menyesal!"


Kanami pun pergi keluar dari ruangan kerja Kenzo.


*******

__ADS_1


__ADS_2