Deviasi

Deviasi
#part 60


__ADS_3

Reina terduduk di kursi taman yang tak jauh dari kolam renang.


Seperti biasa, Reina melewati harinya seorang diri, dengan pengawal yang tersebar tak jauh dari tempatnya berada.


"ada yang anda inginkan lagi, Nyonya?"


Rika berjalan mendekat seraya membawa baki berisi jus jeruk segar dengan beberapa potong sandwich.


"tidak ada, " geleng Reina


"saya akan kembali ke dapur, Nyonya..."


Reina mengulas senyumnya.


"mommy bosan sekali sayang..." keluh Reina sambil mengusap lembut perut buncitnya.


Tuan Iwasaki senior pergi keluar dari mansion bersama Satsuki dan Hanami.


Kenzo pun tampak tidak ada tanda2 kembali untuk makan siang.


Reina pun beranjak dari kursi, memilih berjalan ke arah kolam renang dan duduk dipinggirnya sambil memasukkan kedua kakinya ke dalam air kolam yang tampak biru segar.


"sendirian saja, Nyonya?"


Reina langsung menoleh ke sumber suara.


"Dena???!!"


Susah payah Reina berdiri dari duduknya.


Hampir saja dia tergelincir jika Dena tidak buru2 menariknya dan berpelukan.


"aku rindu sekali, Reiii....." isak Dena


"aku juga!" isak Reina


Dena melepas pelukannya dan menatap Reina.


"lihatlah....kamu gendut sekali..." tawa Dena sambil mengusap airmatanya.


Reina langsung memanyunkan bibirnya.


"apa aku mengganggu acaranya Ladys?"

__ADS_1


Reina memekik senang melihat Edward yang tampan berjalan ke arahnya.


"Eddy!" seru Reina menghambur memeluk Edward.


"apa kabar kakak ipar?" tanya Edward tersenyum


Reina suka sekali menatap wajah Edward yang tampan dan sangat ingin baby twinnya mirip Edward daripada Kenzo.


"aku baik2 saja, dan sangat kesepian disini..."


Dena meraih tangan Reina dan menggenggamnya.


"kita sudah berada disini, meski sebentar, kami akan menemanimu..." kata Dena


"tapi, bagaimana cara kalian masuk kemari?"


Edward tertawa pelan.


"aku menemui kakak dan meminta Tuan Sakimoto untuk merahasiakan dari Ayah..."


Reina menatap Edward dan Dena berganti2.


"aku senang bertemu kalian..." isak Reina lagi


"sstt...sudah jangan menangis, nanti baby mu ikut sedih....ayo, kita duduk, ceritakan padaku selama kamu disini..."


Edward mengikuti Dena dan Reina duduk di kursi.


"kalian bisa leluasa bercerita karena Ayah akan pulang larut malam,..."


"darimana kau tahu?"


"kakak yang memberitahu, Ayah sedang menyelesaikan masalah di distrik C yang mungkin akan memakan waktu..."


"Tuan Muda...."


Sakimoto menyusul diikuti 2 orang pelayan yang membawa minuman dan makanan ringan.


"terimakasih," ucap Dena sopan


"silahkan dinikmati Nona,Tuan Muda..."


Sakimoto pun segera mengundurkan diri, kembali ke dalam mansion.

__ADS_1


"dimana kakakmu, Eddy..?"


"kakak sedang menemui klien, sehingga tidak dapat bergabung,"


"Ooh..."


"kenapa? Kamu kangen suamimu?" goda Dena


"tidak...aku pikir dia bersama tunangannya,"


"tunangan? apa maksudmu?"


"kemarin baru saja dia bersama dengan Ayahnya datang kemari..."


"lalu?"


"mungkin ingin membicarakan acara pernikahan?"


"hah??"


Edward tertawa mendengarnya.


"apa yang kau tertawakan Ed?" sungut Reina


"apa kakak ipar cemburu?"


"aku? aku tidak cemburu, hanya saja merasa heran kenapa kakakmu masih bertunangan padahal sebentar lagi dia akan punya bayi,"


Dena menepuk2 lembut tangan Reina.


"pertunangan itu hanya ada dalam pikiran Ryujin dan anaknya, kakak ipar...kamu tak perlu khawatir, kakakku sudah terlalu cinta buta denganmu..."


"aku tidak akan lupa asal usulku, Eddy,...selama ini aku berpikir, Ayah berubah baik karena aku mengandung generasi ketiga klan keluargamu ini...aku tidak tahu jika baby twins lahir nanti...bisa saja kan aku disingkirkan dan digantikan wanita kelas atas seperti Kanami itu?"


Edward langsung terdiam.


"kamu terlalu negative thinking, Rei...berpikirlah positive, Tuan Iwasaki mungkin benar2 berubah dan berusaha menerimamu..." hibur Dena


"terimakasih, Dena...mungkin kamu benar, aku yang terlalu negative thinking dengan hidupku sekarang..."


"kamu harus bahagia,, Rei.....kamu sudah berjalan sejauh ini..."


Dena kembali memeluk Reina dengan hangat dan penuh kasih, berbeda dengan Edward yang mengawasi mereka dengan beribu banyak alasan menghantui pikirannya.

__ADS_1


********


__ADS_2