Deviasi

Deviasi
#part 86


__ADS_3

Kenzo tak berhenti menyunggingkan senyumnya, meskipun wajahnya terasa perih dan tampak memerah karena tamparan Reina yang sepertinya menggunakan seluruh tenaganya.


Dirabanya pipinya yang mungkin besok akan bengkak jika tidak segera dikompres.


"untung aku cintai, jika tidak...ckck!" gumam Kenzo sendiri, lagi2 tersenyum, membuat Akira yang duduk di depan samping sopir bergidik ngeri.


Sudah 6 tahun, Akira tidak pernah melihat senyum Kenzo seperti itu.


Kenzo kembali mengingat kejadian di ruang kerja tadi.


Masih saja jantungnya berdegub kencang saat wajah Reina yang memerah terbayang di pikirannya.


Reina yang terbaring berantakan di meja rapat, tubuh indahnya yang kini lebih berisi benar2 membuat Kenzo menelan saliva nya susah payah.


Napas Reina pendek2 saat Kenzo tak berhenti memilikinya dengan hunja*man2 possesifnya.


Bibirnya yang merah merona terbuka, berusaha keras menahan desah*an atas tubuhnya yang berkhianat.


Kenzo berharap Reina akan kembali mengandung anaknya karena kejadian tadi.


"Tuan, kita sudah sampai..."


Kenzo terkejut saat Akira berbicara padanya.


Kenzo melihat sekitar ternyata mobil sudah berhenti di depan mansion utama.


Hari ini Kenzo berencana mengajak kedua putranya untuk ke mansion pribadinya.


Kenzo pun segera turun dari mobil begitu pengawal membukakan pintu untuknya.


"Tuan Muda,"


Sakimoto menyambut Kenzo di ujung tangga menuju pintu utama mansion.

__ADS_1


"aku hanya menjemput anak2, dimana mereka..?"


Kenzo berjalan memasuki mansion diikuti Sakimoto.


"Tuan Ryujin menunggu anda, bersama Tuan Besar...." lapor Sakimoto


Kenzo tak memperdulikan Sakimoto dan terus melangkah menuju tangga yang akan membawanya ke lantai 2 dimana kamar putra kembarnya berada.


"Tuan, tidakkah anda menemui mereka terlebih dahulu?"


"untuk apa? Aku sudah menemukan istriku, aku tak peduli lagi dengan mereka,"


Kenzo masih terus berjalan.


Sakimoto menghela napas berat.


Usianya sudah renta tapi masih saja harus bekerja keras menengahi Ayah dan Anak yang sama2 keras.


"jangan lupa anda sudah bertunangan, dunia sudah mengetahuinya..."


Lagi2 Sakimoto menghela napas berat.


"Daddy, "


Kenji langsung berlari begitu melihat Kenzo berdiri di depan pintu kamarnya.


"dimana kakakmu? segera bersiap kita ke mansion Daddy.."


Kenji langsung berjingkrak senang dan melesat pergi mencari Kenzi yang pasti berada di ruang kerja si Ayah.


Kenzo hanya menggelengkan kepalanya melihat polah putranya yang begitu mirip dengan Reina.


******

__ADS_1


Setelah perdebatan panjang, Kenzo berhasil keluar dari mansion utama dengan kedua putra kembarnya.


"wanita memang merepotkan," kata Kenzi seperti orang dewasa.


Kanami yang menangis meraung karena tidak terima Kenzo akan memutuskan pertunangan karena kehadiran Reina kembali.


Pemandangan yang tidak sepatutnya di lihat oleh anak kecil.


"apa Mommy ku seperti aunty?"


Kenzo memandang putra bungsunya.


"tidak, Mommy bukan wanita cengeng, Mommy mu wanita kuat," jawab Kenzo membayangkan kembali bagaimana seorang Reina yang begitu berani melawannya.


"lalu dimana Mommy ku sekarang?"


Kenzo menimbang sejenak sebelum menjawab pertanyaan putranya.


"apakah kita akan makan malam di luar atau dimansion, Tuan?"


Akira menyela pembicaraan Ayah dan anak itu.


"aku ingin makan di resto cepat saji, Daddy.." pinta Kenji bersemangat.


"makan di mansion saja, dasar kekanakan!" omel sang kakak, Kenzi.


"aku mau di resto !" teriak Kenji nyaring


Kenzo menghembuskan napas panjang.


Memiliki 2 putra benar2 membuat kepalanya pusing.


"Akira, segera amankan salah satu resto siap saji, kita akan makan malam disana..."

__ADS_1


"baik, Tuan..."


*******


__ADS_2