Deviasi

Deviasi
#part 45


__ADS_3

Kenzo menaikkan sebelah alisnya saat membuka pintu kamar dan mendapati Reina tampak berputar2 di depan cermin riasnya yang besar.


Reina tampak mematut dirinya dengan mini dress yang seksi berwarna hitam.


Kehamilan membuat tubuh Reina tampak berisi dibagian2 tertentu, dan tentu saja, menjadi pemandangan yang membuat Kenzo menelan saliva.


"mau kemana?" tanya Kenzo tak melepas tatapan laparnya.


Sejak kemarin istrinya begitu dingin padanya, tidak mau disentuh dan dicium, karena berita di media sosial tentang pertunangannya dengan Kanami yang masih trending.


"apa pedulimu? urusi saja calon tunanganmu!" ketus Reina sambil mendelik sadis.


cih, untung sedang hamil pewarisku, kalau tidak sudah kuhukum siang malam sampai tidak bisa jalan! gerutu Kenzo, tentu saja dalam hati.


Entah kenapa nyalinya menjadi ciut jika berhadapan dengan Reina yang menjadi galak sekali sejak kehamilannya.


Reina meraih tas tangannya dan berjalan keluar kamar.


"sayang... biar kuantar," kata Kenzo kembali keluar kamar mengikuti istrinya itu.


"aku pergi dengan Dena, ini urusan wanita!" galak Reina melotot ke arah Kenzo.


"aku akan mengantarmu!" desis Kenzo.


Reina hanya mengangkat bahunya dan berlalu.


*****


Dan kini Kenzo menyesal karena mengikuti istrinya yang ternyata melakukan perawatan di salon.


Kenzo duduk malas di sofa ruang tunggu, merasa risih saat para wanita2 pelanggan salon tampak terpesona dengannya.


"bukankah itu Kenzo? calon tunangan Kanami??"

__ADS_1


"iya...ternyata aslinya tampan sekali! sungguh beruntung Kanami.."


"romantis sekali, seorang pria mau menunggu wanitanya..."


"tapi aku tak melihat sosok Kanami di sini??"


"lalu dia menunggu siapa??"


wanita2 pelanggan salon pun ribut sendiri, sementara Reina yang mendengarnya mencebikkan bibirnya 5 centi.


"aiisshh cantik sekaliiii..." seru pemilik salon, mengalihkan perhatian Reina.


"terimakasih..." senyum Reina menatap pantulan dirinya di cermin.


Reina semakin cantik dengan model baru rambutnya.


"ayo, kita pulang," ajak Dena, meraih tas tangan Reina dan miliknya sendiri


Reina hanya mengangguk.


Kenzo langsung berdiri melihat Reina keluar dari ruang perawatan diikuti Dena.


"ayo," Kenzo mengulurkan tangannya untuk menggandeng Reina, membuat semua penduduk salon memandang penuh tanda tanya.


"siapa wanita itu??"


Akira pun bergegas menghampiri Kenzo diikuti dengan para pengawal.


"Tuan...sebaiknya kita segera pergi, orang2 sudah mulai memperhatikan kita..." kata Akira berbisik


"sayang?"


Kenzo dan Reina sama2 menoleh ke asal suara yang tak asing mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


Kenzo menaikkan sebelah alisnya, sementara Reina menatap malas ke arah penghasil suara.


"sedang apa disini? dengan siapa?"


Kanami sengaja bertanya dengan suara keras untuk membuat perhatian orang2.


dasar mak lampir! umpat Reina dalam hati saat orang2 mulai berbisik2 dan menatap curiga ke arah Reina.


"maaf Nona Kanami, sebaiknya anda..."


"diam kamu! aku sedang bicara dengan tunanganku!" desis Kanami memotong kata2 Akira.


"apa? tunangan?" Reina memandang jemu Kanami


"apa kamu tidak melihat sosial media?"


"aku melihat dan ingin tertawa saja!"


"apa?"


"maaf Nona cantik, yang kamu sebut 'tunanganmu' adalah suamiku!" kata Reina penuh penekanan, sambil menggerakkan jari manisnya yang berhias cincin berlian dari Kenzo, membuat Kenzo berpaling.


"jangan mimpi kamu wanita tidak jelas!" geram Kanami.


"anda yang jangan bermimpi, Nona..."


Dan kini perhatian orang2 beralih ke Kanami, membuat Kanami semakin geram.


"ayo," ajak Reina menggandeng Kenzo pergi dari sana.


Huh, rasain, batin Dena geli melihat Kanami yang sudah merah padam menahan amarah.


*****

__ADS_1


__ADS_2