
"sepertinya ada yang mengawasi kita..." kata Hanami melihat layar lebar di hadapannya yang tersambung dengan cctv di seluruh sudut mansion utama.
Satsuki pun berjalan mendekati Hanami sambil membawa secangkir kopi.
Kedua orang itu berada di lantai 3 mansion yang merupakan pusat segala informasi seluruh kegiatan klan Iwasaki.
"lihatlah mobil itu, beberapa hari terakhir tampak berhenti di sudut sana meskipun hanya sebentar.." terang Hanami melipat tangan di dada bidangnya yang terbalut jas.
"itu mobil anak Ryujin..." kata Satsuki setelah memperhatikan dengan seksama.
"anak Ryujin?" kernyit Hanami
"ya...calon tunangan Tuan Muda..."
Hanami dan Satsuki menoleh ke belakang.
Sakimoto tersenyum sambil membawa map berisi laporan2 bisnis tugas untuk Hanami dan Satsuki.
3 orang tangan kanan Tuan Iwasaki senior berkumpul menatap layar lebar dihadapan mereka.
"sepertinya, Nona Kanami masih belum menyerah juga...." kekeh Sakimoto
"tentu saja, karena tidak ada kejelasan dengan hubungan mereka..." kata Satsuki tertawa.
"Tuan Besar masih belum membatalkan pertunangan mereka..." jelas Sakimoto
"kenapa? bukankah Nyonya Muda sudah mengandung generasi ketiga?" tanya Hanami
"ya...Tuan Besar 'hanya' ingin pewarisnya tidak 'ibu' nya.." lirih Sakimoto
Hanami tersentak kaget.
__ADS_1
"apa? kenapa Tuan Besar begitu..."
"kejam?" potong Satsuki menyeringai
Hanami mengangguk pelan.
"kita tidak akan bisa menguasai dunia gelap sampai saat ini jika pemimpin kita tidak kejam.."
Ketiga orang kepercayaan pemimpin klan Iwasaki saling berpandangan dan membisu.
"Tuan Besar akan memberikan 25% saham seluruh perusahaan Iwasaki grup untuk Nyonya Muda Reina setelah melahirkan nanti..." terang Sakimoto
"aku pikir, saham sebesar itu tak berarti jika dibandingkan anak2..." kata Hanami.
Ketiga orang itu pun menghembuskan napas berat.
******
Kanami membuang tas nya ke sembarang arah.
Dijatuhkannya tubuhnya ke sofa empuk di dalam kamarnya.
Berbulan2 ia mengintai keberadaan Kenzo yang hilang bak di telan bumi.
Setelah mengintai mansion pribadi Kenzo selama berhari2 tanpa kabar, Kanami pun dengan berani mendatangi perusahaan milik Kenzo dan berhasil mendapat informasi dari resepsionis bahwa Kenzo kini berada di mansion utama Ayahnya.
Hanya itu, informasi yang bisa di dapatnya.
Penjagaan begitu ketat di sekeliling sudut mansion utama hingga Kanami tidak bisa mendekat, bahkan untuk bertamu pun dia tak bisa, sekali pun menggunakan nama Ayahnya.
Kanami semakin penasaran.Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan di mansion utama.
__ADS_1
"aku harus mencari tahu secepatnya!" kata Kanami menahan rasa marahnya.
******
Reina berdiri di balkon kamar yang menghadap ke taman luas mansion.
"apa yang kamu pikirkan?" tanya Kenzo memeluk Reina dari belakang.
"aku ingin menghirup udara luar..." jawab Reina memalingkan wajahnya dan mendapat kecupan singkat dari Kenzo di pipi.
"apa kamu tahu berbahaya nya diluar sana?"
Kenzo mengusap lembut perut buncit Reina, yang langsung mendapat tendangan bersemangat baby mereka, membuat Kenzo tertawa pelan.
"sebentar saja...." rengek Reina
"bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?"
Reina menghembuskan nafas dan melepaskan pelukan Kenzo dengan kasar.
"aku benci sama kamu, Tuan Muda Kenzo!" bentak Reina marah, meninggalkan Kenzo yang menatapnya tak percaya.
Kenzo tersenyum menyeringai melihat tubuh montok Reina yang menghilang ke dalam bath room sambil membanting pintunya.
Kenzo meraih ponsel dan menghubungi Akira.
"siapkan mobil, dan pengawal, aku akan pergi keluar..." titahnya.
"baik, Tuan.." sahut Akira patuh dari seberang.
******
__ADS_1