Deviasi

Deviasi
#part 40


__ADS_3

Fuji tampak terkejut saat membuka pintu dan mendapati Sakimoto berdiri di sana.


"Tuan...." gugup Fuji


"apakah Tuan Muda ada?" tanya Sakimoto basa basi, karena dia sudah tahu Kenzo masih berada di perusahaan.


"Tuan masih dikantor, Tuan Saki..."


"apa aku boleh masuk?"


Fuji tampak menimbang sejenak, karena Tuan Mudanya tidak ada dan Nyonya Mudanya baru pulih dari tidur panjangnya.


"aku datang sendiri, Fuji...Tuan Besar masih berada di luar negeri saat ini," jelas Sakimoto


"maafkan saya, Tuan Saki...saya hanya melaksanakan perintah Tuan Muda..."


"apa kau tak percaya padaku?"


"maaf, Tuan Saki, sebenarnya ada keperluan apa Anda kemari ?" tanya Fuji masih tak percaya


"aku hanya ingin mengunjungi Nyonya Muda..."


Fuji semakin mengernyit bingung.


"percayalah, aku tidak akan menyakitinya seujung rambut pun.."


Setelah menimbang2, Fuji pun akhirnya mengangguk dan mempersilahkan Sakimoto masuk ke dalam mansion.


"dimana Nyonya Muda?"


"Nyonya berada di taman belakang untuk makan siang,"


Sakimoto pun mengikuti Fuji berjalan menuju taman belakang.


"selamat siang, Nyonya..."


Reina dan Dena pun menoleh ke arah asal suara.


Reina yang hendak menyuap potongan buah pun sampai terkejut dan menjatuhkan garpunya.


Begitu juga Dena yang langsung pucat melihat siapa yang berdiri tak jauh dari mereka.


"a-ada apa ini..." sendat Reina beranjak berdiri dari kursinya.


"maaf Nyonya membuat anda terkejut...silahkan duduk kembali..." senyum Sakimoto ramah


Reina menggeleng sambil memundurkan tubuhnya dan berdiri dibelakang kursi yang tadi didudukinya.


"katakan, ada perlu apa kemari!" sentak Reina


"saya hanya ingin mengunjungi anda, Nyonya Muda...saya mendengar anda sedang sakit..."


"aku baik2 saja!" tegas Reina berusaha menahan kakinya yang gemetar.


"Tuan, anda sudah tahu Reina baik2 saja, jika tidak ada keperluan lain, silahkan anda pergi..." kata Dena tegas


"maafkan saya, Nona Dena..."


Dena sampai tercengang mendengar namanya disebut, bahkan sebelum ia memperkenalkan diri.


"Nyonya...apakah anda benar2 baik2 saja?"


Kali ini Sakimoto menatap Reina dengan tajam.


"apa maksudmu?" Reina memicingkan matanya


"Nyonya Muda...apakah anda tidak ingin melihat mansion utama?"

__ADS_1


"apa?"


"sejak anda memiliki burung phoenix itu, anda sudah resmi menjadi bagian dari klan kami...dan sudah sepatutnya anda berada di mansion utama.."


"apa maksudmu?"


"Nyonya, anda adalah pemimpin tertinggi kedua setelah Tuan Muda saat Tuan Besar pensiun nanti,"


"aku tidak mengerti," geleng Reina


"Nyonya Muda, ikutlah ke mansion utama, saya akan menjelaskan semuanya..."


"aku tidak mau!"


"sudah bukan saatnya lagi mementingkan ego anda sendiri, Nyonya Muda...anda harus mulai belajar menjadi seorang pemimpin..."


Reina menatap Sakimoto penuh tanda tanya besar dalam hati dan pikirannya.


"bagaimana jika saya akan membantu membebaskan kedua orangtua anda dan membawa mereka kembali ke tanah air anda?"


Mata Reina membulat sempurna mendengarnya.


"darimana kau tahu orangtuaku..."


"tidak ada yang tidak aku ketahui, Nyonya.." senyum Sakimoto dengan ramahnya.


"bagaimana?"


"aku tidak percaya padamu!"


"silahkan ikut saya ke mansion utama sekarang, dan dalam 3 hari, orangtua anda sudah berada di rumah anda, dan saya akan menjamin hidup orangtua anda, secara finansial dan keamanan.."


Hebat sekali pria tua ini, batin Dena.


"Rei...kita tidak bisa langsung percaya padanya!" seru Dena menatap Reina yang tampak bimbang


"ta-tapi aku..." gagap Reina bingung


"siapa yang tahu, Tuan...? Bahkan Tuan Mudamu saja bisa menculik mertuanya sendiri!" dengus Dena


Sakimoto tertawa pelan.


"itulah Tuan Muda Kenzo, Nona...dia selalu membenarkan segala cara untuk memiliki sesuatu..." angguk Sakimoto


Reina dan Dena saling berpandangan.


Butuh seseorang yang memiliki kekuatan untuk melawan Kenzo membebaskan orangtuaku, batin Reina.


Reina kembali mengingat, saat Sakimoto berhasil menahan amarah Tuan Besarnya yang mengamuk.


"bagaimana jika kau membohongiku?" tanya Reina mulai berani


Sakimoto tersenyum, sambil meraih sesuatu dari balik jasnya.


Reina tertegun saat Sakimoto mengeluarkan belati dengan simbol ular dan menyerahkannya pada Reina.


"saya akan melakukan harakiri..."


Fuji sampai terkejut mendengarnya.


Meskipun Reina tidak mengerti apa itu harakiri, tapi ia yakin itu adalah suatu bentuk hukuman yang mengerikan.


"aku menerima, Tuan...saat aku melihat sendiri kedua orangtuaku aman di negaraku, saat itulah aku akan ikut denganmu ke mansion utama..."


"Reina??!" pekik Dena tak percaya


"terimakasih, Nyonya Muda...saya akan kembali 3 hari lagi kemari untuk menjemput anda ke mansion utama...."

__ADS_1


*****


"Rei....apa kau yakin??"


"aku hanya ingin orangtuaku kembali,...kita tidak bisa melawan Kenzo sendiri, dan kita butuh orang yang punya kekuatan..."


"tapi pria tua itu cuma tangan kanan!"


"benar, tapi dia punya sesuatu kekuatan yang lebih besar...." senyum Reina


Dena menatap bingung.


"Ayah Kenzo yang murka saja bisa dihentikannya, yang seorang Kenzo pun tak bisa menghentikannya..." jelas Reina mengingat kembali saat keributan dulu.


"bagaimana jika mereka menyiksamu disana?"


"selama ada Sakimoto itu, aku yakin, aku akan aman..."


Dena menghela napas berat.


"lagipula Kenzo pasti mencari cara untuk membawaku keluar dari sana..." senyum licik Reina mengembang.


"isshhhh ternyata kamu licik juga!" dengus Dena


Reina tersenyum.


"kita juga harus licik melawan orang2 licik!"


Reina dan Dena tertawa bersama.


*****


Kenzo menatap layar laptopnya, disana tampak Reina yang begitu ceria tertawa bersama Dena.


Laptop yang menyambung ke semua cctv mansionnya, hingga ia bisa selalu mengawasi istrinya itu.


"sepertinya, Tuan Sakimoto hendak membawa Nyonya Muda ke mansion utama, Tuan..."


Akira melapor setelah mendapat pesan dari Fuji.


"apalagi yang diinginkan orangtua itu!" geram Kenzo


"sepertinya Tuan Sakimoto dan Nyonya melakukan barter..." imbuh Akira


"barter?" kernyit Kenzo


"Ya, Tuan Sakimoto akan membawa pulang kembali orangtua Nyonya Muda ke negara mereka, sebagai gantinya, Nyonya Muda bersedia dibawa ke mansion utama.." jelas Akira


Kenzo terdiam.


"apa ini rencana Ayah??"


"saya belum berani memastikannya, Tuan...lagipula, Tuan Sakimoto memiliki pengaruh besar dan tidak bisa kita remehkan..."


Kenzo terdiam.


"Pasti Tuan Sakimoto sudah menyelidiki gerak gerik kita...bahkan keberadaan orangtua Nyonya pun sudah diketahuinya...Tuan Sakimoto pasti memerintahkan pasukan blackshadow..."


Pasukan Blackshadow adalah pasukan khusus dari klan Iwasaki yang tersebar di seluruh negara, tugas utama mereka adalah mencari informasi yang tidak diragukan lagi ke akuratannya.


Karena itulah, tidak ada lawan2 bahkan pesaing bisnis ataupun sesama klan yang bisa lari dari klan Iwasaki.


Pasukan Blackshadow dibentuk oleh kakek Kenzo, dan semakin diperkuat oleh Tuan Iwasaki Senior.


Klan Yamaguchi yang berkuasa di era kakek Kenzo, kini harus menjadi klan kedua, setelah posisinya digeser dan digantikan oleh klan Iwasaki, dengan pemimpin Tuan Iwasaki Senior, ayah Kenzo.


"kosongkan jadwal setelah pukul 5, aku akan pulang ke mansion utama.." titah Kenzo

__ADS_1


"baik, Tuan..." angguk Akira


*****


__ADS_2