
"ada apa Kanami, kamu tampak gelisah?"
Tuan Ryujin meletakkan sendok garpunya dan menatap putrinya yang duduk tak tenang.
"ada yang mengganggu pikiranku 'Pa.."
"katakanlah, Papa akan membantumu.."
Kanami tersenyum.
"sepertinya Kenzo sudah memiliki kekasih Pa.."
Tuan Ryujin mengangkat alisnya.
"darimana kamu tahu 'nak?"
"aku bertemu langsung dengan gadis itu saat aku mengantar makan siang kemarin...."
"setahu Papa, Kenzo masih sendiri..."
"apa Papa bisa mencari informasi untukku?"
Tuan Ryujin tersenyum.
"Tentu 'nak...pernikahanmu tidak boleh gagal..."
Kanami tersenyum senang dan meraih tangan Ayahnya.
"terimakasih Papa...."
*****
"Dimana Kenzo?" tanya Tuan Iwasaki pada Sakimoto yang membantu para pelayan menyiapkan sarapan di meja makan.
"Tuan Muda berada di mansionnya, Tuan..."
Tuan Iwasaki menatap tajam ke arah Sakimoto, meminta penjelasan.
"Tuan Muda berada di mansion bersama istrinya.."
"apa??" Tuan Iwasaki melotot marah
"iya, Tuan...Nona muda sudah berada di negara ini, selang beberapa jam setelah Tuan Muda pulang kembali kemari.."
"siapa yang kamu panggil Nona Muda??!"
Sakimoto terdiam mendengar teriakan Tuan Besarnya itu.
"berani sekali wanita itu mengikuti sampai ke sini.."
"sepertinya Tuan Muda yang meminta Akira untuk membawanya ke sini, Tuan..."
Tuan Iwasaki menarik kursi makan dan melemparnya dengan amarah yang memuncak.
Para pelayan menunduk ketakutan, berbeda dengan Sakimoto yang hanya menghela napas.
"apa yang dilakukan wanita itu sampai anakku bisa jadi bodoh seperti itu??!" teriaknya keras.
memang cinta itu bisa membuat orang bodoh, batin Sakimoto tanpa berani mengatakannya karena takut Tuan Besarnya itu tambah mengamuk.
"bawa aku ke mansion Kenzo!"
"untuk apa, Tuan Besar?"
"aku akan memberi pelajaran pada wanita itu!"
"lebih baik saya yang memanggil Tuan Muda untuk pulang, Tuan..."
"berani kamu melawan titahku, pria tua??"
"saya hanya tidak ingin terjadi pertumpahan darah,Tuan.." sabar Sakimoto.
"siapkan mobil! panggil Satsuki kemari!"
"Tuan Besar, jangan memburu emosi...ingat, Tuan Muda adalah penerus anda.."
Tuan Iwasaki hanya mendengus dan berlalu pergi.
*****
Reina menuruni tangga, masih dengan penampilan bangun tidurnya.
Memakai kemeja Kenzo yang hanya menutupi tubuhnya sampai setengah paha, dengan rambut yang tergerai hanya disisir dengan jari dan tanpa alas kaki, Reina berjalan menuju ruang makan.
Kenzo duduk disana, tampan dan rapi dengan kemeja hitamnya yang terbuka 2 kancing teratasnya.
__ADS_1
Reina mengibaskan tangannya saat pelayan hendak menarikkan kursi untuknya.
Reina memilih duduk dipangkuan Kenzo, membuat para pelayan terperangah menatapnya, kemudian menunduk takut saat Kenzo melempar pandangan tajam ke arah mereka.
"jaga sikapmu!" desis Kenzo
"kenapa? bukankah seharusnya begini sikap istri simpanan?" kata Reina meraih gelas berisi susu dan meminumnya dengan tegukan besar.
Kenzo mengetatkan rahangnya, menahan amarah dan pusat tubuhnya yang mulai bereaksi karena tubuh Reina yang tak bisa tenang duduk di atas pangkuannya.
"pergi!" teriak Kenzo membuat para pelayan langsung tunggang langgang menyingkir ke dapur belakang.
Reina menyandarkan tubuhnya pada Kenzo.
"telingaku sakit!" dumal Reina beranjak berdiri dari pangkuan Kenzo dan memilih duduk di kursi di samping Kenzo.
"kamu selalu membuatku naik darah!" omel Kenzo
"kalau begitu kita impas, Tuan Muda.." kata Reina
"apa kamu tidak bisa berlaku manis pada suamimu?" tanya Kenzo sambil menyandarkan punggungnya.
Reina hanya mengangkat bahunya tak peduli, dan mulai menikmati sarapannya.
"Tuan..." Akira tergopoh2 masuk ke dalam
"ada apa? kau seperti baru melihat hantu!"
ini lebih menakutkan dari hantu! batin Akira gemas
"mobil Tuan Besar terlihat di depan pintu gerbang Tuan.."
Kenzo terkesiap mendengarnya.
"sudah saatnya memang Ayah harus tahu!" batin Kenzo tersenyum dingin
"Tuan...?"
"biar saja Ayah masuk, kenapa kamu begitu takut Akira?" tanya Kenzo seolah tak peduli
"tapi...Nyonya Reina.."
"sudah saatnya Ayah bertemu dengan menantunya bukan?"
UHUK!
"apa?"
"Nyonya..sebaiknya anda bersiap, karena Tuan Besar menuju kemari..." kata Akira ketakutan.
Reina menatap Kenzo yang tampak santai mendengarnya.
"ayahmu? datang ke sini??" pekik Reina langsung berdiri dari kursinya.
Bergegas Reina menuju keluar ruang makan, dan langkahnya terhenti saat segerombolan orang berpakaian serba hitam sudah tampak memasuki rumah.
Dan diantaranya berdiri pria setengah baya, yang masih tampan dan gagah diikuti pria bernama Satsuki, membuat Reina menghentikan langkahnya.
itu pasti ayah Kenzo, wajahnya mirip sekali dengan Kenzo, batin Reina menelan salivanya takut.
Tuan Iwasaki menatap tajam wanita dihadapannya, dengan pakaian yang benar2 membuat sakit matanya.
Wanita yang memakai kemeja pria kebesaran tinggi di atas paha, dan bertelanjang kaki.Rambutnya tergerai membingkai wajahnya yang cantik.
"jadi dia..."
"benar, Tuan Besar...dia adalah wanita yang dinikahi Tuan Muda saat berada di pulau..."
Satsuki berkata dengan pelan
Kenzo berdiri dibelakang Reina, senyum dingin tersungging dibibirnya.
"selamat pagi, Ayah.." kata Kenzo
Reina membulatkan matanya, menelan saliva takut.
Tanpa sadar Reina memeluk lengan Kenzo, menahan kakinya yang mulai terasa lemas, susah payah untuknya berdiri dengan tegak.
"katakan, siapa dia?!" bentak Tuan Iwasaki
"dia istriku, Reina.." jawab Kenzo dingin
PRANG!
Tuan Iwasaki menyambar vas bunga yang berada di samping dan membantingnya hingga berantakan di lantai marmer.
__ADS_1
Semua orang terkesiap melihatnya, tidak ada yang berani jika sang pemimpin besar klan sudah menunjukkan tanduk apinya.
"wanita macam apa yang kau bawa masuk?! aku tidak sudi menerimanya!" teriak Tuan Iwasaki
"Tuan Besar...tenangkan diri anda,.."
Sakimoto yang baru saja datang dengan tergopoh2 langsung menahan Tuan Besarnya.
"lepaskan aku bodoh! akan kuhajar anak itu!"
"Tuan Besar,...jangan terbawa emosi..."
Sakimoto masih bertahan dengan sabarnya yang besar.
"Minggir!" bentak Tuan Iwasaki yang melangkah maju sambil menodongkan pistol yang diambilnya dari dalam saku jasnya.
Kenzo langsung menarik Reina dalam pelukannya dan berdiri membelakangi Ayahnya.
Para pengawal Kenzo langsung berbaris membuat pertahanan, membuat para pengawal Tuan Iwasaki langsung maju bersiap untuk menyerang.
"Tuan Besar, kenapa anda keras kepala sekali? semua bisa kita bicarakan dengan mulut, bukan dengan senjata!" cegah Sakimoto
"akan kubunuh wanita itu!" teriak Tuan Iwasaki
"jika anda membunuhnya, lalu apa bedanya anda dengan ayah anda??"
"apa?" Tuan Iwasaki menatap tajam Sakimoto
"apa anda sudah lupa? kejadian hari ini sama dengan kejadian 32 tahun yang lalu??"
Tuan Iwasaki langsung terdiam.Wajahnya yang semula memerah karena amarah kini berubah pias.
Ya, hari ini, sama dengan kejadian berpuluh2 tahun yang lalu, saat dimana orangtuanya, yang merupakan kakek Kenzo, begitu marah besar mengetahui hubungannya dengan wanita berdarah Inggris yang sedang mengandung anaknya, Kenzo.
"Tuan...mari kita hentikan ini, dan kembali..."
Ya, dari sekian banyak orang disana, hanya Sakimoto lah yang berani menahan Tuan Besar Iwasaki, bahkan Satsuki pun tidak mampu melakukannya.
"kita bisa membicarakan semuanya di rumah.."
Tuan Iwasaki menyerahkan pistolnya pada Sakimoto dan membalikkan tubuhnya, berjalan keluar yang langsung diikuti Satsuki dan para pengawal.
Pengawal Kenzo yang merasa keadaan terkendali pun membubarkan diri, meninggalkan Kenzo yang masih berdiri memeluk Reina.
"Tuan Muda..." panggil Sakimoto
Kenzo membalikkan tubuhnya, masih memeluk Reina.
"maafkanlah Tuan Besar,.."
"cih! orangtua itu selalu saja menang sendiri!"
"Tuan Besar hanya seorang ayah yang menginginkan semua hal terbaik untuk anak2nya.."
"kenapa kamu selalu membelanya Pak Tua?"
Sakimoto hanya tersenyum mendengarnya.
Pandangannya beralih ke arah Reina yang berada didalam pelukan Kenzo.
Terlihat wajahnya yang pucat ketakutan, dengan air mata yang membasahi wajahnya.
Tubuhnya pun tampak gemetar.
"selamat pagi, Nona Muda...maaf atas ketidaknyamanannya tadi.." kata Sakimoto sambil menundukkan kepalanya.
"aku..tidak apa2..." geleng Reina mengusap airmatanya yang entah mengapa terus saja mengalir.
"maaf saya tidak bisa berlama2 disini...jika ada waktu saya akan berkunjung..."
"tidak ada lain waktu, Pak Tua!" ketus Kenzo
"maafkan aku, Tuan..." kata Reina lemah
"panggil saja saya Sakimoto, Nona Muda...senang bertemu dengan anda..."
Reina tersenyum tipis, pria tua ini setidaknya tampak baik, tidak seperti Ayah Kenzo tadi.
"baiklah, saya permisi, Tuan, Nona..."
Sakimoto menundukkan kepalanya hormat dan berlalu, meninggalkan Kenzo dan Reina.
"apa kamu tidak apa2?" tanya Kenzo menatap Reina yang masih dipeluknya.
Reina menggeleng pelan dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Siapa sebenarnya Kenzo??
*****