Deviasi

Deviasi
#part 95


__ADS_3

Mansion keluarga Ryujin,


"bagaimana 'nak....apakah kau membawa berita baik untuk Ayahmu ini?"


Tuan Ryujin menyambut kedatangan Kanami, putri semata wayang yang begitu di sayangi nya.


"berita baik apa Pa?"


"apakah Papa akan segera menimang cucu?"


Kanami mendecih pelan.


"Bagaimana Papa bisa punya cucu jika menantumu saja tidak pernah menyentuhku?"


Ryujin membola.


"apa dia tidak normal?"


"jika tidak normal, dia tidak akan punya anak Pa..."


Kanami melempar tas limited edition nya ke atas meja dengan kasar.


Kanami pun menjatuhkan dirinya ke sofa, menyilangkan kedua kakinya dengan malas.


"lalu apa masalahnya 'nak?"


"masalahnya, dia terlalu menggilai ibu anak2nya!"


"apa?"


"Kenzo tidak bisa lepas dari jerat wanita murah*an itu Pa!!"


"kau harus berjuang bagaimana pun caranya! Kau harus bisa melahirkan bayi untuk menggeser kedudukan anak wanita sial*an itu!"


Kanami mendengus melihat Tuan Ryujin yang begitu merah padam karena marah.


Kanami meraih ponsel pintarnya, tidak ada pesan apa pun.


Dimana nomer misterius yang biasa membantunya untuk mendapatkan Kenzo.


Sudah beberapa bulan menghilang seperti di telan bumi.


Aaarrgghhh sialann !!


********


Kenzo melirik ponsel pintarnya yang tampak berkedip.


Tampak nama Edward muncul di layarnya yang menyala.

__ADS_1


"ada apa, Ed?"


Kenzo menjawab panggilan seraya menandatangani berkas2 di hadapannya.


"hai, kak....apa aku mengganggumu?"


"kau tahu ini masih jam kerja 'Ed..."


Edward yang berada di seberang terkekeh geli.


"aku berada di Osaka..."


Kenzo langsung menghentikan kesibukannya.


"untuk apa kau disana?"


"aku memantau project bisnisku di sini 'kak...sepertinya aku akan mendirikan anak perusahaan disini...."


"kenapa tidak di Tokyo?"


Lagi2 Edward terkekeh.


"karena CEO anak perusahaanku ada disini 'kak.."


"apa maksudmu?"


"Reina Yamaguchi adalah CEO nya..."


Edward terdengar menghela napas berat.


"apa aku pernah berkata tidak benar padamu?"


Kenzo hanya terdiam.


"Oh ya, jika boleh, bawalah keponakanku kemari saat libur musim panas besok,"


"mereka tidak akan kesana," tolak Kenzo


"kenapa? Aku berjanji akan menjaganya,"


"tidak jika tanpa aku, Ed..."


"kalau begitu ikutlah kemari, "


"pekerjaanku sangat banyak..."


"berliburlah....kau bisa stress,"


Kenzo kembali terdiam.

__ADS_1


"akan kupikirkan nanti,"


"baiklah, semoga kau bisa datang kesini kak, kita bisa bercerita banyak hal..."


"Hemm..."


Dan sambungan pun terputus.


********


Resort Sakura Bay, Osaka


Edward meletakkan ponselnya, bersamaan dengan Dena yang juga meletakkan ponselnya.


"bagaimana?" tanya Dena menatap suaminya.


"kau tahu jika kakakku orang yang sulit kan, sayang?" kata Edward menghela napas berat


"apa kakak ipar bisa kesini?" Edward balik bertanya


"dia akan mengusahakannya, mengingat perusahaannya di Amerika akan segera launching..."


Sepasang suami istri itu saling menghela napas.


Ya, mereka berdua berencana mempertemukan Kenzo, Reina dan kedua putra kembar mereka.


Sudah cukup aksi balas dendam yang terjadi selama ini.


Edward dengan kemampuannya menguasai bidang IT telah mengetahui sebuah informasi penting, sesuatu informasi yang akan membuka semua tabir kebenaran.


"apakah sebaiknya kita memberitahu Reina tentang semua ini?"


Dena menatap suaminya.


"kakak ipar tidak akan mudah percaya begitu saja, sayang....jika kita memberitahunya, dia pasti akan kembali terpuruk..."


"cepat atau lambat dia pun akan tahu juga..."


"iya, kita akan menunggu saat yang tepat...."


Dena meraih tangan suaminya dan meremasnya pelan.


"maafkan aku karena telah berburuk sangka selama ini dengan...."


"aku mengerti, sayang....aku pun aku berlaku sepertimu jika berada diposisimu....."


Edward tersenyum, Dena pun membalas senyum suaminya itu.


"terimakasih, sayang....aku tidak salah memilihmu...."

__ADS_1


*********


__ADS_2