Deviasi

Deviasi
#part 93


__ADS_3

Tokyo,


Tuan Iwasaki membuang semua barang2 di meja kerjanya yang berpelitur mewah itu.


Ipad yang diserahkan oleh Sakimoto dibantingnya ke lantai marmer hingga pecah berserakan.


Emosinya benar2 meluap.


Ternyata penyebab bisnisnya kacau karena ulah seorang wanita yang dulu di hina nya, diremehkannya.


Seorang wanita yang dihancurkan mentalnya karena bersama putra mahkota klan nya.


"bagaimana mungkin!!" teriak Tuan Iwasaki


"tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Tuan Besar...." ucap Sakimoto sambil memungut ipad yang telah rusak itu.


Sakimoto menatap iba Tuannya yang terduduk dengan napas yang tersengal2 karena emosi.


"ciihh, pasti ja*lang itu merayu pecundang anak si kepa*rat Yamaguchi..!"


Sakimoto menghela napasnya berat.


"jika hanya modal merayu, pabrik kosmetik anda tidak akan gulung tikar....Nyonya Muda memang wanita yang berbakat tanpa Anda sendiri menyadari sebelumnya...Klan Yamaguchi yang mengasahnya..."


Tuan Iwasaki memijit keningnya yang terasa pening.


"apa Kenzo sudah mengetahui jika bisnis kita akan hancur karena ulah wanita nya?"


"mungkin Tuan Muda sudah mengetahuinya,"


Benar2 emosi Tuan Iwasaki sudah berada di ubun2, ingin sekali rasanya ia membu*nuh orang untuk melampiaskan emosinya.


"bagaimana mungkin selama ini kita tidak bisa mengendus sepak terjang wanita itu?"


"karena kemampuan IT Hanami sudah tidak sebanding lagi dengan kemampuan Tuan Edward..."


"apa?"


"Tuan, orang2 yang telah Anda sakiti kini bersatu untuk melawan Anda, mereka ingin menghancurkan Anda..."


"jangan bercanda, Tua bangka!"


"Tuan Edward kini memiliki saham terbesar di beberapa perusahaan IT yang tersebar di seluruh dunia, perusahaan Tuan Edward sendiri kini bernilai jutaan dollar sejak bergabung dengan Nyonya Muda dibawah klan Yamaguchi..."


"kau ini tahu banyak informasi tanpa memberitahuku, dasar Tua Bangka sialan!" maki Tuan Iwasaki

__ADS_1


"maaf, Tuan saya bersalah..." sabar Sakimoto


Padahal semua informasi sudah tersusun di ipad yang hancur terlebih dahulu karena dibantingnya sendiri.


"hubungi semua pemegang saham kita adakan rapat internal segera!"


"baik, Tuan..."


*******


Mansion Utama,


Kanami tampak mematut dirinya di depan cermin yang tingginya sama dengan tinggi badannya sendiri.


Penampilannya benar2 memukau dengan lingerie berwarna hitam yang transparan, memamerkan lekuk tubuh indahnya.


Kulit putihnya tampak semakin bersinar, apalagi aset2 berharganya hanya tertutup dalaman yang sekali sentak saja sudah langsung terlepas.


Malam ini adalah malam pengantinnya.


Kanami merasa berdebar, ia akan berusaha memuaskan suaminya hingga pagi menjelang.


Saat mendengar handle pintu yang bergerak, bergegas Kanami berlari ke arah ranjang dan berpose sedemikian rupa yang mengundang naf*su untuk bertempur dengannya di ranjang.


Kedua alisnya terangkat menatap Kanami, mata biru nya menggelap.


Kanami tampak bahagia melihat tatapan Kenzo yang menurutnya bergai*rah saat menelisik lekuk tubuhnya.


Wajahnya dingin, rahangnya tampak mengetat.


Tiba2 tubuh gagah yang terbalut setelan jas berwarna hitam pekat itu bergeser ke samping.


Beberapa pria berpakaian hitam2 berjalan masuk ke kamar.


Kanami ternganga.


Kanami bersusah payah menelan saliva melihat wajah2 garang beberapa pria yang kini berdiri mengelilingi ranjang tempatnya berada.


Mereka menatap lapar ke arah Kanami, yang secara spontan meraih selimut untuk menutupi tubuhnya saat menyadari tatapan pria2 itu.


Akira masuk terakhir, sambil menenteng tas kerja.


"selamat malam, Nona Kanami..."


Ingin rasanya Akira tertawa melihat Kanami yang bergelung selimut tebal.

__ADS_1


"silahkan anda tanda tangan disini.."


"apa?"


"ini adalah perjanjian pernikahan kontrak dengan Tuan Kenzo...."


"apa kau bilang? Pernikahan kontrak?"


"iya, Nona....Anda akan bercerai dengan Tuan saat pernikahan menginjak 1 tahun...."


"apa??!"


"silahkan segera tanda tangan, disini juga tercantum kompensasi setelah perceraian.."


Kanami mencengkeram erat selimut yang menyelubungi tubuhnya.


Wajahnya memerah menahan amarah menatap Kenzo yang hanya berdiri angkuh di hadapannya.


"kenapa kau memperlakukanku seperti ini??!"


"tanda tangani atau semua anak buahku akan menggilirmu!" kata Kenzo dengan datar.


"Apa?"


"kau mengancamku?!"


"silahkan pilih sendiri, aku tidak punya waktu meladeni mu,"


Kenzo memutar tubuhnya untuk keluar dari kamar.


"aku istrimu!!" teriak Kanami


Kenzo menoleh, bibirnya menyeringai.


"istriku hanya Reina Iwasaki," ucap Kenzo


Kanami tampak merah padam.


"paksa dia untuk tanda tangan, jika tidak mau, silahkan kalian menikmati tubuhnya yang menjijikkan itu!"


Kenzo pun melangkah keluar dari kamar.


"aku akan membalasmu, Kenzo!!"


*******

__ADS_1


__ADS_2