
Mobil2 sedan mewah yang berhenti di depan lobi hotel menarik perhatian orang2.
Beberapa pria berjas hitam tampak menuruni mobil kemudian berbaris untuk mengamankan kondisi di sekitar lobi.
Akira membuka pintu mobil dan menunggu Kenzo yang menyusul keluar dari mobil.
Kenzo berdiri tegak, merapikan jas hitam buatan tangan desainer ternama yang jangan tanyakan berapa harganya.
Kenzo menatap sekeliling, dimana beberapa orang tampak berbisik2 seraya memandang ke arah Kenzo dan rombongan pengawalnya.
"mari Tuan..." ajak Akira memasuki lobi hotel bintang 5 di negara K.
"Tuan Hoshiki mengadakan jamuan makan malam yang sama dengan tempat kita menginap disini Tuan," jelas Akira
"apa aku tidak bisa makan malam di suite saja?" tanya Kenzo tampak malas
"Tuan Hoshiki memiliki pengaruh kuat di negara K ini,Tuan...sangat bermanfaat untuk memperluas jaringan bisnis kita..." jawab Akira
"hubungi Sakimoto, tanyakan kabar Nyonya Mudamu, apakah tangannya baik2 saja?"
"baik, Tuan..."
Pintu lift khusus untuk eksekutif bergeser membuka.
Kenzo dan Akira pun masuk ke dalamnya bersama para pengawal, menuju ke ballroom hotel tempat di adakan jamuan makan malam bisnis yang dihadiri para eksekutif2 muda pemilik perusahaan2 raksasa dimana Kenzo adalah salah satu anggotanya.
Tak jauh dari lift, seseorang tampak mengawasi pergerakan Kenzo.
"ternyata benar informasi yang diberikan nomer asing ini..."
Ya, Kanami berada di hotel yang sama dengan Kenzo setelah mengikuti informasi yang masuk ke ponsel pintarnya dari nomer telepon asing yang setiap memberikan informasi tentang Kenzo,nomer telepon asing itu langsung menghilang.
Ponsel Kanami kembali berbunyi.
Dari nomer asing yang berbeda dengan sebelumnya.
"makan malam di adakan di ballroom, akses masuk ke sana menggunakan member card yang sudah disiapkan di tempat tisue toilet wanita, bartender akan menyiapkan minuman "khusus" untuk Putra Mahkota saat makan malam nanti, dan dia akan segera menjadi milikmu selamanya"
Kanami mengernyit membaca pesan panjang di ponselnya.
"ikuti saja rencana ini, dan semua keinginanmu memiliki Putra Mahkota akan terwujud"
Seolah tahu jika Kanami tampak ragu, pesan pun kembali muncul.
"ini kesempatan terakhir mendapatkan putra mahkota"
Kanami mencengkeram ponselnya erat.
"aku akan mencarimu hidup atau mati jika sampai gagal, orang asing!" gumam Kanami sambil bergegas menuju lift yang akan membawanya menuju ballroom.
******
"sepertinya sangat mudah memperalat wanita itu,"
Kakei tersenyum miring melihat Kanami yang tampak terburu2 memasuki lift.
"apa Tuan Muda yakin kita akan berhasil dengan memperalat dia?"
"tentu saja, wanita itu begitu terobsesi dengan baji*ngan klan Iwasaki, dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya..."
Kakei berdiri di salah satu sudut lobi yang berpilar tinggi.
Malam ini, ia pun akan menghadiri jamuan makan malam sebagai salah satu Tuan Muda pewaris tahta klan Yamaguchi.
"ayo, jangan sampai kita ketinggalan tontonan menarik,"
Kakei pun menuju lift eksekutif yang tadi digunakan oleh Kenzo.
"Reina, apapun akan ku lakukan untuk membawamu pergi dari baji*ngan itu, aku akan membuatmu bersamaku, menjadi milikku,..."
********
Kehadiran Kenzo menarik perhatian para undangan.
Tuan Hoshiki, sang tuan rumah perjamuan pun langsung menghampiri Kenzo yang baru saja masuk bersama Akira dengan para pengawal yang langsung menyebar.
__ADS_1
Siapa yang tidak mengenal Kenzo, putra mahkota pewaris tahta klan Iwasaki, klan terkuat penguasa gurita bisnis di semua aspek bidang bisnis di dalam dan di luar negeri.
"selamat datang, Tuan Muda Iwasaki..."
Kenzo menatap sekilas ke arah Tuan Hoshiki yang berdiri di hadapannya.
"selamat malam, Tuan, kami hadir memenuhi undangan anda.." jawab Akira mewakili
"Tuan Akira,...terima kasih sudah berkenan hadir,"
"bisakah kami ke meja milik kami?"
"Ooh...mari, Tuan Akira, lewat sini..."
Tuan Hoshiki pun mengantar sendiri Kenzo dan Akira menuju meja makan yang khusus disediakannya sebagai tamu istimewa.
"tidak perlu repot2, Tuan Hoshiki, sepertinya ada tamu yang harus anda sambut kembali..."
Akira melirik sekilas ke arah pintu utama ballroom yang kembali terbuka dan menampakkan kedatangan Tuan Muda klan Yamaguchi.
"saya permisi sebentar,"
Tuan Hoshiki pun terburu2 menyambut Kakei.
"cih, kenapa harus bertemu dengannya disini?!"
desis Kenzo menatap tajam ke arah Akira.
"informan kita mengatakan klan Yamaguchi tidak menghadiri acara ini, Tuan..."
"sejak kapan kemampuan informanmu melemah, Akira?!"
"maafkan saya, Tuan...saya akan memecat mereka.." tunduk Akira
"hubungi Hanami untuk memecat semua informan yang tidak becus! Informasi seremeh ini saja kau bisa gagal!"
Akira menghembuskan napasnya dengan berat.
Semua menjadi salah jika sang Tuan Muda sedang badmood.
"saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi, Tuan..." lesu Akira.
Kenzo duduk dengan tenang, tanpa melepas pandangan tajamnya ke seluruh penjuru ruangan.
Akira semakin merasa tertekan saat tiba2 Kanami muncul di tengah acara yang sedang berlangsung.
2 makhluk ciptaan Tuhan bernama manusia yang paling tidak ingin Kenzo temui kini malah berada di dalam satu ruangan dengannya.
Nyali Akira menciut mendapat tatapan tajam yang rasanya ingin membu*nuhnya saat itu juga.
"apa aku boleh bergabung?"
Dengan tidak tahu malunya Kanami berdiri mendekat ke arah meja Kenzo
"maaf, Nona Ryujin, kami akan segera pergi, jadi..."
"kurasa, reputasi Tuan Mudamu akan tercemar jika menolak seorang wanita sepertiku..." potong Kanami cepat mengambil tempat duduk di samping Kenzo.
Para tamu undangan kembali melempar perhatian ke arah meja Kenzo.
Putra mahkota penguasa kerajaan bisnis duduk bersanding dengan putri mantan perdana menteri yang selama ini banyak di perebutkan oleh pria2 mapan.
Sungguh pasangan yang serasi.
Karena dari rumor yang beredar mereka telah dijodohkan.
Seorang pelayan mendekat ke arah Kanami, memberikan minuman.
Kanami saling bertatap sekilas dengan pelayan, saat menghidangkan minuman.
"mungkin minuman ini yang dimaksud,"
Kanami menatap gelas2 kristal berisi minuman yang tampaknya mengandung alkoh*ol itu.
"Tuan, saya akan meminum minuman anda,"
__ADS_1
"apa?"
Kanami sampai terperangah mendengarnya.
"saya hanya menjaga keselamatan Tuan saya, Nona...kita tidak tahu mungkin ada sesuatu dalam minumannya..."
Kanami tertawa.
"kau ini seperti anjing penjaga yang begitu setia dengan Tuannya..." geli Kanami
"saya bekerja sesuai standart keamanan, Nona, dan saya tidak peduli dengan pendapat orang lain.."
Akira yang hendak mengambil gelas Kenzo pun segera ditahan oleh Kanami.
"kalau begitu biar aku saja yang meminumnya..mungkin dengan aku mati dihadapanmu, kau akan puas, Tuan Asisten penjaga!" kata Kanami
Kanami pun mengangkat gelas milik Kenzo sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Arrgghh sialan! Semoga tidak ada racun di dalam minumannya!!
Kanami pun mulai menyesap minuman dalam gelas Kenzo.
"seharusnya aku langsung mati..."
Kanami meletakkan gelas yang telah kosong dihadapan Akira.
Kenzo mengetatkan rahangnya.
"aku akan pergi,"
Kenzo meraih gelas milik Akira, meneguknya habis kemudian beranjak berdiri.
Akira pun buru2 berdiri dan berjalan mengekor di belakang Kenzo.
Kanami pun ikut berdiri dari kursinya, dan mengikuti rombongan Kenzo.
Senyum Kanami terbit saat melihat Kenzo yang menunggu lift seraya memegangi kepalanya.
"Tuan, anda tidak apa2?"
"mungkin terlalu lelah, aku akan ke penthouse sendiri, tolong carikan obat sakit kepala,"
"baik, Tuan..."
Pengawal pun terbagi untuk mengikuti Akira dan Kenzo.
Kenzo pun memasuki lift yang akan membawanya ke lantai teratas dimana presidentsuite tempat nya berada.
"kalian pergilah," titah Kenzo
"baik,Tuan...."
Para pengawal pun mencari tempat masing2.
Kanami tiba di lantai tempat Kenzo berada.
"maaf, Nona, anda dilarang berada dilantai ini,"
Seorang pengawal langsung menghadang Kanami.
"kamu tidak tahu siapa aku?!"
"saya tidak peduli, silahkan Nona pergi!"
"Kenzo menyuruhku ke sini untuk membawa obat !"
Kanami menunjukkan obat untuk sakit kepala.
Obat yang sudah di siapkan bersama member card oleh orang misterius yang mengirim pesan padanya.
Para pengawal pun saling berpandangan.
"aku ini putri perdana menteri, ayahku sahabat Tuan Besar Iwasaki! Kalian masih meragukanku??"
Kanami langsung menyerobot masuk dan mengunci pintu.
__ADS_1
*********