
Tuan Iwasaki senior menatap 2 boks bayi berkelambu biru dimana kedua cucunya terbaring, tidur nyenyak setelah dimandikan perawat dan diberi susu.
Tuan Iwasaki tersenyum, sungguh hatinya terasa hangat melihat kedua cucunya yang benar2 duplikat anak lelaki kebanggaannya.
"Tuan Besar, semua sudah siap..."
Sakimoto berdiri di samping Tuan Iwasaki.
"aku akan menemui dokter sebentar, memastikan cucu2ku siap dibawa pulang..."
Sakimoto menatap Tuan Besarnya yang tampak bersemangat, senyumnya tak lekang dari wajahnya yang mulai keriput dimakan usia.
"lalu bagaimana dengan Nyonya Muda, Tuan?"
Tuan Iwasaki yang hendak pergi menghentikan langkahnya.
"Dia sudah jadi wanita milyuner sekarang, pasti mudah mendapatkan lelaki kaya selain Kenzo.."
Sakimoto menatap punggung angkuh Tuan Besarnya itu.
"semoga Tuhan selalu melindungimu, Nyonya Reina..."
*******
7 hari mendapatkan perawatan intensif dari dokter2 terbaik rumah sakit, membuat kondisi Reina semakin berangsur2 pulih dan membaik.
Bahkan Reina sudah mampu ke kamar mandi sendiri, karena jarum infus pun sudah dilepas oleh perawat kemarin malam.
Reina berjalan pelan menuju sofa untuk menikmati sarapannya.
"selamat pagi Nyonya, bagaimana keadaan anda pagi ini?"
Suster yang baru masuk ke ruangan menyapa dengan senyuman ramah.
"baik suster, aku merasa sehat sekali..."
"bagus sekali, Nyonya..."
Perawat kemudian menekan bel untuk memberitahu petugas kebersihan yang akan membersihkan dan merapikan ruangan Reina.
"suster, apakah aku bisa menengok putra2ku lagi?" tanya Reina sambil menyuap salad buahnya.
Suster tampak terkejut mendengarnya, membuat Reina mengerutkan dahinya.
"Eemm....nanti saya akan menghubungi dokter dulu..." kata perawat dengan salah tingkah.
Hati Reina pun merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"suster?!"
"i.iya Nyonya??"
Reina semakin yakin.Ada sesuatu yang sengaja disembunyikan darinya.
"aku ingin menengok anakku sekarang..."
Perawat pun semakin salah tingkah.
__ADS_1
"Nyonya habiskan dulu sarapannya, sementara saya akan meminta ijin dokter terlebih dahulu.."
Reina menatap tajam, membuat perawat pun semakin salah tingkah.
"baiklah sus," senyum Reina
Perawat pun tersenyum.
"kalau begitu saya permisi, Nyonya..."
Reina hanya mengangguk, menatap kepergian perawat keluar dari ruangannya.
Setelah kepergian perawat, Reina pun beranjak dari sofa, berjalan perlahan menuju pintu keluar.
Dengan hati2 Reina membuka pintu sedikit, mengintip keadaan di luar.
Sepi.
Lorong2 pun terlihat kosong,tidak ada orang sama sekali.
Bahkan pengawal yang ditugaskan berjaga juga tidak terlihat.
Reina semakin yakin ada sesuatu yang terjadi dan disembunyikan darinya.
Mengendap2 Reina pun keluar dari ruangan dan menuju lift yang akan membawanya ke ruang bayi2.
Tak sabar rasanya Reina bertemu baby twinsnya yang tampan, setampan Ayahnya yang tidak tahu dimana rimbanya.
TING!
Lift berhenti di lantai tujuan.
Setengah tergesa Reina menuju ruangan bayi berada.
Pelan2 membuka pintu, dan masuk ke dalam begitu Reina sampai di sana.
Dan Reina pun membeku melihat suasana di depannya.
Tampak Ayah mertuanya sedang berbincang dengan Dokter yang menangani kedua putranya.
"cucu2 Anda sehat dan siap untuk pulang, Tuan Iwasaki.."
"terimakasih, Dokter..."
Apa? Pulang?
Reina mengalihkan pandang ke arah 2 orang berpakaian babysitter yang menggendong masing2 putranya.
"Ayah..."
Tuan Iwasaki pun mengalihkan perhatiannya.
Wajahnya langsung tegang menahan amarah.
"siapa yang menyuruhmu turun kesini?!" hardik Tuan Iwasaki keras.
"aku ingin menengok putra2ku..."
__ADS_1
"hari ini mereka akan kubawa pulang!"
"ta...tapi..."
"kembali ke ruanganmu!"
"tidak! Tanpa putra2ku!"
"kau!!"
"Nyonya, mari kita kembali..."
Tiba2 2 orang perawat memegangi tangan Reina.
"lepaskan! Aku ingin bersama putraku!" teriak Reina.
"dasar keras kepala!"
Tuan Iwasaki pun memerintah 2 babysitter untuk membawa keluar baby twins.
"berhenti disitu!" teriak Reina lagi
Suasana berubah tegang.
"Nyonya, mohon tenanglah..."
Sakimoto yang baru saja tiba pun mencoba menenangkan.
"bagaimana aku bisa tenang jika ada yang akan menculik anakku!!"
"jaga bicaramu!"
"Nyonya, ...kami hanya membawa pulang Tuan kecil, sementara Nyonya memulihkan kesehatan disini..."
Reina mendorong tubuh Sakimoto.
"aku bukan anak kecil yang begitu mudah di bohongi!"
Sakimoto menatap Reina yang tampak begitu marah.
"pengawal! Bawa dia kembali ke ruangan!!"
Beberapa pria berjas hitam langsung memasuki ruangan dan memblokade Reina.
"minggir kalian semua!!" teriak Reina.
Tuan Iwasaki pun bergegas keluar diikuti babysitter membawa bayi2 pergi meninggalkan Reina.
"berhenti!! Berhenti!!!" teriak Reina histeris
Semua orang keluar ruangan meninggalkan Reina.
"maaf Nyonya..."
Sakimoto pun membungkukkan tubuhnya dengan begitu hormat dan penuh penyesalan.
"aku membenci kalian semua!!"
__ADS_1
*******