
Dan semua awak media mengalihkan kamera ke arah pintu masuk ballroom.
Kanami langsung berubah pias, melihat kedatangan Reina.
Berbeda dengan Kenzo yang tampak tersenyum menyeringai melihat Reina yang masuk ke dalam ballroom bersama Kakei.
"Tuan Muda Yamaguchi datang, ayo kita segera ke sana, pasti menjadi berita yang menarik!"
Semua bergegas mendekat ke arah Kakei, meninggalkan pasangan utama pesta.
"sial!" desis Kanami mengepalkan tangannya.
"kau lihat itu, punggungnya bertattoo phoenix, bukankah itu tattoo milik klan Iwasaki?"
Para tamu undangan berbisik2 penasaran.
"iya, setahuku, phoenix itu penguasa pendamping naga hitam.."
"mungkinkah dia memiliki hubungan dengan pewaris klan?"
Suasana semakin ramai dan tidak terkendali.
"Tuan, apakah anda memiliki hubungan khusus? Selama ini Anda tidak pernah menghadiri acara2 resmi tanpa pasangan?"
"siapakah dia, Tuan Yamaguchi?"
"kenapa dia memiliki tattoo klan Iwasaki??"
Kakei terdiam, begitu juga Reina.
Keduanya melangkah ke arah depan.
"apa perlu kita mengucapkan selamat?"
Reina menatap Kakei, meminta pendapat.
__ADS_1
"boleh, dan kita segera pergi dari sini sebelum terjadi kekacauan..." senyum Kakei
Reina tersenyum, menggenggam tangan Kakei erat.
Mereka berjalan berdampingan menuju ke arah tuan rumah yang semuanya berwajah pias kecuali Kenzo tentu saja.
Diawasinya dengan tajam sang istri yang telah menghilang selama hampir 6 tahun.
Wanita yang sudah melahirkan putra untuknya, kini benar2 berubah menjelma menjadi wanita kelas atas yang tampak angkuh.
"well....selamat Tuan Muda Iwasaki, pilihanmu benar2 sempurna.." kata Kakei saat sudah sampai di hadapan Kenzo.
"terimakasih sudah membawa 'istriku' kembali.."
Kanami sampai membola mendengar ucapan Kenzo.
"mantan istri, karena Anda akan menikah dengan wanita 'kelas atas' pilihan Tuan Besar yang terhormat,"
Kenzo langsung menatap tajam Reina yang masih mengumbar senyum cantiknya.
"kita belum bercerai, sayang..."
"ayo kita pergi, " ajak Reina yang langsung di angguki oleh Kakei.
Kenzo mengetatkan rahangnya menatap kepergian Reina.
Suasana kembali riuh.
Kakei dan Reina pun bergegas keluar ballroom disambut dengan banyaknya pengawal yang mengikuti mereka.
"rasanya aku ingin pergi ke club dan minum sampai mabuk," kata Reina begitu mereka memasuki lift yang akan membawa mereka kembali ke Lobi dan pulang.
"Papa akan membunuhku jika sampai tahu kau ke club dan mabuk,"
Reina tertawa menatap Kakei yang mengomel.
__ADS_1
"ayolah, sekali saja....Papa tidak akan tahu..." rayu Reina.
"aiissshhh kau ini selalu merayu jika menginginkan sesuatu,"
Kakei menggelengkan kepalanya, gemas sekali dengan tingkah Reina yang merajuk seperti gadis remaja.
Pintu lift terbuka.
Reina tertegun melihat siapa yang berdiri di hadapannya.
2 anak lelaki kembar, berwajah begitu mirip, dan sama2 memiliki mata biru yang tajam, berdiri bersama para pengawal mereka.
Keduanya memakai tuxedo berwarna hitam, semakin membuat mereka tampan dan sulit untuk dibedakan.
"maaf Mrs.,, bisakah anda keluar karena kami akan masuk sebelum Daddy marah karena kami terlambat?"
Kenji berkata2 tanpa takut, sementara sang kakak hanya diam mengawasi Reina.
Lidah Reina terasa kelu.
Kedua putranya yang selama ini hanya dilihatnya melalui potret yang dikirim mata2 Kakei kini berdiri dihadapannya.
Tampan.Persis sekali dengan Kenzo.
"tentu, anak muda, masuklah, kami akan pergi," Kakei menarik Reina yang masih terpaku di tempatnya
"jangan kasar dengan wanita, Mr. ,," kata Kenzi dingin melihat bagaimana Reina tampak tersentak mengikuti Kakei melangkah keluar lift.
Kakei menyeringai mendengarnya.
Kenzi dan Kenji memasuki lift bersama para pengawal.
"bahkan putramu sudah memarahiku sebelum mengenalku.." kekeh Kakei
Reina tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"aku harus segera membawa mereka pergi..."
********