Deviasi

Deviasi
#part 90


__ADS_3

Reina terduduk di sofa ruang keluarga di apartemennya.


Segar rasanya sehabis mandi setelah seharian disibukkan dengan pekerjaan di kantor.


Sambil mengoles lotion perawatan tubuhnya, Reina menyalakan televisi besar di hadapannya.


Dan siapa yang menyangka, semua berita diisi dengan acara konferensi pers wanita muda, putri mantan perdana menteri yang mengklarifikasi tentang gagalnya rencana pernikahannya dengan putera mahkota klan Iwasaki karena isu perselingkuhan sang putera mahkota.


Konferensi pers menyisakan satu bangku kosong di samping Kanami.


Para wartawan terus berebut memberikan pertanyaan, hingga Kanami kuwalahan untuk menjawabnya.


Apalagi dengan adanya bangku yang kosong di samping sang puteri mantan perdana menteri.


"kami baik2 saja, semua hanya isu yang disebarkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab, mungkin juga oleh mereka yang cemburu akan kebersamaan kami berdua..."


Kanami terus mengumbar senyumnya yang menawan.


"apakah bangku kosong itu untuk Tuan Kenzo, Nona?" tanya salah satu wartawan.


"iya, karena Kenzo sedang sibuk bekerja menyelesaikan pekerjaannya sebelum acara pernikahan kami..."


"menurut info, Tuan Kenzo terlihat di Osaka kemarin, apakah anda tahu?"


Kanami berubah pias.


"ten-tentu saja, beliau ada pertemuan dengan klien di sana..."


"hebat sekali Tuan Kenzo berani memperluas bisnis hingga ke daerah kekuasaan lawannya, klan Yamaguchi..." bisik2 para wartawan.


Aahhhh, Kanami menelan saliva nya gugup karena telah salah bicara.


Betapa Kanami tidak tahu menahu tentang bisnis klan Iwasaki.


"apakah anda mengenal puteri Tuan Yamaguchi?"


"menurut info yang beredar, Tuan Kenzo terlihat keluar dari apartemen mewah, salahsatu bisnis milik klan Yamaguchi yang berada di kawasan elite pusat kota Osaka,..."

__ADS_1


Apaaa lagi ini ????!


Kanami terdiam.


"dan puteri Tuan Yamaguchi tinggal di salahsatu unit disana..."


Kanami mencoba menutupi murkanya dengan memasang senyumnya yang tercantik.


"apakah anda semua punya bukti2nya? Atau mungkin bisa mendatangkan saksi yang melihatnya? tolong pertemukan aku, perlihatkan padaku, jika semua hanya omong kosong, aku akan menuntutnya atas pencemaran nama baik..."


Semua langsung terdiam.


Ya, dibalik sifat Kanami yang buruk, ia memiliki otak yang cerdas.


Para wartawan terdiam.


Begitu juga Reina.


Banyak sekali ternyata mata2 yang mengawasi pergerakannya.


"apa yang kau lihat?"


"konferensi pers, putri perdana menteri..."


Kakei menatap layar lebar televisi di hadapannya.


"matikan saja, untuk apa dilihat?" kata Kakei


Reina pun meraih remote control tv dan hendak memencet tombol off bertepatan dengan siaran yang menampilkan pintu ruangan tempat wawancara terbuka.


Sosok Kenzo muncul di sana.


Rapi dengan setelan jas berwarna hitam.


Terkesan dingin dan angkuh, berjalan menuju bangku yang kosong.


Kanami pun tampak mengumbar senyum bangganya.

__ADS_1


Sang calon suami hadir di konferensi pers nya, sebagai tanda bahwa hubungan mereka baik2 saja, dan acara pernikahan akan segera di gelar tidak lama lagi.


"terimakasih sudah hadir di acara yang menurutku tidak penting dan membuang waktu ini, tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi, silahkan untuk segera meninggalkan tempat ini, karena kami akan pergi.."


Kenzo berkata2 sambil berdiri dibelakang bangku kosong tanpa berniat sedikit untuk duduk disamping Kanami.


Setelah berkata2, Kenzo menarik Kanami berdiri dan menggandengnya keluar dari ruangan yang masih dipenuhi awak media.


Reina masih menatap layar televisi yang menampilkan suasana riuh para awak media yang mengejar Kenzo dan Kanami.


Tampak beberapa pengawal mulai membentuk blokade untuk mencegah para awak media mengikuti Tuan mereka.


Kakei duduk di samping Reina yang begitu saja menyandarkan kepalanya di bahu bidang Kakei.


Ya, betapa sakit hati Reina melihat kebersamaan Kenzo dan Kanami.


Dari gerak gerik mereka yang sangat terlihat serasi itu, bisa dipastikan pernikahan mereka akan tetap berlangsung di tengah pemberitaan yang sedang ramai di perbincangkan.


Kenzo yang sampai pagi tadi masih mengucapkan kata2 cinta untuknya ternyata hanya kebohongan belaka.


Kenzo yang memilikinya tak puas2 dari malam hingga tadi pagi sebelum mereka berpisah pun, hanya sekedar menyalurkan hasrat pada Reina saja.


"kenapa dia tidak berhenti untuk menyakitiku...?"


kata Reina pelan.


Bibirnya tersenyum, tapi air matanya mengalir.


"lalu, kenapa kamu masih saja menangis untuknya?"


Kakei menyandarkan tubuhnya, hingga Reina pun mengikutinya.


"dia ayah putraku..."


"dan dia juga akan memberikan ibu baru untuk putra2mu.."


Reina mengisak.

__ADS_1


"aku benar2 membencinya...."


*********


__ADS_2