Deviasi

Deviasi
#part 58


__ADS_3

Reina terjaga dari tidur nyenyaknya saat merasakan tendangan kuat dari dalam perutnya.


Ternyata hari sudah berganti pagi.


Reina meraba sampingnya yang kosong meski masih menyisakan rasa hangat di atas sprei putih bersihnya yang kusut.


Reina melirik jam di atas nakas.


Sudah pukul 6, itu artinya Reina harus segera bersiap karena adat klan Iwasaki yang mengharuskan anggota keluarga sarapan pukul 7 tepat.


Prinsip Negara ini.Waktu adalah uang.Harus tepat waktu.


Reina bersandar ke headboard ranjang kingsize nya.


Tubuhnya masih polos hanya berselimut tebal.


Banyak bekas kepemilikan Kenzo disekujur tubuhnya, bentuk hukuman dari Kenzo yang marah karena ucapan Reina.


Reina meringis merasakan pegal ditubuhnya dan nyeri di inti tubuhnya.


"mommy mandi dulu 'sayang...baru kita sarapan, kalian sudah lapar ya?" geli Reina merasakan perutnya yang terus ditendangi.


Baby twinnya selalu aktif di pagi hari seperti ini.


Perlahan Reina menuruni ranjang dan menuju ke bathroom.


Untuk mempersingkat waktu Reina mandi dengan shower tanpa berendam.


Berselubung bathrobe, Reina menuju ke walk in closet, memilih gaun hamilnya yang berlengan panjang dan berleher tinggi untuk menutupi kissmark hadiah Kenzo.


Reina duduk di depan cermin meja riasnya.

__ADS_1


Memoles sedikit wajahnya dengan make up flawless, menambahkan lipstick berwarna cherry supaya tampak segar.


Reina pun mengikat rambutnya ekor kuda, membuatnya seperti gadis sekolah dengan perut buncit.


Reina memantas sekali lagi penampilannya sebelum keluar dari kamar.


"selamat pagi, Nyonya Muda..." sambut Rika melihat Reina keluar kamar.


Seperti biasa, Rika akan menjemput Reina menuju ruang makan.


"selamat pagi," balas Reina tersenyum ramah.


"kita naik lift saja, tidak baik naik turun tangga..."


"jangan memanjakanku, ...." protes Reina


"ini perintah Tuan Besar, Nyonya Muda.."


Dan Reina pun langsung terdiam tak berkutik.


"kau pintar mengancamku,.." dumal Reina berjalan mengikuti Rika ke arah lift .


Rika hanya tersenyum simpul mendengarnya.


Lift yang ditumpangi Reina dan Rika pun sampai ke lantai dasar.


Ruang makan masih sepi, meskipun dimeja makan yang besar itu sudah dihidangkan menu sarapan lengkap yang disiapkan oleh chef khusus.


"silahkan Nyonya duduk disini..."


Reina hanya mengangguk, dan duduk dengan baik dikursi yang disiapkan oleh Rika.

__ADS_1


Tuan Iwasaki senior memasuki ruang makan diikuti Sakimoto dan Satsuki, disusul dengan Hanami.


Reina pun langsung berdiri dan membungkukkan badannya hormat.


"selamat pagi, Ayah..." sapa Reina.


"selamat pagi 'nak..duduklah,"


Tuan Iwasaki senior pun duduk di kursi utama, diikuti Satsuki dan Hanami.


"duduklah, Saki.." sila Tuan Iwasaki senior.


"saya nanti saja, Tuan..."


"ini perintah, Saki!" tegas Tuan Iwasaki


Sakimoto hanya menghembuskan napasnya pasrah dan memilih duduk di sisi Hanami.


"kita bisa mulai sarapan sekarang," titah Tuan Iwasaki kepada para pelayan untuk segera menghidangkan menu sarapan ke piring masing2 orang.


"Kenzo belum hadir, Ayah..." kata Reina bingung


"Tuan Muda sudah berangkat ke Hokaido dari subuh tadi, Nyonya Muda...." jelas Sakimoto


Reina hanya terdiam.


Apa Kenzo masih marah setelah menghukumku semalaman sampai pergi pun dia tidak pamit? Batin Reina gemas


"ayo, Nyonya Muda...silahkan sarapan, anda harus sehat, mengisi energi untuk persalinan besok..." kata Sakimoto ramah


"iya..." angguk Reina menunduk menatap piringnya.

__ADS_1


Reina lebih banyak menjadi pendengar dari perbincangan keempat pria dihadapannya yang membahas tentang bisnis.


*******


__ADS_2